10 Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya

daftarhewan.com. Setiap organisme bertumbuh dan berkembang dalam ekosistem unik yang menjadi habitat alaminya. Ekosistem tersebut mendukung kelestarian organisme, dengan menyediakan sumber makanan, air, tempat berlindung, dan tempat berkembang biak.

Namun, kondisi lingkungan yang dinamis menuntut setiap organisme untuk mampu beradaptasi agar dapat bertahan hidup. Bagi hewan, tumbuhan, dan manusia, adaptasi diperlukan untuk menghadapi kondisi iklim, ancaman predator, pertumbuhan populasi, hingga keselarasan dengan spesies lain yang mencari makanan dan tinggal di ruang yang sama.

cara hewan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan, cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya brainly, cara hewan menyesuaikan diri terhadap lingkungan, cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya, cara hewan menyesuaikan diri brainly, bagaimana cara hewan menyesuaikan diri, hewan dan cara menyesuaikan diri, hewan dan cara penyesuaian dirinya, contoh cara hewan menyesuaikan diri, cara menyesuaikan diri hewan hyena, 10 cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, cara penyesuaian diri pada hewan, bagaimana hewan menyesuaikan diri

Hewan Hiena hidup berkelompok

Cara Hewan Beradaptasi 

Cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya disebut juga adaptasi atau beradaptasi. Dapat dikatakan, adaptasi adalah modifikasi atau perubahan pada tubuh atau perilaku organisme, yang membantunya untuk bertahan hidup. Dan, selain manusia yang dapat menghasilkan beragam inovasi dan tumbuhan yang beradaptasi dengan alami, hewan pun memiliki cara-cara unik dan menarik dalam beradaptasi.

A. Cara Adaptasi Hewan

Terdapat berbagai cara adaptasi pada hewan. Mereka mengandalkan modifikasi dan insting alami, untuk memberi respon terhadap perubahan lingkungan dan dinamika ekosistem yang menjadi habitatnya. Berikut ini 10 cara terbaik yang dilakukan hewan dalam beradaptasi:

1. Hidup Secara Komunal

Menjalani hidup dalam kelompok atau gaya hidup komunal, menjadi salah satu cara yang efektif dalam bertahan hidup.

Masing-masing individu hewan akan memperoleh aneka manfaat dengan beraktivitas dengan sesama spesiesnya. Mereka dapat saling membantu untuk menemukan makanan, menghadapi predator, serta dapat merawat dan melindungi anak-anaknya dengan lebih baik.

Menariknya, beragam spesies hewan hidup secara komunal dengan formasi yang berbeda-beda. Ada yang membentuk kawanan, koloni, harem, struktur sosial, atau asosiasi lepas. Dan, bentuk kelompok yang paling sederhana dan kerap dijumpai di alam, yaitu keluarga inti, yang dapat terdiri dari:

  • sepasang jantan dan betina bersama anak-anak mereka,
  • satu jantan dan beberapa betina, beserta anak-anak,
  • sekelompok betina dan anak-anak mereka, atau
  • berbagai kombinasi lain yang paling efektif.
Baca Juga:   Jenis Adaptasi Hewan dan Contohnya

2. Kemampuan Terbang

Hewan yang motil telah mengembangkan sejumlah cara untuk menjelajahi muka bumi, seperti berjalan, berenang, melompat, dan memanjat. Dan, terbang menjadi mobilitas yang berada pada level berbeda.

Secara pragmatis, kemampuan untuk terbang dapat membawa hewan berpindah tempat dengan lebih cepat daripada berjalan dengan kaki. Namun, tidak hanya itu. Penerbangan dapat mendukung makhluk hidup untuk menghindar dari ancaman, menjelajahi wilayah baru, serta mencari sumber daya yang relatif sulit dijangkau.

Bahkan, bagi manusia yang mengandalkan teknologi, alih-alih kemampuan anatominya, aeronautika benar-benar telah meningkatkan taraf hidup dan mengubah sudut pandang manusia terhadap dunia.

3. Migrasi

apa itu migrasi burung, apa saja burung migrasi, apa burung migrasi, apa makanan burung migrasi, bagaimana mekanisme migrasi pada burung, bagaimana fase migrasi pada burung, berapa jenis burung migrasi, migrasi burung adalah, jelaskan cara migrasi burung, musim migrasi burung, apa yang dimaksud dengan migrasi burung, penyebab migrasi burung, kenapa burung migrasi, sebab burung migrasi

Burung Dara-laut arktik (Arctic tern)

Berbagai spesies hewan beradaptasi dengan melakukan migrasi. TIdak jarang, pergerakan populasi ini menciptakan pemandangan yang menakjubkan di angkasa, darat, dan lautan.

Meski setiap spesies hewan memiliki alasan yang bervariasi, umumnya mereka melakukan migrasi untuk mencari tempat yang nyaman untuk bereproduksi atau memiliki sumber daya yang lebih melimpah.

Sebagian spesies bahkan dapat melintasi rute yang begitu jauh selama migrasi. Misalnya, burung Arctic tern yang melakukan migrasi tahunan dari tempat berkembang biaknya di Kutub Utara, menuju Antartika selama musim dingin, dengan menempuh jarak lebih dari 40000 km. Baca juga, burung yang melakukan migrasi terjauh.

4. Kamuflase

Kemampuan hewan untuk berkamuflase atau menyaru dengan lingkungan, sangat berguna untuk menghindari predator. Terutama, bagi hewan yang memiliki kerentanan tinggi dan sulit mempertahankan diri dari serangan.

Hewan yang cukup populer dengan kemampuan kamuflasenya, yaitu bunglon, yang dapat mengubah warna tubuhnya. Ada pula scorpionfish dan katak daun, yang mampu berubah penampilan sesuai dengan lingkungannya. Beberapa spesies lain pun berkamuflase dengan bentuk yang menyerupai komponen alam, seperti phasmida yang nampak laiknya ranting tanaman.

Dan, meski jarang diketahui, zebra dalam kawanan sebenarnya juga tengah berupaya untuk mengelabui predator. Karena, bagi seekor singa, kawanan zebra hanya terlihat seperti kumpulan garis hitam-putih, alih-alih santapan lezat.

cara hewan beradaptasi dengan lingkungannya, cara adaptasi hewan belalang, bagaimana cara hewan adaptasi, cara hewan beradaptasi dan contohnya, cara adaptasi hewan dan contohnya, cara adaptasi hewan dan tumbuhan, nama hewan dan cara beradaptasi, cara adaptasi hewan dan gambarnya, cara adaptasi hewan tersebut adalah, contoh cara adaptasi hewan, adaptasi yang dilakukan hewan, bagaimana cara adaptasi hewan berikut, cara adaptasi hewan dengan lingkungannya, cara adaptasi hewan dan contohnya, hewan dan cara adaptasi

5. Hibernasi

Bangun dan mencai makanan selama musim dingin, bukanlah ide yang bagus bagi sebagian spesies. Maka, hibernasi menjadi solusi. Selama berhibernasi, mereka tidak aka kedinginan, dan dapat bertahan hidup dalam kondisi yang buruk, dengan kelangkaan sumber daya.

Baca Juga:   Daftar Hewan Nasional Negara Asean

Spesies hewan yang melakukan hibernasi, antara lain: tupai, kelelawar, landak, dan beruang. Sebagian spesies, seperti beruang hitam Amerika, berhibernasi musim dingin, namun dapat terbangun dengan mudah. Sementara yang lainnya, akan memasuki keadaan mati suri dan sulit untuk dibangunkan selama hibernasi berlangsung.

6. Menyimpan Cadangan Makanan

Bagi hewan yang tinggal di wilayah dengan kelangkaan sumber daya dalam jangka waktu yang lama, kemampuan untuk menyimpan cadangan lemak dan air dalam tubuh, menjadi penentu keberlangsungan hidup.

Contoh paling menakjubkan terkait konservasi sumber daya ini, ditunjukkan oleh unta Baktria. Mereka memiliki dua punuk, dan hidup pada area berbatu dan gersang di wilayah Asia Tengah dan Timur, dengan suhu sekitar -29°C di musim dingin dan 38°C di musim panas.

Untuk bertahan dalam lingkungan yang eksrem ini, unta Baktria memiliki punuk untuk menyimpan cadangan lemak, yang dapat menjadi energi dan air saat kondisi tidak mendukung. Mereka pun tidak dapat berkeringat, hingga suhu tubuh mereka bisa mencapai 40°C.

7. Menampakkan Ukuran yang Lebih Besar

Terdapat banyak spesies hewan yang berupaya nampak lebih besar untuk menakut-nakuti predator. Dan, ikan buntal menjadi salah satu yang paling populer terkait adaptasi ini.

Ketika merasa terancam, ikan buntal memompa udara atau air ke dalam perutnya yang sangat elastis, hingga nyaris berbentuk bola dengan duri dan sisik yang menonjol. Meski sulit untuk bergerak, predator tidak dapat memakan mereka dalam kondisi tersebut.

8. Rambut Tebal

Umumnya, manusia menganggap rambut sebagai unsur dekoratif yang cukup penting. Namun, alih-alih memedulikan aspek estetika, sebagian besar mamalia di alam liar cenderung membutuhkan rambut di sekujur tubuh mereka untuk bertahan hidup.

Misalnya, spesies yang tinggal di lingkungan beriklim dingin, seperti Musk oxen atau sapi kesturi. Rambut yang tebal dan menjuntai menjadi bentuk adaptasi mereka terhadap habitatnya yang sangat dingin di tundra Alaska.

Rambut tebal tersebut menjadi pelindung dari suhu ekstrem di musim dingin yang rata-rata bisa mencapai -34°C. Sementara di musim panas, rambut-rambut sapi kesturi pun rontok ketika suhu berkisar antara 4-10°C.

Baca Juga:   Cara Hewan Berkembang Biak dan Contohnya

9. Persiapan

Untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, bentuk adaptasi mereka amat bergantung pada kesiapan dari penanggung jawab atau pemiliknya.

Misalnya, ketika mengajak anjing berjalan-jalan di taman. Pemilik anjing wajib membawa perlengkapan, seperti tali penuntun, wadah kotoran, handuk, dan air yang cukup banyak. Seluruhnya, untuk berjaga-jaga dan memastikan bahwa kebutuhan anjing tetap terpenuhi, meski berada di luar tempat tinggalnya.

Hanya saja, akan lebih baik jika pemilik anjing tidak membawa makanan, karena akan menjadi incaran anjing-anjing lain.

10. Parasitisme

Ada induk hewan yang dengan senang hati merawat anak-anaknya sendiri. Namun, nyatanya ada pula spesies yang meletakkan anak-anaknya di sarang hewan lain.

Perilaku semacam ini ditunjukkan oleh burung kukuk yang populer atas kebiasaan mereka melakukan parasitisme sarang. Mereka bertelur di sarang burung lain, dan membiarkan anak-anak mereka diasuh oleh induk dari spesies burung lainnya.

Dan, tidak sekadar menjadi penyusup, anak-anak burung kukuk yang berukuran relatif besar, bersikap lebih agresif daripada anakan yang memiliki sarang. Dalam perebutan makanan, anak-anak burung yang lebih lemah akan mati. Bahkan, ada kalanya anak burung kukuk akan mendorong telur atau anak burung lain untuk keluar dari sarang.

B. Adaptasi dan Konservasi

Selain 10 cara adaptasi hewan yang telah disebutkan di atas, masih ada beragam modifikasi fisik dan perilaku lainnya, yang terjadi di dunia animalia.

Termasuk pula, adaptasi struktural, seperti burung dengan sayapnya dan postur tubuh cheetah yang membuatnya dapat berlari begitu kencang. Ada juga yang memiliki mekanisme khusus pada sirkulasi dan pernapasannya, hingga dapat tinggal di habitat yang tidak mendukung, seperti ikan cupang, mudfish, dan sebagainya.

Namun, meski masing-masing spesies memiliki potensi untuk beradaptasi dalam menghadapi dinamika lingkungan, kita harus memahami bahwa seluruh komponen alam senantiasa terkait satu sama lain. Segala perubahan yang terjadi pada suatu populasi, dapat memengaruhi ekosistem dan spesies lain yang hidup di sekitarnya, termasuk manusia.

Maka, sembari beradaptasi dengan segala perubahan, kita pun tetap wajib memprioritaskan keseimbangan dan konservasi sumber daya alam. Karena, ada spesies hewan dan tumbuhan yang mempunyai hak serupa dalam menikmati daya dukung lingkungan, serta habitat alami yang tetap lestari.

error: