Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus Ketika Anakan

daftarhewan.com. Cara memilih ikan koi yang bagus. Tidak semua pecinta ikan mempunyai kolam besar untuk memelihara ikan koi. Lalu memilih koi yang kecil saja. Jadi kolamnya juga cukup kolam kecil. Bagaimana memilih koi kecil yang masih muda dan yang baik?

Akhir-akhir ini pecinta koi lebih banyak membeli koi yang masih muda atau koi anakan daripada koi dewasa. Di samping hanya membutuhkan kolam kecil, koi muda itu jelas lebih murah. Pertumbuhannya sejak kecil hingga dewasa dapat diamati, menarik sekali. Kalaupun koi mati, resiko yang dipikul tidak terlalu berat.

cara memilih ikan koi yang bagus, cara memilih ikan koi, cara memilih ikan koi anakan yang bagus, cara memilih anak ikan koi yang bagus, memilih ikan koi yang bagus, memilih ikan koi yg bagus, tips memilih ikan koi, cara memilih ikan koi berkualitas, memilih ikan koi kecil, cara memilih ikan koi kohaku yang bagus

Koi anakan – via : airsehatshop

Apa Kriteria Koi Muda yang Bagus?

Koi dibilang muda jika usianya tidak lebih dari dua tahun. Ukuran badannya sekitar 10 – 25 cm. Pertumbuhan koi yang baik menurut seorang pengusaha dan pecinta koi, sekitar 10 cm setiap tahun. Koi muda juga bisa dilihat dari sisik yang nampak muda, halus, serta warna yang muda (samar-samar). Harganya di pasaran berkisar antara Rp. 85.000,00 sampai Rp. 100.000,00.

Baca Juga:   Ikan Koi Kohaku yang Bagus dan Terbaik

Jenis-jenis koi muda yang ada di Indonesia biasanya di bagi menjadi tiga kelompok, yaitu : koi impor, turunan dan lokal.

Koi impor biasanya berasal dari Jepang dan taiwan. Koi yang sudah diternakkan di sini, anaknya (turunannya), sebenarnya lebih baik daripada induknya. “Ini karena koi turunan sudah beradaptasi dengan lingkungan tropis”

Koi turunan yang banyak dijual pedagang ikan hias, merupakan turunan dari induk impor dengan induk lokal. Agak sulit membedakan koi turunan dari koi lokal, karena keduanya hampir serupa.

Namun, koi turunan mempunyai bentuk badan agak bulat. Kepalanya agak pendek dibandingkan koi impor. Agaknya itu sifat yang diwarisi dari induk koi lokal, dengan ikan mas biasa (Cyprinus carpio) yang sebenarnya masih satu jenis, hanya saja koi lebih panjang badannya, dengan warna lebih mencolok daripada ikan mas biasa. Warna koi lokal dan turunan, biasa metalik polos, metalik dua warna dan metalik tiga warna.

Baca Juga:   8 Penyakit Ikan Koi yang Paling Sering Terjadi

Pewarnaan pada tubuh koi muncul secara bertahap. Semakin dewasa, warnanya semakin jelas. Apabila warna telah muncul secara optimal, maka semakin tua koi itu, warnanya semakin pudar. “Jadi, apabila ada perlombaan warna ikan koi, tidak mungkin seekor koi dapat menjadi juara dua kali”.

Koi muda yang baik mempunyai warna dasar putih, dengan warna merah yang tipis (samar-samar). Kalau ada warna hitam, hitamnya hanya sedikit terletak di bawah tubuhnya. Jenis-jenis koi yang ada di Indonesia di antaranya adalah Kohaku (warna putih merah), Taishosanke (warna putih, merah dan hitam). Ohgon (polos kuning keemasan).

Kriteria lain untuk koi yang baik menurut penggemar ikan koi, cara memilih ikan koi anakan yang bagus adalah perhatikan bentuk badannya yang seperti torpedo, kekar dengan kepala yang panjang ke bawah. Jika berenang tidak pernah bertabrakan.

Baca Juga:   Tips Membuat Kolam Ikan Koi yang Bagus, Baik dan Benar

Memelihara ikan koi kecil atau yang masih muda, gampang-gampang susah. Pasalnya, di samping air harus jernih, airnya juga harus banyak mengandung oksigen. Koi tidak tahan hidup dalam air ledeng, karena banyak mengandung kaporit, sebaiknya menggunakan penyaring dan aerator untuk air kolamnya.

cara memilih ikan koi anakan yang bagus, cara mencerahkan warna ikan koi, cara memunculkan warna ikan koi, cara membuat warna ikan koi lebih cerah, cara mencerahkan warna koi, cara agar warna koi cerah

Cara memilih ikan koi anakan yang bagus – via : swastikoi

Cara Mencerahkan Warna Ikan Koi

Koi kecil atau yang masih muda mau makan apa saja. Baik makanan alami seperti cacing, kepiting, udah renik dan ganggang, maupun makanan buatan seperti pellet dan dedak. Ganggang yang tumbuh melimpah di kolam-kolam atau sungai tropis, mengandung pigmen warna yang mendorong pembentukan warna ikan koi. Sedang yang terdapat di kolam-kolam di luar daerah tropik, seperti Jepang misalnya, tidak demikian.

Namun, karena air kolam harus tetap jernih, ganggang untuk makanan koi muda itu tidak boleh terlalu banyak sampai mengeruhkan air kolam. Ganggang ini dibiakkan sebagai hasil kultur di tempat lain, lalu dikeringkan. Inilah yang diberikan sebagai makanan pellet.

error: