Tips Supaya Anak Perkutut Sehat dan Tidak Lumpuh

daftarhewan.com. Pada umur 1-2 minggu, anak perkutut biasanya sudah mulai keluar dari sarangnya dan belajar “merayap” ke tenggeran. Itu kalau ia tumbuh normal. Nah, kalau umurnya sudah lebih dari seminggu tetapi belum juga mau keluar dari sarangnya, kita perlu curiga.

Mungkin anak perkutut itu lumpuh. Atau, bisa jadi anak perkutut itu mati kelaparan karena tidak disuapi oleh induknya. Berikut ini adalah informasi tentang cara merawat anak perkutut supaya dapat tumbuh sehat.

supaya anak perkutut tidak lumpuh, makanan anak burung perkutut, makanan anak perkutut, cara merawat anakan perkutut, cara merawat anak burung perkutut, anakan perkutut jantan, makanan anak burung perkutut, cara merawat anakan perkutut, makanan anakan perkutut, cara merawat anak burung perkutut yang baru menetas

Perlu Sinar Matahari Langsung

Penyebab anak perkutut lumpuh. Kelumpuhan pada anak burung perkutut mungkin disebabkan oleh kurangnya sinar matahari, akibat dari bentuk kandang yang kurang sehat dan tidak memenuhi syarat. Untuk itu, pembuatan kandang biakan perlu diperhatikan. Kandang itu harus menghadap ke timur dan atapnya dibuat separuh terbuka.

Bagian yang terbuka itu dibatasi dengan kawat kasa, sehingga sinar matahari bisa langsung masuk dalam kandang (tempat sarang), tetapi air hujan tidak sampai mengguyur tempat sarangnya. Dengan begitu, anak perkutut dan juga induknya bisa menikmati sinar matahari langsung, terutama pada pagi hari. Sinar matahari itu akan sangat membantu terbentuknya tulang secara normal, terutama pada masa pertumbuhan perkutut.

Baca Juga:   Begini, Cara dan Tips Agar Perkutut Cepat Bertelur!

Selain cukup cahaya, kandang biakan itu harus cukup ventilasi, sehingga perkutut bisa selalu menghirup udara segar. Lantai kandang ditutup pasir, supaya kotoran burung cepat kering. Dengan begitu, kandang menjadi tidak lembap.

Diberi Pakan Bergizi

Pakan bergizi bukan saja penting bagi induk perkutut, melainkan juga anaknya. Dengan adanya pakan bergizi itu induk perkutut akan tumbuh sehat, sehingga bersemangat menyuapi dan mengasuh anaknya. Dengan begitu, anaknya pasti akan tumbuh sehat juga.

Jumlah pakan untuk induk yang sedang mengasuh anak itu agak dilebihkan dari baisanya karena sang induk tidak hanya makan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk menyuapi anaknya. Misalnya, gabah mini dikurangi 0,25-0,25-nya, ketan hitam tetap atau ditambah 0,25-nya, dengan miletnya ditambah separuh dari biasanya. Di dalam kandang perlu juga disediakan kulit kerang laut. Selain untuk “mengasin” kulit kerang juga merupakan sumber kalsium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang perkutut.

Baca Juga:   Cara Ternak Perkutut dengan Mudah

Air minum harus selalu tersedia sepanjang hari. Dua hari sekali tempat minum itu dibersihkan. Sebulan sekali burung perlu diberi vitamin yang dilarutkan dalam air minumnya. Misalnya, Vitachick yang biasanya diberikan pada ayam, diberikan sepertiga dari takaran yang dianjurkan untuk ayam. Vitamin ini diberikan selama 3 hari berturut-turut. Setiap sore sisanya harus dibuang. Bulan berikutnya ganti diberi Terramycin. Takarannya dan aturan pemberiannya sama dengan Vitachick.

Anak perkutut boleh disapih setelah berumur 1 bulan 10 hari. Ia dimasukkan ke kandang lepasan, yaitu kandang luas yang khusus untuk perkutut lepas sapih supaya bisa bergerak leluasa. Sebelum dimasukkan ke kandang lepasan, perkutut-perkutut muda itu diberi obat cacing untuk mencegah cacingan.

Induk yang Bertengkar Segera Dipisah

Setelah anak perkutut menetas, kadang-kadang kedua intuknya bertengkar. Kalau terjadi pertarungan, salah satu perkutut yang tiba-tiba galak harus secepatnya dikurung dalam sangkar tersendiri. Akan tetapi, sangkar itu tetap ditaruh dalam kandang pembiakkan.

Kalau perkelahian itu dibiarkan berlarut-larut, tidak pelak lagi anaknya yang akan menjadi korban. Anak perkutut akan disingkirkan dan tidak diasuh, bahkan tidak disuapi oleh induknya, sehingga bisa mati kelaparan.

Baca Juga:   10 Jenis Burung Kecil di Dunia, yang Lucu Menggemaskan

Untuk mencegahnya, pada saat telur akan menetas, tingkah laku induk jantan dan betina mulai diperhatikan. Kalau tampak ada gejala selalu ingin berkelahi, salah satu harus segera dikurung. Dengan begitu, mereka tidak akan bertarung lagi dan perkutut yang tidak dikurung akan mengasuh dan menyuapi anaknya hingga mereka tumbuh dewasa.

error: