Home » Kucing » Panduan Ringkas: Cara Memberi Makan Anak Kucing

Panduan Ringkas: Cara Memberi Makan Anak Kucing

daftarhewan.com. Tips Memberi Makan Anak Kucing. Memelihara anak kucing yang menggemaskan, dapat memberi kebahagiaan, sekaligus kekhawatiran. Anak-anak kucing tampak begitu rentan dan rapuh, sehingga kerap menimbulkan pertanyaan, “Apakah mereka akan berkembang dengan baik? Bagaimana cara memastikan agar anak kucing tumbuh menjadi kucing dewasa yang sehat?”.

cara memberi makan kucing anakan, cara memberi makan anak kucing, cara memberi makan anak kucing tanpa induk, bagaimana cara memberi makan anak kucing, cara memberi makan anak kucing kampung, cara memberi makan anak kucing kecil, cara memberi makan anak kucing 2 minggu

Anak kucing sedang makan – via : mycoffeepot.org

Hmm … untuk menghilangkan kekhawatiran, kamu perlu mempelajari cara merawat anak kucing dengan lebih saksama. Apalagi, setelah berusia 4 minggu, secara bertahap mereka akan disapih, dan mulai beralih ke makanan khusus anak kucing. Apabila kamu ingin memelihara kucing sedari bayi, pelajari dulu jenis makanan dan cara pemberian makanan yang tepat bagi mereka. Apa saja yang harus kamu ketahui tentang pemberian makanan pada anak kucing? Simak tanya jawab berikut ini!

Aturan memberi makan anak kucing

1. Apa yang membedakan kebutuhan nutrisi anak kucing dengan kucing dewasa?

Berat anak kucing akan naik hingga dua—tiga kali lipat dalam beberapa minggu pertama setelah dilahirkan. Maka, untuk mendukung pertumbuhan eksplosif dan aktivitasnya yang tinggi, anak kucing akan membutuhkan energi tiga kali lebih besar dari kebutuhan energi kucing dewasa.

Kebutuhan energi yang tinggi, menyulitkan anak kucing untuk mendapatkan kalori yang cukup dalam satu kali makan. Sehingga, sebagian besar anak kucing butuh dan ingin makan, setidaknya tiga atau empat kali sehari.

Baca Juga:   Daftar Nama Kucing Korea Beserta Artinya

Kebutuhan anak kucing atas lemak, beberapa asam lemak, dan berbagai vitamin, sama dengan kucing dewasa. Namun, anak kucing membutuhkan asupan protein, asam amino, mineral, dan beberapa vitamin, dalam jumlah yang lebih tinggi, dengan 30% energi berasal dari protein.

Karena itu, sebagian besar ahli menganjurkan agar anak-anak kucing mengonsumsi makanan yang diformulasikan khusus, hingga mereka berusia 1 tahun. Namun, kamu perlu lebih selektif. Meski beberapa produk makanan kucing mengklaim telah sesuai untuk anak kucing dan kucing di segala usia, klaim tersebut tidak benar hingga terbukti oleh uji pemberian makan.

Selain itu, pastikan kamu menyediakan banyak air minum, untuk menjaga kucing tetap sehat, baik anak kucing maupun kucing dewasa.

2. Bagaimana cara mengetahui kualitas dari makanan anak kucing?

Mindy Bough, dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA) menekankan pentingnya makanan anak kucing berkualitas tinggi. Tidak direkomendasikan memilih makanan kucing curah atau merek abal-abal. Ada baiknya, kamu memilih merek terkemuka yang kerap mendapat rekomendasi dari dokter hewan, karena telah terbukti baik bagi kesehatan anak kucing.

Di sisi lain, untuk memastikan kualitas dari produk makanan anak kucing, kamu juga perlu memeriksa label yang tertera pada kemasan. Setidaknya, label pada kemasan produk menunjukkan  bahwa kandungan nutrisi pada makanan kucing telah memenuhi standar dari AAFCO (Association of America Feed Control). Dan, apabila terdapat keterangan bahwa nutrisi telah lengkap dan seimbang, maka anak kucing kamu tidak lagi memerlukan nutrisi tambahan dari suplemen mineral atau vitamin, kecuali telah mendapat anjuran dari dokter hewan.

Ada baiknya, kamu berhati-hati apabila ingin membuat makanan kucing sendiri. Karena, tanpa formulasi dari ahli gizi yang kredibel, besar kemungkinan terdapat ketidakseimbangan mineral, yang bisa meningkatkan risiko hiperparatiroidisme. Kondisi ini umum terjadi pada anak kucing yang tengah mengalami pertumbuhan sangat pesat.

Baca Juga:   Kenapa Kucing Suka Menggigit Pemiliknya?

Lebih lanjut, setelah praktik pemberian makan dalam jangka waktu tertentu, kamu perlu meninjau kembali. Jika kamu telah memberikan nutrisi yang tepat, pastikan anak kucing dalam kondisi yang sehat, lincah, mengalami kenaika berat badan yang stabil, serta memiliki bulu yang bersih dan berkilau. Jika tidak, konsultasikan pada dokter hewan, mengenai perubahan pola makan atau adanya masalah kesehatan.

3. Apa jenis makanan yang dibutuhkan oleh anak kucing, basah atau kering?

Anak kucing yang masih sangat muda memiliki gigi yang sangat kecil dan tidak bisa mengunyah makanan kering dengan baik. Maka, anak kucing akan membutuhkan makanan basah kalengan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Kamu dapat mengkombinasikan keduanya, dengan memberikan makanan basah dua kali sehari. Namun, jika kamu hanya memberi makanan basah, berikan setidaknya empat kali sehari.

tips memberi makan anak kucing, memberi makan anak kucing persia, memberi makan bayi kucing, aturan memberi makan anak kucing, alat untuk memberi makan anak kucing, cara memberi makan anak kucing hutan, jadwal memberi makan anak kucing, cara memberi makan anak kucing kecil, kapan memberi makan anak kucing, cara memberi makan anak kucing 2 minggu, cara memberi makan pada anak kucing, anak kucing diberi makan kering

Tips memberi makan anak kucing – via : citizen.co.za

4. Bagaimana penyesuaian jika hendak beralih ke produk makanan kucing yang lain?

Meski sering kali mendapat cap sebagai “picky eater”, anak kucing dapat kamu latih sedari kecil agar lebih fleksibel dengan makanan. Perkenalkan aneka tekstur dan rasa pada anak kucing sejak dini, agar ia terbiasa dengan makanan yang beragam.

Dan, apabila kamu hendak menawarkan makanan baru, sebaiknya kamu tidak mencampurnya dengan makanan lama. Karena, apabila kucing tidak menyukai rasa makanan baru, bisa jadi seluruh makanan akan tertolak.

Akan lebih baik, jika kamu menawarkan makanan baru pada wadah yang terpisah dari makanan lama. Secara bertahap, sajikan makanan lama dengan porsi yang lebih kecil dibandingkan makanan baru. Dengan begitu, anak kucing akan terdorong untuk mencoba makanan baru karena masih merasa lapar.

Yang perlu kamu perhatikan, perubahan makanan yang tiba-tiba dapat menyebabkan sakit perut dan ketidakpuasan makan pada anak kucing. Jadi, kamu perlu melakukan transisi ke makanan baru, setidaknya selama empat—tujuh hari.

Baca Juga:   Daftar Nama Kucing Lucu untuk Jantan dan Betina

5. Apa metode terbaik untuk memberi makan anak kucing?

Kucing muda perlu diberi makan lebih sering, dibandingkan kucing dewasa. Bahkan, sah-sah saja jika kamu ingin menerapkan free feeding, atau menyediakan makanan selanjang hari, tanpa jadwal tertentu, kemudian beralih ke meal feeding yang terjadwal dan lebih teratur ketika anak kucing berusia 4—6 bulan.

Pada anak kucing, free feeding berguna untuk mengurangi distensi lambung akibat makan terlalu cepat. Metode ini juga cukup membantu bagi anak kucing yang berat badannya kurang atau tumbuh dengan lambat.

Namun, tentu saja, free feeding bukan pilihan terbaik untuk anak kucing yang kelebihan berat badan atau obesitas. Untuk anak kucing dengan kondisi ini, pemberian makanan yang terukur dan terjadwal akan menjadi pilihan yang lebih baik. Karena, meski anak kucing membutuhkan energi yang besar, makan secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah serius. Lagipula, mencegah obesitas tentu lebih mudah dibandingkan mengatasinya ketika sudah terjadi.

6. Apakah ada pantangan makan bagi anak kucing?

Anak kucing boleh diberi cemilan, dengan kandungan kalori yang tidak lebih dari 10% total kebutuhan kalori harian. Namun, bukan berarti kamu bisa seenaknya memberikan makanan sisa pada mereka.

Karena, anak kucing sebaiknya tidak mengonsumsi makanan berikut ini:

  • Daging atau hati mentah, yang berisiko mengandung parasit dan bakteri berbahaya.
  • Telur mentah yang berisiko mengandung Salmonella, serta dapat mengurangi penyerapan vitamin B, sehingga menyebabkan masalah kulit dan rambut.
  • Ikan mentah, yang dapat menyebabkan defisiensi vitamin B, kehilangan nafsu makan, kejang, bahkan kematian.
  • Susu, yang dapat menyebabkan diare pada anak kucing yang telah disapih, karena mereka tidak lagi memiliki enzim yang dibutuhkan untuk mengurai laktosa.
  • Bawang, bawang putih, coklat, kopi, teh, kismis, dan anggur, juga dapat menjadi racun bagi anak kucing, maupun kucing dewasa.
error: