Home » Kucing » Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir Tanpa Induk

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir Tanpa Induk

daftarhewan.com. Tips merawat kucing tanpa induk. Untuk bertahan hidup, anak-anak kucing yang masih bayi membutuhkan limpahan perhatian dan kasih sayang. Maka, apabila induk mereka tidak ada, karena menelantarkan atau sengaja dipisahkan atas berbagai alasan, Anda perlu mencurahkan tenaga ekstra jika hendak merawat bayi-bayi kucing tersebut.

Tidak mudah, tentu saja. Namun, Anda tak perlu khawatir. Selama praktik pemberian makan dilakukan dengan benar dan penuh cinta, anak-anak kucing pun akan tumbuh dengan optimal.

Panduan Ringkas Merawat Anak Kucing yang Ditinggal Induknya

Nah, bagaimana cara memberi makan kucing yang baru lahir dengan baik dan benar? Berikut ini panduan ringkas yang dapat Anda jadikan acuan:

perawatan bayi kucing tanpa induk, memelihara bayi kucing tanpa induk, cara merawat bayi kucing tanpa induk, cara merawat kucing tanpa induk, cara memelihara kucing tanpa induk, cara mengurus kucing tanpa induk, cara membesarkan kucing tanpa induk, cara merawat anak kucing tanpa induk, cara menenangkan bayi kucing tanpa induk, cara merawat anak kucing tanpa ada induknya, cara merawat anak kucing dan induknya, makanan kucing kecil tanpa induk, merawat kucing kecil tanpa induk, anak kucing kampung tanpa induk, cara merawat anak kucing tanpa induk nya

Mengurus kucing tanpa induk

A. Menyiapkan Peralatan dan Makanan yang Tepat

Bayi kucing membutuhkan perlakuan khusus dan nutrisi yang berbeda dengan kucing dewasa. Karena itu, sebelum memberi makan, Anda perlu mengetahui tentang peralatan dan makanan yang tepat untuk kucing yang baru lahir. Berikut ini poin-poin yang perlu Anda cermati:

1. Pilih produk susu formula khusus bayi kucing

Lambung anak kucing yang baru lahir masih sangat lemah. Meski kita sebut “makan”, sebenarnya mereka hanya minum susu selama periode tertentu. Maka, Anda perlu memilih produk kitten milk replacement (KMR), yaitu susu yang diformulasikan khusus untuk menggantikan air susu induk kucing.

Beberapa produk susu formula khusus bayi kucing yang terbaik, antara lain Whiskas, GimCat, Pet Lac, Beaphar, Nutri-Vet, Hartz, dan Royal Canin. Produk-produk tersebut telah mengandung nutrisi yang dibutuhkan anak-anak kucing, serta dapat Anda temukan dengan mudah di toko hewan peliharaan.

Dan, perlu diperhatikan, Anda tidak boleh memberikan susu sapi, susu kambing, serta segala jenis susu nabati dan “susu kucing abal-abal”karena dapat menyebabkan diare dan dehidrasi pada kucing yang masih sangat muda.

Baca Juga:   20 Daftar Jenis Kucing Paling Mahal di Dunia, Ada Em-eman!

2. Hindari pemberian susu formula buatan sendiri

Demi keselamatan bayi-bayi kucing, ada baiknya Anda tidak berkreasi dengan susu formula buatan sendiri. Karena, sistem pencernaan bayi kucing begitu sensitif dan kesalahan campuran sedikit saja, dapat berakibat kurang baik bagi kesehatan mereka. Dengan kata lain, produk komersial yang telah diformulasikan oleh para ahli, merupakan pilihan yang paling aman.

Namun, lain cerita apabila Anda tidak memiliki akses terhadap susu formula khusus bayi kucing.Dalam situasi darurat, Anda dapat mendidihkan susu yang paling rendah laktosa, kemudian hangatkan, dan diberikan pada kucing, untuk mencegah dehidrasi.

3. Siapkan botol susu untuk bayi kucing

Umumnya, di toko hewan peliharaan, tersedia botol susu yang dirancang khusus untuk bayi kucing. Lubangi botol dengan jarum yang telah dipanaskan, atau gunting dengan sangat hati-hati. Karena, Anda membutuhkan lubang yang sangat kecil untuk mengeluarkan setetes atau dua tetes susu, agar bayi kucing tidak tersedak.

4. Spuit sebagai alternatif peralatan makan

Anak kucing yang baru lahir, sering kali hanya minum sedikit dan belum paham cara menyedot susu dari botol. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan spuit untuk memberinya asupan lebih banyak. Namun, pastikan Anda menggunakan spuit baru setiap waktu makan, karena spuit bekas bisa berpotensi bahaya bagi anak kucing, terutama jika aliran susu tersendat-sendat. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan pipet, yang bisa Anda dapatkan di apotek atau toko bahan kimia.

5. Sterilisasi peralatan makan

Segera lakukan sterilisasi, setelah Anda membeli botol susu, spuit, atau pipet. Masukkan seluruh peralatan dalam air panas atau mendidih, untuk membunuh bakteri atau kuman. Anda juga perlu mencuci peralatan setelah memberi makan, dan melakuan sterilisasi setidaknya satu kali sehari.

B. Cara Memberi Susu yang Baik dan Benar untuk Bayi Kucing

Setelah peralatan siap, Anda perlu memahami langkah-langkah pemberian susu formula yang baik dan benar, agar anak kucing bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dan adekuat. Bagaimana caranya?

anak kucing tanpa induk, merawat kucing tanpa induk, bayi kucing tanpa induk, merawat kucing tanpa induknya, memelihara kucing tanpa induk, merawat anak kucing tanpa induk, menyusui anak kucing tanpa induk, mengurus anak kucing tanpa induk, menemukan anak kucing tanpa induk, memelihara anak kucing tanpa induk, makanan anak kucing tanpa induk, merawat bayi kucing tanpa induk, makanan bayi kucing tanpa induk, mengurus bayi kucing tanpa induk, kucing baru lahir tanpa induk

Menyusui anak kucing tanpa induk – via : wattpad.com

1. Seduh susu formula khusus bayi kucing (KMR)

Setiap produksusu formula khusus bayi kucing, biasanya mencantumkan instruksi pembuatan dan keterangan tentang volume air yang dibutuhkan untuk mendapatkan campuran ideal. Maka, pastikan Anda tidak menerka-nerka, dan ikuti petunjuk dari masing-masing kemasan produk, agar kucing memperoleh asupan yang sesuai.

Selain itu, kondisikan agar susu tetap hangat, pada 35°C atau suhu tubuh, dan uji kecukupan suhu dengan menempelkan wadah susu di lengan Anda. Untuk menjaga kandungan dan kesegaran susu, seduh susu formula ketika memasuki waktu makan, dan singkirkan susu jika masih tersisa setelah 3 jam.

Baca Juga:   11 Jenis Kucing Peliharaan Berukuran Besar

2. Ketika makan, pegang bayi kucing dengan benar

Saat Anda hendak menyuapi bayi kucing, pegang ia secara horizontal dengan posisi perut lebih rendah dari kepala. Anda tidak boleh memberi makan bayi kucing dalam posisi tengkurap atau posisi kepala lebih rendah, karena dapat mengakibatkan bayi kucing tersedak, atau membuat susu memasuki saluran pernapasan. Sebagai gambaran, Anda dapat membayangkan posisi anak-anak kucing ketika menyusu langsung dari induknya.

3. Pastikan bayi kucing menelan susu yang Anda berikan

Anda boleh menyuapi bayi kucing menggunakan botol susu, spuit, atau pipet. Yang terpenting, kucing menerima susu dalam volume yang cukup.Letakkan jari pada tenggorokan kucing, untuk memantau apakah ia menelan dengan baik.

Selain itu, periksa aliran susu dari botol. Usahakan agar tetap lambat dan stabil, karena debit aliran yang terlalu kuat, akan menyebabkan bayi kucing tersedak dan membuat susu keluar dari lubang hidung. Jika hal ini terjadi, hentikan pemberian susu dan biarkan anak kucing istirahat selama beberapa menit, sembari Anda mengatur ulang aliran dari botol susu.

4. Berikan susu secukupnya dan tidak berlebihan

Anda perlu tahu kebutuhan nutrisi harian bagi anak-anak kucing, agar tidak berlebihan saat memberi mereka susu. Dalam pekan pertama, berikan 32 ml susu per hari, yang dibagi menjadi volume-volume kecil setiap 2-4 jam. Kemudian, tingkatkan volume susu secara bertahap hingga mencapai 80 ml pada pekan ketiga dan 100 ml di pekan keempat.

Umumnya, anak kucing yang baru lahir menyusu selama 5-10 menit dalam satu sesi. Namun, Anda juga dapat mencermati dan mengikuti informasi yang tertera pada kemasan produk susu formula yang Anda pilih.

5. Buat kucing bersendawa setelah menyusu

Seperti bayi manusia, anak kucing juga perlu sendawa setelah minum susu untuk mengeluarkan gas. Bantu anak kucing sendawa dengan menelantangkan tubuhnya, lalu usap bagian perut dengan lembut. Lakukan selama 5-10 menit, sampai anak kucing bersendawa. Ulangi prosedur ini setiap selesai makan, hingga anak kucing telah cukup umur untuk bermain dan berolahraga untuk membantu pengeluaran gas secara mandiri.

6. Merangsang anak kucing untuk BAB dan BAK

Anak kucing tidak serta-merta buang air besar dan buang air kecil secara otomatis. Biasanya, induk kucing merangsang pengeluaran kotoran, dengan mengusap bokong anak-anak mereka. Maka, Anda dapat meniru perilaku ini, dengan menyeka bokong bayi kucing menggunakan kapas basah, hingga kotoran keluar dan bayi kucing merasa lega. Anda dapat berhenti melakukan ini setelah anak kucing berusia sekitar 3 minggu.

Baca Juga:   Apakah Kucing Hamil Boleh Dimandikan?

7. Lakukan penyapihan secara bertahap

Setelah anak kucing berusia 4,5 minggu, Anda bisa mulai memperkenalkannya pada makanan yang lembab dan lembut. Campurkan sedikit makanan basah dalam susu formula yang biasa mereka konsumsi, agar anak kucing dapat mulai mengenalirasa daging. Selanjutnya, Anda perlu memindahkan makanannya secara bertahap, dari bubur botol menjadi bubur dalam mangkuk, hingga anak kucing terbiasa dengan makanan lembab pada usia 7–8 minggu.

8. Pastikan anak kucing selalu dalam kondisi hangat dan nyaman

Untuk dapat mencerna makanan dengan baik, tubuh anak kucing harus dalam kondisi hangat. Sayangnya, anak kucing relatif mudah kedinginan, terutama jika berada di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama.

Maka, Anda perlu memeriksa suhu tubuh bayi kucing. Sentuh telapak tangannya, apakah terasa dingin atau hangat. Jika anak kucing kedinginan, pencernaan makanannya tidak akan optimal, sehingga ia tidak memperoleh gizi yang cukup. Bahkan, sering kali anak kucing akan menolak makanan.

Untuk mengatasinya, tempatkan mereka pada kotak yang kering dengan selimut bersih. Ganti alas sesering mungkin, karena lingkungan yang bersih dan hangat, dapat membuat anak kucing lebih sehat dan cenderung makan dengan baik.

C. Tentukan Pilihan yang Terbaik untuk Anak Kucing

Pecinta kucing tentu menyadari bahwa kesejahteraan dan kebahagiaan kucing merupakan prioritas utama tatkala Anda memelihara mereka. Karena itu, ada beberapa poin yang perlu Anda pahami, yaitu:

tips merawat kucing tanpa induk, tips merawat anak kucing tanpa induk, tips merawat bayi kucing tanpa induk, makanan untuk kucing tanpa induk, makanan untuk bayi kucing tanpa induk, makanan untuk anak kucing tanpa induk, makanan kucing 1 bulan tanpa induk, merawat kucing 1 bulan tanpa induk, anak kucing 1 bulan tanpa induk, cara merawat kucing 1 bulan tanpa induk, merawat anak kucing 1 bulan tanpa induk, merawat kucing 2 bulan tanpa induk, cara merawat kucing 2 bulan tanpa induk, merawat anak kucing 2 bulan tanpa induk, merawat kucing 3 bulan tanpa induk

1. Jika memungkinkan, biarkan anak kucing tetap bersama induknya. Karena, produk susu formula yang terbaik sekalipun, tidak akan dapat menyamai kesempurnaan dan kesesuaian air susu induk kucing. Lagipula, peluang hidup anak kucing akan lebih besar jika mereka tetap bersama induknya hingga setidaknya berusia 8 minggu.Maka, ada baiknya Anda mengadopsi anak kucing yang berusia lebih dari 8 minggu, agar anak kucing tidak terpisah dengan induknya terlalu dini.

2. Pahami bahwa merawat bayi kucing merupakan tanggung jawab besar. Ada konsekuensi yang harus Anda eman dan komitmen yang perlu Anda jaga. Selain itu, merawat bayi kucing bisa menjadi tantangan besar bagi yang belum berpengalaman. Anak kucing memerlukan perhatian penuh, karena Anda harus cermat dalam memantau suhu tubuh, asupan harian, dan aktivitasnya setiap saat.

3. Anda dapat membawa anak kucing tanpa induk ke pusat perawatan hewan. Terutama, jika Anda tidak mampu merawat dan belum berpengalaman menangangi bayi hewan. Atau, apabila Anda tidak dapat menemukan klinik atau pusat perawatan hewan yang mau menampungnya, konsultasikan perawatan anak kucing tersebut pada dokter hewan, agar Anda tidak melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal. Selain itu, Anda juga dapat mencarikan induk kucing yang mau menyusui anak kucing tersebut hingga ia cukup kuat dan sehat.

error: