Apa yang Dimaksud Fabel? Berikut Contohnya

Posted on

daftarhewan.com. Apa yang dimaksud fabel? Fabel adalah Cerita pendek (cerpen) yang biasanya dengan hewan sebagai karakter di dalamnya serta menyampaikan pesan-pesan moral.

a. Apa yang Dimaksud Fabel

Fabel didefinisikan oleh empat elemen penting utama. Bagian-bagian fabel antara lain:

fabel, fabel adalah, apa yang dimaksud dengan fabel, apa yg dimaksud dengan fabel, apa yang dimaksud dengan cerita fabel, apa yang dimaksud cerita fabel, apa yg di maksud dengan fabel, jelaskan apa yang dimaksud fabel, ok google apa yang dimaksud dengan fabel, apa yang dimaksud dengan fabel jelaskan, apa yg di maksud fabel
Ilustrasi si Kancil dan Buaya – via : pinterest.com

1. Simbolisme

Karakter dalam dongeng adalah pengganti manusia, dan kesialan mereka ditujukan untuk melambangkan sikap manusia.

2. Antropomorfisasi

Dalam dongeng fabel, binatang serta benda mati (seperti angin, hutan atau matahari) ialah watak khusus dari cerita dan diberikan kualitas manusia.

Beberapa hewan mempunyai beberapa ciri khusus yang berkaitan dengan mereka. Misalkan, Kancil yang pintar dan cerdik, Monyet yang licik, Kura-kura yang lambat, Kelinci yang sombong, Burung hantu yang bijaksana, Rubah yang curang, dan Singa yang pemberani.

3. Pelajaran

Setiap fabel mempunyai pelajaran moral di bagian akhir yang ada dari cerita itu. Misalkan: “Perlahan tapi pasti”, “Jangan sombong”, “Tidak boleh berbohong dan menipu” dan lain-lain.

4. Humor

Fabel sering mempunyai nada komedi saat menunjukkan kebodohan sifat manusia.

Baca Juga:   7 Hewan Khas Sulawesi, Endemik Asli

b. Asal Usul Fabel

Sejarah Kata “fabel” datang dari bahasa Latin “fabula,” atau “cerita.” Umumnya fabel Barat datang dari fabulist populer Aesop, yang menulis pada zaman Yunani kuno.

Dalam pendidikan Yunani kuno, pelajar diberikan dongeng dan didorong untuk mengarang dan mengeja dongeng mereka sendiri. Beberapa fabel Aesop datang dari India sepanjang milenium pertama SM (Sebelum Masehi).

Fabel mempunyai sejarah Eropa yang panjang. Pada abad ketujuh belas, fabulist Prancis Jean de la Fontaine di inspirasi oleh Aesop untuk menulis dongeng yang menyindir gereja, pengadilan, dan kelas penguasa ketika itu.

De la Fontaine memandang moral sebagai komponen pokok dari dongeng. Banyak penulis Eropa di inspirasi oleh de la Fontaine, termasuk fabulist Rusia bernama Ivan Krylov.

Secara tradisional, dongeng dicatat untuk mengajarkan anak-anak mengenai sikap dan nilai yang sesuai dengan budaya mereka, tapi ada banyak pengecualian. Misalkan, novel alegoris George Orwell, Animal Farm, mempunyai beberapa karakter dongeng, walau itu adalah satir yang dicatat untuk orang dewasa.

c. Contoh Fabel

Beberapa fabel yang populer diantaranya:

1. Singa dan Tikus

Satu ekor singa menangkap satu ekor tikus, yang meminta untuk dilepaskan. Tikus berjanji untuk membayar Singa sebagai tukar nyawanya.

Baca Juga:   22 Hewan yang dapat Mendengar Bunyi Ultrasonik, Infrasonik dan Audiosonik

Singa sepakat dan membebaskan tikus itu pergi. Sekian hari selanjutnya, tikus mendatangi singa yang terjebak dalam jaring pemburu, dan, mengingat belas kasihan Singa.

Tikus menggigit dan menggerogoti tali jaring pemburu tersebut sampai Singa bebas. Pesan moral dari cerita Fabel ini adalah: “Kebaikan tak akan pernah sia-sia.”

2. Rubah dan anggur

Fabel ini ialah asal-usul ungkapan “anggur asam.” Satu ekor rubah memata-matai seikat anggur tinggi di dahan dan sangat menginginkannya.

Ia mengambil lompatan dengan berlari untuk mencapai anggur tersebut tapi meleset. Ia mencoba berulangkali, tapi gagal. Pada akhirnya, ia menyerah dan pergi dengan sikap mencemooh.

Pesan moral dari cerita ini ialah: “Ada beberapa orang yang berpura-pura menyepelekan dan meremehkan apa yang berada di luar jangkauan mereka.”

3. Kura-kura dan kelinci

Kura-kura dan kelinci masuk perlombaan lari. Kelinci mengejek dan mengolok-olok kura-kura, memberi komentar betapa cepatnya ia dalam hal berlari dibandingkan kura-kura yang lambat. Akhirnya mereka mengadakan balap lari.

Sepanjang balapan, kelinci mengambil beberapa kali waktu istirahat yang panjang dan menghabiskan waktu bersantai di antara balap lari sprint cepat.

Sementara itu, kura-kura terus bergerak. Pada akhirannya, kura-kura menang. Pesan moral dari cerita ini adalah: “Perlahan tapi pasti dalam memenangkan perlombaan.” Atau dalam Bahasa Jawa “Alon-alon asal kelakon”

Baca Juga:   250 Nama Hewan Dalam Bahasa Inggris, Lengkap!

4. Sang Rubah dan sang Gagak

Satu ekor rubah lapar bertandang ke seekor burung gagak di pohon dengan sedikit keju di mulutnya.

Rubah mulai bicara dengan gagak, menjelaskan padanya jika ia benar-benar cantik dan harus mempunyai suara yang indah untuk ditandingi.

Sebelumnya, gagak masih tetap diam, berpegangan pada kejunya. Tetapi pada akhirnya, sesudah banyak pujian, ia membuka mulutnya untuk berkicau.

Keju jatuh ke dalam mulut rubah. Pesan moral dari cerita ini adalah: “Orang yang licik menyanjung hidup orang lain dengan mengorbankan dan mengambil keuntungan dari mereka yang mau mendengarkannya.”

5. Fabel Kancil dan Buaya

Pada zaman dahulu hiduplah seekor kancil di hutan belantara sedang mencari makan di pinggir sungai, dalam perjalanan ia melihat pohon rambutan yang lebat di sebrang sungai. Tetapi sungai yang panjang dan lebar juga dalam itu tidak sanggup ia lalui.

Akhirnya kancil yang pandai dan cerdik itu memanggil kelompok buaya, dengan rayuannya ia berhasil mengumpulkan buaya dan menyuruh mereka berbaris, hingga ke sebrang sungai sebelahnya. Pesan moral “Jadilah bijak dan pintar, dan tidak mudah dibodohi seperti buaya”.