Home » Kucing » Cara Merawat Kucing Umur 4 Bulan

Cara Merawat Kucing Umur 4 Bulan

daftarhewan.com. Setiap manusia yang telah berkomitmen memelihara kucing, harus siap bertanggung jawab atas kelangsungan hidup dan kesejahteraan mereka. Maka, sebelum mengadopsi hewan domestik yang imut ini, Anda perlu mengetahui lebih dulu tentang cara menjaga kesehatan kucing pada segala usia, termasuk pula kucing di atas 4 bulan.

Karena, meski mereka terlihat sehat, kucing yang baru diadopsi dan tinggal bersama pemilik baru, sering kali akan mengalami stres dan penurunan berat badan. Terlebih, jika Anda mengambilnya dari jalanan. Kucing yang kelelahan, kerap mengalami sakit ketika akhirnya menemukan tempat yang tenang dan dapat beristirahat.

Namun, tenang saja. Kondisi tersebut tidak mengindikasikan bahwa Anda memberikan fasilitas yang buruk atau kucing tidak cocok untuk tinggal bersama Anda.

cara merawat kucing usia 4 bulan, cara merawat kucing anggora umur 4 bulan, cara merawat anak kucing umur 4 bulan, cara menjaga anak kucing 4 bulan, cara merawat kucing persia umur 4 bulan

Analoginya, sama seperti manusia yang baru saja menjalani tugas berat atau ujian yang menguras otak dan tenaga. Meski cukup kuat untuk menyelesaikan semuanya, manusia justru berpotensi terserang flu atau batuk, ketika akhirnya mendapat waktu untuk bersantai.

Jadi, yang terpenting, tetap berikan penanganan yang terbaik bagi kucing peliharaan Anda, hingga mereka dapat memulihkan tenaga dan kembali prima.

Cara Menjaga Kesehatan Kucing di Atas Usia 4 Bulan

Berikut ini poin-poin penting dalam menjaga kesehatan kucing umur 4 bulan dan seterusnya, yang baru saja Anda adopsi:

A. Isolasi kucing baru

Setiap kali Anda membawa kucing baru ke rumah, pastikan mereka menjalani masa isolasi, setidaknya selama tujuh hari.

Tempatkan kucing baru di kamar mandi kering atau ruangan khusus yang tidak terpakai, agar terpisah dari kucing-kucing yang sudah lebih dulu tinggal di rumah Anda. Bahkan, sekalipun Anda tidak memiliki hewan peliharaan yang lain, isolasi tetap perlu dilakukan untuk mencegah kontaminasi, ketika kucing mengalami flu.

Baca Juga:   Jenis Kucing Persia, Karakteristik dan Ciri-Ciri Fisiknya

Namun, agar kucing tidak kesepian, Anda tetap harus mengunjungi dan berinteraksi denganya sesering mungkin. Karena itulah, kamar mandi kering dapat menjadi tempat yang tepat, karena kerap Anda datangi dan dekat dengan perlengkapan untuk menjaga kebersihan usai bermain bersama kucing.

Masa isolasi dilakukan selama 7 hari, dengan mempertimbangkan masa inkubasi virus. Umumnya, virus penyebab flu memiliki masa inkubasi selama 3-6 hari. Jadi, jika kucing Anda tidak menunjukkan gejala penyakit dalam 7 hari, besar kemungkinan bahwa kucing tidak terpapar virus, dan Anda pun dapat membiarkannya berbaur dengan anggota keluarga lainnya.

B. Sosialisasi secara bertahap

Selain mencegah kontaminasi penyebab penyakit, langkah isolasi juga berkaitan dengan pengenalan lingkungan dan sosialisasi kucing secara bertahap. Alih-alih menjauhkan kucing dari kucing lainnya, pemisahan ruang justru membuat mereka cenderung lebih akur ketika sudah berbaur.

Karena, dalam pertemuan pertama mereka, kucing akan saling merekam respon satu sama lain. Jika kucing tidak siap melakukan perjumpaan dengan kucing asing dan merasa terancam, mereka dapat saling menggertak, hingga hubungan antar-kucing tidak akan begitu baik dalam jangka panjang.

Terlebih, kucing cenderung menyimpan dendam, bahkan hingga seumur hidup. Mereka cenderung mengingat kenangan buruk yang pernah terjadi, dan menolak untuk menjalin pertemanan.
Maka, untuk menciptakan impresi awal yang lebih baik, kucing perlu sosialisasi secara bertahap. Selama kucing baru menjalani isolasi, biarkan kucing saling mengendus di bawah pintu sebagai bentuk perkenalan.

Dengan begitu, mereka dapat terbiasa dengan aroma satu sama lain dan memiliki peluang lebih besar untuk saling menerima eksistensi masing-masing. Bahkan, meski mereka mendesis dan melakukan gertakan, kucing tidak saling melihat, sehingga tidak merekam momen tersebut sebagai kenangan buruk di antara mereka.

Seiring waktu, ketika mereka dapat saling mengendus tanpa menunjukkan tanda-tanda agresivitas, Anda dapat membiarkan kucing baru keluar untuk bertemu sejenak dengan kucing lain. Namun, jika salah satu kucing mulai merasa tidak nyaman, pisahkan kembali, tutup pintunya, dan coba kembali di lain waktu.

Baca Juga:   25 Nama Kucing Laki-laki Islami yang Bagus

Teknik ini bisa sangat membantu jika Anda berencana memelihara kucing yang berbeda ras. Setiap kali Anda membawa kucing baru ke rumah, kucing lain akan mereka stres dan mereka dapat saling membenci. Maka, Anda perlu memastikan bahwa kedua kucing “merasa” lebih berkuasa, dan tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan kucing lain yang menguarkan aroma berbeda.

Jika perkenalan berlangsung aman dan lancar, kucing dapat hidup berdampingan, setidaknya dengan sikap acuh tak acuh terhadap pendatang baru. Dengan kata lain, sebaiknya Anda tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi dan mendambakan pertemanan yang hangat di antara kucing.

Karena, umumnya, setiap kucing memiliki sikap arogan terhadap kucing lain, dan hubungan yang manis di antara kucing berbeda galur, bukanlah gaya hidup mereka.

Terima saja.

C. Pemberian makan yang baik dan benar

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan menjaga kesehatan kucing, praktik pemberian makan yang baik dan benar menjadi salah satu poin krusial.

Sajikan makanan dua kali sehari, dengan membiarkan sisa makanan maksimal selama satu jam. Jadi, sebaiknya langsung berikan makanan ketika Anda baru bangun tidur di pagi hari, lalu ambil sebelum berangkat kerja. Dan, terapkan waktu yang sama untuk pemberian makan malam.

cara penjagaan anak kucing 4 bulan, cara merawat kucing umur 4 bulan, cara memandikan kucing umur 4 bulan, cara merawat kucing persia 4 bulan, cara merawat kucing himalaya 4 bulan, cara merawat kucing 4 bulan, cara merawat anak kucing 4 bulan

Dibandingkan dengan penyediaan makanan secara bebas sepanjang hari, pemberian makanan dengan jadwal ketat, dapat memberi Anda informasi mengenai nafsu makan kucing. Anda dapat melihat respon kucing ketika dberi makanan, dan porsi makanan yang tersisa dalam satu kali penyajian.

Namun, tidak menjadi masalah jika Anda ingin menyediakan makanan secara bebas untuk sepanjang hari, alih-alih terikat pada jadwal. Hanya saja, Anda perlu lebih memperhatikan fluktuasi berat badan dan tanda-tanda gangguan kesehatan yang kurang dapat terpantau ketika pemberian makan.

D. Penyediaan air

Meski sering kali luput dari perhatian, Anda perlu mengetahui bahwa wadah minum kucing harus dibersihkan dan diisi ulang dengan air bersih, minimal dua kali sehari. Namun, idealnya, Anda harus memastikan bahwa air bersih selalu tersedia untuk kucing, dan wadah air mereka bebas dari kotoran, seperti sisa makanan.

Baca Juga:   Intip Yuk, Nama Kucing Korea yang Bagus

E. Wadah kotoran

Periksa dan bersihkan wadah kotoran kucing, dua kali sehari. Cermati konsistensi feses dan pastikan kucing buang air kecil dalam takaran yang wajar, dengan intensitas buang air besar 1-2 kali sehari dan buang air kecil 2-3 kali sehari.

Selain itu, pastikan volume, serta warna urin dan tinja kucing normal dan konsisten. Jika kucing buang air kecil atau buang air besar, lebih banyak atau lebih sedikit, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter hewan, untuk mendapat diagnosis yang lebih akurat. Sampaikan pula, apabila kucing nampak kesakitan, kesulitan, atau buang air terlalu lama.

Makanan kucing berkualita tinggi, sesungguhnya dapat meminimalisir risiko penyakit kandung kemih. Namun, Anda tetap perlu cermat dan waspada, terutama terhadap kucing jantan.

F. Gejala-gejala yang Perlu Diwaspadai

Ada kalanya, kucing menunjukkan kejanggalan atau gejala tertentu, meski dalam kondisi sehat dan normal. Namun, jika tanda-tanda tersebut terus berulang dan berlangsung lebih dari sekali, akan lebih aman jika Anda mulai waspada, dan bersiap untuk menghubungi dokter hewan.

Berikut ini gejala-gejala yang perlu Anda perhatikan:

  • Bersin,
  • batuk,
  • tersedak hairball,
  • terengah-engah atau sesak napas,
  • mudah lelah,
  • diare,
  • kesulitan urinasi atau defekasi,
  • pendarahan, pada bagian tubuh manapun,
  • kedutan yang tidak wajar
  • penurunan atau kehilangan nafsu makan,
  • perubahan sikap atau perilaku,
  • lesu dan depresi,
  • serta gejala lain yang nampak mengkhawatirkan bagi Anda.

Dalam kondisi seperti di atas, tidak perlu segan-segan untuk menghubungi dokter hewan. Karena posisi dokter hewan terbilang sangat krusial dalam menjaga kesehatan kucing Anda, di setiap tahapan hidup mereka.

error: