Aerator, Pompa Udara Dalam Aquarium

daftarhewan.com. Pompa udara (aerator) hampir tidak bisa dipisahkan dari akuarium. Berikut ini diuraikan jenis-jenisnya.

Jika kita memperhatikan sebuah akuarium, hampir bisa dipastikan kita akan selalu melihat gelembung-gelembung udara yang menghiasi sudut atau tengah akuarium. Gelembung udara yang berlarian ke permukaan air dan menambah artistik aquarium itu tidak lain disebabkan oleh sebuah alat yang biasa disebut aerator atau pompa udara akuarium. Beberapa produk serupa juga diperjual belikan dengan label vibrator (penggetar) yang arti dan fungsinya kurang lebih sama dengan aerator.

aerator, aerator ac dc, aerator adalah, aerator akuarium, aerator amara 2 lubang, aerator aquarium, aerator baterai, aerator kolam, aerator kolam koi, aerator mini, aerator tanpa listrik, aerator usb, harga aerator, harga aerator 2 lubang, harga aerator aquarium, harga aerator aquarium kecil, harga aerator kolam, harga oksigen aquarium, oksigen aquarium

Sedemikian banyak macam aerator / vibrator atau gelembung udara yang ditawarkan dipasaran, hingga kita mengalami kesulitan untuk menentukan piliha. Nah, supaya tidak kecewa dikemudian hari, hendaknya beberapa hal berikut ini diperhatikan.

Macam-macam Pompa Udara Akuarium

Dilihat dari tenaga penggeraknya, pompa udara atau aerator dibedakan menjadi dua. Pertama, pompa udara yang digerakkan oleh tenaga baterai (DC). Kedua, pompa udara dengan tenaga listrik (AC). Aerator baterai hanya digunakan pada saat darurat tanpa listrik, misalnya saat listrik mati atau saat pengangkutan ikan hidup tanpa tambahan oksigen murni. Yang lazim dipasang pada akuarium ialah pompa udara aquarium listrik dengan voltase 220 V, sekalipun ada yang dirancang khusus untuk digunakan pada tegangan 110 V dan 220 V dengan mengubah sebuah tombol.

Baca Juga:   Ikan Hias Corydoras Panda: Karakteristik, Asal Usul, dan Budidaya

Aerator listrik yang besar biasanya mempunyai satu atau dua lubang pengeluaran (outlet), dan yang ukuran kecil hanya ada satu lubang pengeluaran. Pada beberapa produk aerator yang besar kadang-kadang dilengkapi pula dengan sebuah “switch” yang berfungsi mengatur besar kecilnya udara yang dihasilkan, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan akuarium.

Selain ditentukan oleh ukuran, harga aerator juga ditentukan oleh merknya. Sebuah aerator ukuran kecil harganya berkisar antara Rp. 25.000 – 120.000, dan yang besar antara Rp. 400.000 – 1.500.000, untuk ukuran yang besar biasa dipergunakan juga untuk kolam yang cukup dalam dan besar, contohnya untuk kolam ikan koi. beberapa merk aerator yang mudah kita temukan dipasaran antara lain: Resun, Jebu, Multi, Rena, Arrow, Angel dan Liman dll.

Baca Juga:   8 Jenis Tanaman untuk Kolam Ikan

Cara Merawat Aerator Akuarium

Kerusakan aerator biasanya bersumber dari karet dan motor penggeraknya. Karet pompa yang baik akan tahan lama tanpa jebol, kendati ia dipasang atau dinyalakan terus menerus, demikian juga dengan motor penggeraknya. Meski demikian, makin lama gelembung udara yang dihasilkan tidak sebanyak ketika pertama kali ia dioperasikan. Oleh karena itu, sekali waktu kita perlu mengganti karet pompa atau membersihkan kotoran pada motor penggeraknya.

Karet poma pada aerator yang murah biasanya mudah pecah (bocor) dan motor penggeraknya cepat aus. Karet pompa ini banyak dijual, bahkan pada setiap kemasan aerator sering kali ada cadangannya. Kalau motor penggeraknya yang rusak, tidak ada jalan lain, kita mesti mengganti alias membeli yang baru.

Baca Juga:   12 Ikan Hias Air Tawar Termahal 2021

Selain aus, kerusakan aerator sering terjadi juga akibat kesalahan kita menempatkannya. Tidak serasinya kapasitas aerator yang dipakai dengan besarnya akuarium yang terlalu besar, tenaga yang dikeluarkan motor tidak mampu sepenuhnya menembus tekanan air dalam akuarium tersebut. Akibatnya, motor dan karet pompa harus bekerja keras.

Aerator biasanya dioperasikan bersama-sama selang udara dan batu aerasi. Hendaknya selang yang sudah mengeras segera diganti dan batu aerasi dibersihkan secara periodik untuk menjaga agar aerator tahan lama.

error: