Home » Burung » Ayam Pegar Ring-neck Pheasant

Ayam Pegar Ring-neck Pheasant

daftarhewan.com. Sebagian besar varietas ayam pheasant a.k.a ayam pegar, berhabitat asli di kawasan hutan wilayah Asia. Penampilan yang mencolok, membuat mereka gemar bersembunyi di balik semak dan dedaunan untuk berlindung dari predator.

Kendati demikian, jenis ayam pegar ring-necked phesant justru beradaptasi pada area yang lebih terbuka. Misalnya, di Amerika Utara, ring-necked pheasant populer sebagai hewan buruan. Mereka berkeliaran di padang rumput, dan menjadi komponen alam yang menarik, karena keindahan warna bulu dan suara mereka yang lantang.

jenis ayam ringneck pheasant, jenis jenis ayam pheasant, ayam pheasant harga, ayam pheasant, beli ayam pheasant, asal ayam pheasant, ayam pheasant wikipedia

Jenis ayam ringneck pheasant

Sementara di Indonesia, ayam pegar ring-neck pheasant lebih digandrungi sebagai ayam hias dan populer dengan sebutan pegar kalung. Mereka dibanderol dengan harga yang fantastis dan menjadi komoditas penting di kalangan para hobiis.

Nah, apakah Anda tertarik untuk membudidayakan ayam pegar ber”kalung” putih ini? Ada baiknya, Anda cermati terlebih dahulu pola hidup mereka di alam, dan entitas ring-neck pheasant di berbagai penjuru dunia.

Berikut ini 9 fakta penting tentang pegar kalung a.k.a ring-necked pheasant yang perlu Anda ketahui:

Daftar Isi :

Baca Juga:   8 Cara Merawat Hewan Peliharaan

1. Klasifikasi ilmiah ring-necked pheasant

Ring-necked pheasant juga dikenal sebagai pegar biasa, dengan nama ilmiah Phasianus colchicus. Berikut ini klasifikasi ilmiah ring-necked pheasant:

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Phasianus
Spesies: P. colchicus

2. Populasi ring-neck pheasant sebagai hewan buruan

Umumnya, ayam pegar kesulitan untuk bertahan hidup di alam liar, karena kerap menjadi sasaran empuk bagi hewan predator. Namun, di kawasan perburuan seperti Amerika Utara, populasi ring-neck pheasant mendapat pengawasan yang intensif, sehingga populasi ayam pegar selalu terjaga dan terkendali, meski menjadi hewan buruan.

3. Habitat asli ring-neck pheasant

Akses terhadap air menjadi salah satu hal yang penting bagi ring-neck pheasant, sehingga mereka jarang ditemukan di kawasan yang sangat kering. Ring-neck pheasant dapat kita temukan di ladang, tanah lapang, hingga tepian rawa. Dan, meski dapat beradaptasi di padang rumput atau kawasan yang cukup terbuka, ring-neck pheasant lebih sering dijumpai pada tepian hutan atau area dengan tempat persembunyian, seperti belukar, rerumputan yang cukup tinggi, atau rimbunan perdu.

Maka, ketika Anda memutuskan memelihara ring-neck pheasant, pertimbangkan kondisi habitat asli mereka, agar dapat menyediakan lingkungan hidup yang tepat.

Baca Juga:   Burung Falk, Si Parkit Australia yang Cantik dan Jinak

4. Perilaku ring-neck pheasant ketika mencari makanan

Meski memiliki sayap, ring-neck pheasant lebih sering beraktivitas dan mencari makanan di tanah, dengan cara mengorek dan menggali. Namun, ada kalanya mereka juga mendapatkan makanan di pepohonan. Terkait hal ini, Anda dapat menjadikan insting tersebut sebagai pertimbangan untuk menempatkan wadah pakan bagi ring-neck pheasant.

5. Pola makan ring-neck pheasant

Ring-neck pheasant tergolong hewan omnivor. Santapan mereka bervariasi, tergantung pada musim dan kondisi lingkungan yang menjadi habitat mereka. Di musim dingin, ring-neck pheasant lebih banyak mengonsumsi biji-bijian, akar-akaran, tunas, dan arbei. Sementara di musim panas, ring-neck pheasant akan mengonsumsi banyak serangga. Dan, ada kalanya, ring-neck pheasant juga menyantap cacing tanah, laba-laba, siput, dan terkadang kadal, ular, katak, dan hewan pengerat.

ayam pheasant ringneck, ayam ringneck pheasant hijau, ayam ringneck pheasant merah, ayam ringneck pheasant, harga ayam ringneck pheasant, ayam hias ringneck pheasant, harga ayam ringneck pheasant merah

Ayam Ringneck Pheasant Hijau

6. Telur yang dihasilkan oleh ring-neck pheasant

Telur ring-neck pheasant berwarna hijau zaitun, dan terkadang biru pucat. Dalam satu periode, mereka dapat menghasilkan sekitar 10-12 butir telur, dan ada kalanya 6 butir, atau bahkan lebih dari 15 butir. Masa pengeraman telur-telur tersebut, umumnya berlangsung selama 23-28 hari.

Sebagai catatan, ring-neck pheasant betina terkadang bertelur di sarang betina lainnya. Maka, jika Anda menemukan sarang dengan 18 butir telur atau lebih, besar kemungkinan berasal dari dua atau tiga ring-neck pheasant betina.

Baca Juga:   Kumbang Koksi: Klasifikasi, Pola Hidup, dan Deskripsi Lainnya

7. Pola hidup ring-neck pheasant muda

Segera setelah menetas, anak-anak ring-neck pheasant telah mampu untuk meninggalkan sarang dan mencari makanan bersama induknya. Sementara ring-neck pheasant jantan sangat jarang membersamai para betina dan anak-anak mereka. Sekitar 10-12 minggu, ring-neck pheasant muda beraktivitas bersama induknya, dan mereka sudah bisa melakukan terbang jarak pendek di usia 12 hari.

8. Pembentukan sarang dan kawanan ring-neck pheasant

Ring-neck pheasant jantan bersifat teritorial, terutama di musim kawin. Mereka mempertahankan wilayah dengan mengklaim tempat bertengger, sembari berkoak dan mengibaskan sayap mereka. Seekor pejantan dapat memiliki beberapa pasangan, dan para betina tersebut menjadi satu kawanan dalam teritorial yang dibentuk oleh ring-neck pheasant jantan. Setelah itu, ring-neck pheasant betina akan membangun sarang, berupa ceruk dangkal yang terlindungi oleh rerumputan, dedaunan, atau belukar.

9. Perpindahan ring-neck pheasant

Ring-neck pheasant tidak melakukan migrasi jarak jauh. Mereka mendiami suatu wilayah secara permanen, dan hanya melakukan perpindahan kawasan ketika musim berganti, untuk mencari tempat perlindungan atau mendekatkan diri ke sumber makanan.

Dengan mengetahui 9 fakta tentang pola hidup dan keberadaan ring-neck pheasant di alam, kini Anda dapat memperoleh sedikit gambaran. Anda dapat menjadikan fakta-fakta di atas sebagai referensi untuk menyediakan fasilitas kehidupan yang baik bagi ring-neck pheasant, sesuai naluri dan insting alami mereka.

error: