Mengobati Burung Merpati yang Muntah

daftarhewan.com. Tanda-tanda burung merpati muntah itu biasanya suka menyendiri di tempat gelap. Kalau berak, kotorannya putih seperti kapur. Tanda lainnya, pakan di dalam temboloknya tidak mau hancur. Setelah gejala muntah itu muncul, selang dua hari atau tiga hari kemudian merpatinya mati. Penyakit itu menyerang merpati segala umur, baik yang muda maupun tua. Bahkan ada merpati yang sore hari terlihat sehat, pagi harinya telah mati.

cara mengobati merpati sakit, cara mengobati burung merpati sakit, cara mengobati merpati sakit dengan bahan alami, mengobati merpati sakit, merpati sakit, merpati berak putih, cara mengobati burung dara sakit, burung dara sakit, penyakit burung dara

Obat seperti Coccilin, Tetra Chlor, Tetrafein, dan obat penghancur atau kapsul pencerna biasanya hasilnya kurang memuaskan, karena hanya bisa memperpanjang hidup merpatinya selama tiga sampai empat hari saja.

Lalu penyakit apakah yang menyerang merpati itu? Bagaimana cara mengatasi dan pengobatannya?

Dengan gejala demikian bisa dikatakan bahwa merpati tersebut terkena penyakit White diarrhea atau berak putih pada merpati. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella pullorum, yang juga dapat menyerang ayam dan unggas lainnya.

Baca Juga:   10 Jenis Burung Kecil di Dunia, yang Lucu Menggemaskan

Penyakit ini sangat mudah menular. Penularannya melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit, lewat telur dan induk yang mengidap penyakit itu, hewan carrier (pembawa penyakit) yang datang mendekati kandang untuk mencari makan (ayam, burung-burung liar), lewat pakan dan minuman serta peralatan kandang yang tercemar benih penyakit itu, dan melalui kotoran merpati yang menderita penyakit tersebut.

Merpati yang sakit atau pernah sakit berak putih sebaiknya diafkir. Merpati yang berhasil sembuh akan kebal dari penyakit itu, tapi bibit penyakitnya masih hidup dan mengidap dalam tubuhnya. Pada akhirnya merpati itu akan jadi hewan carrier (penular atau pembawa penyakit) bagi merpati lainnya maupun anak merpati yang berasal dari telurnya.

Penyakit berak putih ini cepat menular pada merpati lain, bila sanitasi lingkungan kurang baik. Keadaan kandang yang lembap, pakan yang kurang baik mutunya dan tidak teratur pemberiannya, akan mempercepat timbulnya penyakit itu pada merpati yang hidup dalam suatu kelompok atau satu kandang.

Baca Juga:   Kenapa Burung Bisa Terbang? Sedangkan Manusia Tidak

Lebih-lebih kalau kondisi tubuh merpati sedang kurang baik, faktor cuaca dan perhatian pemilik terhadap kesehatan merpatinya kurang.

Penyakit ganas itu tak pandang bulu, bisa menyerang anak merpati yang baru menetas maupun merpati yang sudah deasa. Burung yang sudah terserang penyakit ini sulit diobati.

Pengobatan dengan Coccilin, Tetra Chlor, Tetrafein, dan obat penghancur atau kapsul dan obat lainnya yang mengandung sulfa sebenarnya sudah tepat. Tetapi karena kondisi fisik merpatinya terlalu lemah dan unsur perawatan lainnya kurang mendapat perhatian, penyakit itu tak berhasil disembuhkan.

Merpati yang sudah terlanjur terserang penyakit berak putih memang susah diobati. Kalau merpati itu akhirnya sembuh, pemeliharaannya terpaksa harus diisolir. Karena kalau dicampur kembali dengan burung lain yang belum pernah terkena penyakit itu, merpati tersebut akan jadi carrier bagi merpati lainnya. Sebab benih penyakit itu tak bisa hilang tuntas dari tubuhnya.

Baca Juga:   Burung Falk, Si Parkit Australia yang Cantik dan Jinak

Penyakit itu bisa dicegah jika rajin melakukan perawatan terhadap merpati dengan baik dan benar. Usahakan jangan ada kotoran merpati tertimbun di dalam kandang, sehingga kandangnya perlu dibersihkan setiap hari dan selalu dalam keadaan kering. Kalau perlu kandang itu disemprot dengan obat pembunuh hama dan penyakit minimal satu minggu sekali.

Perhatikan kebersihan pakan dan minumannya, serta usahakan jangan ada burung liar atau unggas lain yang bisa jadi sarana penularan penyakit itu. Yang lebih utama, berilah merpati itu cukup pakan bergizi. Burung yang kondisinya kuat, tidak akan mudah sakit atau matu terkena penyakit.

x
error: