Home » Hewan Ternak » Cara Mengatasi Limbah Kotoran Ternak Ayam, Sapi, Kambing dll

Cara Mengatasi Limbah Kotoran Ternak Ayam, Sapi, Kambing dll

daftarhewan.com. Seperti yang sudah Anda ketahui pada umumnya, di mana-mana limbah merupakan sisa yang bisa menimbulkan berbagai macam polusi, baik poluisi air, tanah, maupun udara. Tidak jauh berbeddaa pula dengan limbah kotoran ternak, jika tidak ditangani dengan baik, maka tetaap saja akan menjadi polusi yang bisa merusak ekosistem alam.

cara mengatasi limbah kotoran ternak, penanganan limbah peternakan adalah, penanganan limbah cair ternak ruminansia, penanganan limbah cair peternakan, cara penanganan limbah ternak, cara mengatasi limbah peternakan, cara mengatasi pembuangan limbah peternakan, bagaimana cara mengatasi limbah peternakan

Limbah kotoran ternak bisa berwujud sisa pakan, air seni, maupun kotoran bisa juga menyebabkan bau yang tidak sedap sehingga bisa mengusik kenyamanan Anda. Hal tersebut sudah merupakan salah sau wujud polusi udara yang disebabkan oleh limbah yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda yang memiliki hewan ternak untuk mengetaahui cara penanggulangan limbah kotoran dengan baik.

Ketika limbah kotoran ternak mendapatkan penanganan yang baik dan tepat, maka, limbah tersebut justru akan mempunyai daya guna bagi warga masyarakat sekitar, terutama bagi Anda sebagai pemilik ternak tersebut. Oleh karena itu, akan segera kami ulas mengenai cara penanganan limbah kotoran ternak, baik ayam, sapi, maupun jenis-jenis ternak lainnya.

Pengolahan Limbah Kotoran Ternak

Seperti yang sudah tertulis di atas, limbah kotoran ternak bisa menyebabkaan berbagai macam polusi yang akan sangat merugikan jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Selain itu, limbah kotoran ternak juga bisa menyebaabkan gangguan kesehatan bagi manusia yang berada di dekat polusi yang diakibatkan oleh limbah kotoran tersebut. Nah, untuk menambah pengalaman dan wawasan Anda, berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mengolah limbah kotoran ternak.

Pengolahan Kotoran Ternak Menjadi Biogas yang Bermanfaat

Alternatif pertama yang bisa Anda coba lakukan adalah dengan melakukan pengolahan terhadap limbah kotoran ternak milik Anda menjadi biogas. Seperti yang sudah Anda ketahui, istilah biogas sidah barang tentu memiliki manfaat bagi manusia sekaligus bisa mengurangi dampak negaatif dari polusi yang disebabkan oleh limbah kotoran ternak tersebut.

Baca Juga:   Domba Merino, Karakteristik dan Asal-Usulnya

Gas yang merupakan hasil dari proses kedap udara (anaerob) atau lebih sering dikenal dengan istilah biogas bisa dibuat dengan memanfaatkan berbagai macam jenis limbah, di antaranya yaitu lombah kotoran ternak, limbah rumah tangga, bahkan bisa juga dari limbah kotoran manusia. Jadi, bukan hanya limbah kotoran ternak saja yang bisa Anda manfaatkan sebagai bahan biogas, tapi bisa juga dengan menggunakan limbah jeniss lainnya.

penanganan limbah industri peternakan, penanganan limbah pakan ternak, penanganan limbah ternak unggas pedaging, penanganan limbah ternak sapi perah, penanganan limbah peternakan pdf, penanganan limbah ternak sapi, penanganan limbah peternakan sapi, penanganan limbah peternakan unggas

 

Proses pembuatan biogas tersebut nantinya akan memanfaatkan bantuan mikroorganisme sehingga pada hasil akhirnya, terbentuklah beberpa unsur mulai dari karbondioksida, hydrogen, uap air, dan masih banyak lagi komponen biogas lainnya. Biasanya, biogas tersebut akan digunakan oleh orang-orang pada umumnya untuk memasak dan sebagai pemanas juga. Jadi, akan sangat bermaanfaat, bukan?

Cara Pembuatan Biogas

Untuk mengetahui cara mengatasi limbah kotoran aneka ternak baik ayam maupun sapi, kambing, domba dan semua ternak, tentu saja Anda perlu mengetahui proses pendaurulangan limbah tersebut. Salah satunya yaitu cara pembuatan biogas sebagai salah satu alternatif yang bisa Anda coba lakukan.

Hal pertama yang harus Anda lakukan  sebelum memulai proses pembuatan biogas adalah menyiapkan alat instalasi biogas yang nantinya akan menjadi tampungan gas metan dari hasil proses pengolahan limbah kotoran ternak Anda. Anda bisa membuatnya mandiri dengan mengunakan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu bata, dan komponen bahan bangunan lainnya.

Setelah alat instalasi biogas tersebut jadi, tersedia, dan siap digunakan, proses pertama dalam pembuatan biogas adalah dengan melakukan pencampuran kotoran dengan air biasa. Proses tersebut menggunakan perbandingan 1:1 sehingga nantinya campuran tersebut akan berwujud seperti lumpur. Anda bisa membuat campuran tersebut di dalam bak tampungan sementara, dan ketika campuran sudah siap, Anda bisa memasukkannya ke dalam instalasi biogas.

Baca Juga:   10 Jenis Kelinci Pedaging Unggul Beserta Gambarnya

Proses selanjutnya adalah memasukkan campuran kotoran dengan air yang sudah menjadi lumpur tadi ke dalam instalasi biogas. Pada proses ini, dibutuhkan sedikit lebih banyak kotoran ternak untuk memenuhi instalasi biogas yang sudah Anda buat di awal tadi. Untuk memudahkan proses memasukkan campuran kotoran dan air yang sudah menjadi lumpur tersebut, Anda bisa membuka kran bagian atas instalasi biogas tersebut.

pengolahan limbah kotoran ternak,pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas, pengolahan limbah kotoran sapi, pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik pdf, penanganan limbah kotoran sapi, pengelolaan limbah kotoran sapi, pengolahan limbah kotoran hewan, cara mengatasi limbah kotoran ternak, cara mengatasi limbah kotoran sapi, jurnal pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, jurnal pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas, limbah kotoran ternak

Pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas

Nah, selanjutya, Anda bisa mulai memasukkan bakteri sebaanyak  1 liter ke dalam insttalasi biogas tersebut. Setelah itu, Anda bisa memasukkan isi rumen segar sebaanyak 5 karung yang bisa Anda dapatkan dari rumah potong hewan. Setelah penuh, pastikan Anda melakukan penutupan kran gas agar segera terjadi proses fermentasi. Jangan sampai Anda lupa melakukan penutupan kran karenaa akan berdaampak pada proses fermentasi tersebut.

Selanjutnya, akan terjadi proses fermentasi, tapi perlu Anda ketahui bahwa gas yang sudah berhasil terbentuk dari hari pertama hingga nanti pada hari ke 8 harus Anda buang karena mengandung karbon dioksida. Jadi, pastikan Anda membuang gas tersebut. Selanjutnya, pada hari ke 9 smpai dengan hari ke 14 baru akan terbentuk gas metan, jadi, biogas yang bisa Anda gunakan adalah biogas yang terbentuk mulai setelah hari ke 14.

Salah satu cara untuk menangani limbah kotoran ternak baik ayam maupun sapi dan semua ternak adalah dengan mengolah limbah kotoraan tersebut menjadi biogas. Nah, seperti yang sudah Anda ketahui di atas, fermentasi biogas tersebut tentu saja ramah ligkungan dan tidak akan membahayakan kesehatan manusia lain. Selain itu, hasil akhir biogas nantinya pun tidak akan berbau tidak enak seperti ketika masih menjadi lomah kotoran ternak.

Baca Juga:   Jenis Sapi Potong Lokal Asli Indonesia

Selain tidak merugikan bagi kesehatan, biogas juga bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena selain dimanfaatkan untuk pemanas, biogas bisa juga dimanfaatkan untuk bahan bakar kendaaraan dan pembangkit listrik. Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan untuk tidak melakukan pemanfaatan limbah kotoran ternak Anda menjadi biogas yang sangat bermanfaat ini.

Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Kotoran Ternak

Cara untuk menangani limbah kotoran ternak baik ayam maupun sapi dan kotoran lainnya setelah melakukan pendaurulangan menjadi biogas adalah diolah menjadi pupuk kompos. Nah, kalua cara yang satu ini pasti akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan pupuk untuk tanamannya.

Sama seperti proses pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas, proses pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos juga membutuhkan bantuan mikroorganisme untuk memecahkan bahan-ahan organik tersebut. Jadi, Anda harus menyiapkan mikroorganisme yang nantinya akan embantuk proses pengomposan tersebut.

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk proses pengomposan, yakni dengan meggunakan oksigen atau bisa juga dengan tanpa menggunakan oksigen. Namun, biasanya proses pengomposan dengan tanpa menggunakan oksigen tidak dilakukan karena menimbulkan bau yang tidak sedap dan akan menimbulkan polusi udara.

Dua cara untuk menangani limbah kotoran ternak baik ayam maupun sapi dan semua ternak di atas bisa Anda coba aplikasikan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah kotoran ternak. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan dan mengambil nilai ekonomis dari proses pegolahaan limbah tersebut.

error: