Home » Burung » Ayam Pegar: Klasifikasi, Karakteristik, dan Penjelasan Lainnya

Ayam Pegar: Klasifikasi, Karakteristik, dan Penjelasan Lainnya

Daftarhewan.com. Di Indonesia, pegar lebih dikenal dengan sebutan ayam pegar atau ayam kuau. Pegar termasuk dalam kelas aves atau burung, yang memiliki penampilan cantik, dengan bulu yang indah, serta kaki jenjang dan kuat. Menariknya, warna-warni bulu mereka bervariasi, bergantung pada kondisi bentang alam yang menjadi habitat mereka.

gambar ayam pegar, ayam hias pegar, harga ayam pegar emas, harga ayam pegar kalung, habitat ayam pegar, ayam pegar asli indonesia, jual ayam pegar lady, kandang ayam pegar, makanan ayam pegar, peternak ayam pegar, peternakan ayam pegar, penjual ayam pegar, suara ayam pegar, makanan untuk ayam pegar

Gambar ayam pegar (Pheasant) – via : wikimedia.org

Ingin mengenal lebih jauh mengenai seluk-beluk ayam pegar hias ini? Yuk, simak informasi tentang pegar berikut ini:

A. Informasi Umum Tentang Ayam Pegar

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Galliformes

Famili: Phasianidae

Genus: Phasianus

Nama ilmiah: Phasianus colchicus

Pola makan: Omnivor

Panjang tubuh: 53–84 cm

Rentang sayap: 71–86cm

Berat: 0,9–1,5 kg

Kecepatan maksimum: 30 km/jam

Masa hidup: 7–10 tahun

Pola hidup: Soliter

Status konservasi: Least Concern

Warna: Bervariasi, antara lain cokelat, hitam, kuning, jingga, merah, hingga hijau.

Habitat: Padang rumput, tanah lapang, dan lahan basah.

Makanan utama: Serangga, arbei, biji-bijian

Predator: Rubah, anjing, manusia

B. Penamaan Ayam Pegar (pheasant)

Nama ilmiah pegar, yaitu Phasianus colchicus. Pegar termasuk dalam keluarga Phasianidae, dengan nama spesies colchicus, bahasa Latin yang artinya “dari Colchis”. Di masa lampau, Colchis merupakan negara yang terletak di Laut Hitam, dan saat ini masuk dalam wilayah Georgia. Jadi, apa bahasa Inggrisnya ayam pegar? Pheasant.

C. Karakteristik Fisik dan Perilaku Ayam Pegar

Dari segi penampilan, terdapat perbedaan yang signifikan antara pegar jantan dan betina. Wajah pegar jantan, berwarna merah menyala, dengan bulu-bulu hijau berkilau yang mengitari sisi-sisi kepala. Sementara burung pegar betina, umumnya tanpa fitur-fitur unik, dan berwarna cokelat, sehingga lebih mampu berkamuflase untuk menghindari predator.

Namun, keduanya, baik jantan maupun betina, memiliki ekor meruncing, dengan panjang yang sama dengan panjang tubuh mereka. Pegar juga mempunyai kaki jenjang, dengan otot kuat, yang berguna untuk melarikan diri dari serangan predator. Mereka juga kerap memekikkan suara serak yang kasar, ketika merasa dalam bahaya.

Umumnya, pegar dewasa dapat tumbuh hingga 53–84 cm, dengan lebar sayap di kisaran 71-86 cm, dan berat tubuh sekitar 0,9–1,5 kg. Meski memiliki sayap, pegar kerap mobilisasi dengan berjalan atau berlari dengan cepat, hingga kecepatan maksimum 30 km/jam. Dalam kondisi darurat atau terkejut, bahkan mereka mampu terbang dengan kecepatan mencapai 80,5 km/jam.

Baca Juga:   Daftar Harga Burung Macaw: Termurah hingga Paling Mahal

Pegar tidak memiliki kelenjar keringat. Untuk menyeimbangkan suhu tubuh, mereka akan terengah-engah seperti anjing, untuk mengeluarkan panas. Ketika cuaca sedang tidak ideal, mereka enggan keluar dari sarang, dan bisa berdiam selama berhari-hari tanpa makanan.

Mereka juga tidak melakukan migrasi. Ada kalanya pegar berjalan-jalan sendirian atau dalam kelompok kecil. Pegar jantan cenderung menjadi agresif ketika membangun wilayah untuk berkembang biak. Uniknya, pegar mandi dengan debu untuk menghilangkan kotoran, minyak, sel kulit mati, dan bulu yang sudah tua.

harga ayam pegar jambul emas, burung pegar makan padi, burung pegar one piece, gambar burung pegar, burung pegar jaga padi, apa itu ayam pegar, ayam pegar jambul emas, ayam pegar langka, apa bahasa inggrisnya ayam pegar

Ayam pegar jambul emas (golden pheasant) – via : wikimedia.org

Di antara subspesies pegar, golden pheasant atau pegar emas, yang populer dengan sebutan pheasant Cina, memiliki penampilan mencolok dan menakjubkan. Mereka berasal dari Cina Barat dan Cina Tengah, kemudian dibawa ke Inggris sekitar satu abad yang lalu.

Seperti pegar pada umumnya, terdapat perbedaan antara jantan dan betina. Panjang pegar emas jantan mencapai 89–104 cm, dengan ekor yang lebih panjang dari tubuhnya. Sementara pegar emas betina, berukuran lebih kecil, sekitar 58–78 cm, dengan panjang ekor yang kurang lebih sama dengan panjang tubuhnya. Bentang sayap mereka mencapai 69 cm, dan memiliki berat tubuh sekitar 0,5 kg.

Yang membuatnya menarik, pegar emas jantan, menampilkan warna-warni cerah yang memesona. Bulu kepala mereka bergalur warna emas, dengan bulu bagian dada berwarna merah terang. Punggung emas mereka juga nampak begitu memukau, karena berpadu dengan sayap biru gelap, dan ekor bercorak warna cokelat muda. Mata pegar emas jantan berwarna kuning cerah, senada dengan wajah, paruh, dan kaki mereka.

Sementara itu, pegar emas betina tampak lebih sederhana. Bulu tubuh mereka berwarna cokelat bergalur, dengan wajah cokelat muda. Namun, meski penampilan mereka tidak semeriah pegar emas jantan, para betina ini juga tampil elegan dengan corak yang seragam.

D. Habitat Ayam Pegar

Pegar dapat ditemukan di dataran rendah, hingga daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai lebih dari 3000 kaki. Mereka kerap berkeliaran di areal padang rumput, padang pasir, dan hutan.

Meski mampu beradaptasi dengan aneka habitat, pegar lebih menyukai kondisi lingkungan tertentu untuk melakukan suatu kegiatan. Misalnya, di musim semi dan musim panas, mereka bersarang di semak-semak dan pepohonan. Dan, ketika musim gugur tiba, pegar berpindah ke ladang pertanian, hutan dengan lahan basah, dan semak belukar.

Baca Juga:   Informasi Tentang Burung Kasuari

Untuk bersarang, mereka mencari tempat berlindung di tepian pagar, parit, dan rerumputan di tepi jalan. Ketika vegetasi mulai meninggi dan semakin padat di musim semi, pegar berpindah sarang ke ladang perdu dan jerami. Mereka bersarang di atas tanah, namun di malam hari, mereka kerap bertengger di cabang-cabang pohon.

E. Makanan Ayam Pegar

Makanan pegar bervariasi, tergantung musim. Selama musim dingin, pegar memakan akar-akaran, arbei, serelia, dan biji-bijian. Ketika musim panas, mereka menyantap aneka serangga, laba-laba dan tunas hijau segar.

Jika mereka sengaja dikembangbiakkan untuk menjadi makanan atau hewan buruan, pegar akan membutuhkan sekitar 50 kg pakan, untuk mendukung kehidupan 50 anakan, selama 6 minggu. Dengan perkiraan, 1 kg pakan untuk masing-masing pegar selama rentang waktu tersebut. Dan, ketika pegar mencapai usia 6–20 minggu, masing-masing pegar harus mendapat asupan sekitar 0,5 kg setiap minggu.

Sebagai catatan, meski pegar kerap memakan cacing tanah di alam liar, sebaiknya Anda tidak memberikan pakan cacing ketika memelihara pegar. Karena, dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatannya melalui transmisi parasit yang berbahaya.

F. Predator Alami Ayam Pegar

Pegar muda kerap menjadi sasaran empuk bagi burung hantu, rubah, dan elang. Sementara telur pegar, sering kali menjadi santapan bagi sigung dan rakun. Perburuan predator menjadi lebih mudah di musim dingin, ketika salju membuat pegar kesulitan untuk bersembunyi.

Meski populasi pegar belum mendekati kepunahan, namun jumlah mereka terus berkurang akibat kehilangan habitat. Di habitat alaminya, pegar juga semakin menipis, dan manusia bertanggungjawab atas perburuan dan pengambilan telur-telur mereka.

Selain itu, pegar juga berisiko terinfeksi virus flu burung. Dan, kondisi ini cukup berbahaya karena mudah menular melalui air liur, kotoran, dan cairan hidung mereka.

G. Pola Reproduksi dan Siklus Hidup

Musim kawin pegar dimulai pada akhir Maret, dan mencapai puncaknya di bulan Mei. Selama rentang waktu ini, pegar jantan bersifat teritorial dan membangun wilayah untuk berkembang biak. Luas area bervariasi, mulai dari sepersekian hektar hingga lebih dari setengah hektar.

Untuk menarik perhatian betina, pegar jantan akan berkokok dan menegakkan tubuhnya. Pegar jantan juga mengepakkan sayap dengan cepat, untuk menunjukkan kekuatan mereka. Dan, jika ada pejantan lain yang memasuki wilayahnya, pegar jantan menjadi agresif dan tidak segan-segan untuk menyerang. Umumnya, pegar jantan menerapkan poligini dan mengawini beberapa pegar betina.

Baca Juga:   Burung dengan Migrasi Terjauh di Dunia

Pasca musim kawin, pegar bersarang di tepi-tepi yang terlindungi atau tertutup rapat. Mereka juga melingkupi sarang mereka dengan dedaunan dan rerumputan. Terkadang, pegar betina juga bersarang pada sarang-sarang burung lain yang terbengkalai.

Dalam kondisi ideal, pegar betina menghasilkan 8–15 telur. Ada pegar betina yang bisa menghasilkan hingga 18 telur, namun sebagian besar hanya menelurkan 10–12 butir.

ayam pegar lady amherst, harga ayam pegar lady, burung pegar hijau biru, burung pegar malaysia, burung pegar perak, burung pegar padi, harga burung pegar, suara burung pegar, apa itu burung pegar, ayam pegar perak

Ayam pegar Lady Amherst’s pheasant – via : kamileron.com

Telur pegar berwarna hijau kekuningan, atau warna oliva. Pegar betina menghasilkan telur-telur mereka dalam periode 2–3 minggu dari bulan April hingga Juni. Dan, setelah masa inkubasi selama 22–27 hari, anak-anak pegar menetas, lalu hidup bersama induk mereka selama beberapa minggu. Kendati demikian, karena lahir dengan mata yang terbuka, bayi-bayi pegar telah mampu meninggalkan sarang di usia beberapa jam.

Setelah menetas, anak-anak pegar tumbuh dengan pesat. Mereka bisa terbang ketika masih berusia 12–14 hari, dan telah nampak seperti pegar dewasa di usia 15 minggu. Anak-anak pegar juga menyantap makanan yang sama dengan pegar dewasa, meliputi buah-buahan, biji-bijian, dedaunan, serta ulat bulu, belalang, dan aneka serangga lainnya.

Karena menjadi hewan buruan, kehidupan pegar telah terancam sejak masih berada di dalam telur. Selama musim dingin biasa, tingkat kelangsungan hidup pegar mencapai 95%, jika mereka terlindungi di habitat yang aman. Namun, harapan hidup pegar hanya sekitar 50% pada musim dingin yang ekstrem.

Dan, jika mereka berada di habitat yang buruk dan tidak begitu aman, tingkat kelangsungan hidup hanya mencapai 80% di musim dingin biasa, dan menjadi 20% pada musim dingin yang ekstrem. Apabila mereka mampu bertahan hidup di alam liar, pegar hanya dapat hidup selama 1–2 tahun. Namun, dalam penangkaran, masa hidup pegar bisa mencapai 18 tahun.

H. Kondisi Populasi Ayam Pegar

Populasi pegar mengalami penurunan di berbagai wilayah. Sepanjang tahun 60-an dan 70-an, di negara bagian Illinois, ada lebih dari 250 ribu pemburu yang membunuh sekitar 1 juta pegar per tahun. Selain itu, pembukaan lahan dan perubahan muka alam, juga menurunkan populasi pegar secara drastis.

Perburuan pun terus berlanjut. Pada tahun 2000, sekitar 59 ribu pemburu membunuh lebih dari 157 ribu burung. Dan, pada musim perburuan tahun 2017–2018, sekitar 12,5 ribu pemburu telah memanen hampir 34 ribu pegar di alam liar.

Meski keberadaan pegar masih terhitung aman, namun penurunan populasi yang terjadi di habitat asli mereka, masih perlu kita waspadai.

error: