Cara Tepat Memilih Dekorasi Akuarium Buatan Sendiri

Posted on

daftarhewan.com. Dekorasi akuarium buatan sendiri. Membeli akuarium yang indah dan siap pajang dengan segala dekorasi dan aksesoris yang sudah terpasang, barangkali begitu mudah. Namun, menghias akuarium Anda sendiri, bisa jadi akan terasa lebih bermakna.

Dekorasi Aquarium Buatan Sendiri

Ada kepuasan batin ketika berhasil mewujudkan tampilan akuarium yang Anda inginkan, dengan segala upaya yang mampu Anda kerahkan. Tapi, bagaimana jika prosesnya malah membuat Anda frustrasi? Dan, bagaimana jika hasilnya ternyata jauh dari ekspektasi?

dekorasi aquarium ikan hias, hiasan aquarium ikan, cara dekorasi aquarium air tawar, contoh dekorasi aquarium air tawar, dekorasi aquarium hias, dekorasi aquarium yang bagus, dekorasi aquarium di ruang tamu, dekorasi aquarium dalam rumah, dekorasi di aquarium

Untuk menghindari hal tersebut, beberapa informasi yang perlu Anda gali dan cermati, antara lain:

  • pertimbangan dalam memilih dekorasi yang tepat untuk akuarium, dan
  • ragam dekorasi akuarium yang dapat menjadi inspirasi bagi Anda.

Yuk, baca selengkapnya agar Anda bisa memperoleh informasi yang cukup mengenai dua poin di atas.

A. Cara Memilih Dekorasi yang Tepat untuk Akuarium

Bukan sekadar estetika, dekorasi yang tepat juga harus sesuai dengan aspek fungsional dan kondisi akuarium Anda. Maka, setidaknya ada tujuh pertimbangan yang perlu Anda perhatikan ketika memilih dekorasi akuarium, antara lain:

1. Ukuran akuarium

Dekorasi atau ornamen megah dengan ukuran yang tidak proporsional, akan membuat akuarium tampak sesak dan tumpang tindih. Terlebih, keterbatasan ruang gerak juga akan menyulitkan ikan-ikan Anda.

Karena itu, apabila dimensi akuarium tidak begitu besar, kendalikan diri Anda untuk memilih sedikit dekorasi dengan lebih saksama. Alih-alih banyak dekorasi, satu atau dua item yang menjadi focal point, justru akan menjadikan akuarium Anda lebih hidup dan fungsional.

Namun, jika Anda kesulitan untuk memilih, tentukan suatu tema dalam desain akuarium. Dengan begitu, pilihan Anda akan mengerucut pada ornamen-ornamen yang sesuai dengan tema tersebut.

2. Kolom air

Ketika hendak menyusun dekorasi dan aksesori, pisahkan area akuarium menjadi tiga zona, yaitu: atas, tengah, dan bawah. Suatu spesies ikan, akan cenderung aktif di salah satu dari tiga zona tersebut, sehingga Anda perlu menjaga ruang gerak pada masing-masing zona.

Agar ketersediaan ruang dapat merata, pasang satu atau dua item saja, yang meninggi ke zona atas (sesuaikan dengan ukuran akuarium). Lalu, tempatkan dua atau tiga item dengan tinggi sekitar 2-5 cm pada dasar akuarium.

Ikan akan merasa lebih aman, apabila dekorasi akuarium memiliki pola atau struktur yang jelas. Hanya dengan penataan yang baik dan sistematis, Anda dapat memasang dekorasi dan aksesori, tanpa harus mengorbankan kenyamanan para ikan.

3. Warna ikan dalam akuarium

Demi menjaga aspek estetika, pertimbangkan kesesuaian warna antara ikan dan dekorasi akuarium.

Jika ikan-ikan Anda berwarna ringan, netral, atau pastel, maka substrat dan dekorasi berwarna gelap atau menyala bisa menyeimbangkan palet dalam akuarium.

Sementara untuk ikan berwarna mencolok, akan lebih cocok dengan kerikil putih, latar belakang hitam atau tanpa latar belakang, serta dekorasi berwarna pucat, dengan beberapa tanaman hijau. Dengan begitu, warna ikan Anda tetap menjadi pesona utama pada akuarium.

4. Aktivitas ikan

Ikan-ikan yang aktif bergerak akan menyerap oksigen lebih tinggi dibandingkan ikan-ikan yang cenderung pasif.

Baca Juga:   7 Ikan Hias yang Bisa Besar di Aquarium

Maka, jika Anda memelihara ikan yang cukup aktif, pasang dekorasi fungsional yang dapat menyeburkan udara dan menambah oksigen. Selain menghidupkan atmosfer akuarium, dekorasi semacam itu juga akan menjaga ikan Anda tetap sehat dan beraktivitas dengan optimal.

5. Tema akuarium

Palet warna dalam akuarium dapat menguatkan tema yang Anda pilih. Untuk tema alam, padukan antara kerikil (pea gravel) dan tanaman hidup untuk menampilkan warna yang natural. Sementara untuk dekorasi yang lebih nyentrik atau memiliki aksesori unik, Anda dapat memasang neon warna-warni yang lebih menarik perhatian.

Setelah menentukan tema, pastikan Anda lebih cermat dalam memilih item dekoratif, agar nuansa dan atmofer dalam akuarium tampak selaras dan harmonis.

6. Waspadai bagian tajam

Beragam dekorasi seperti tanaman artifisial, gua buatan, dan sebagainya, terkadang memiliki tepian kasar atau bagian yang cukup tajam. Hal tersebut tentu berbahaya bagi ikan, karena dapat menyebabkan cedera dan membuat mereka rentan terhadap infeksi.

Maka, cermati setiap detail aksesori dan dekorasi yang hendak Anda pilih. Hindari item yang berpotensi bahaya, dan optimalkan estetika dalam akuarium tanpa mempertaruhkan keselamatan ikan Anda.

7. Pertimbangkan titik fokus

Focal point atau titik fokus merupakan elemen penting dalam suatu desain. Maka, pilih satu atau dua objek untuk menjadi titik fokus, yang dapat menarik perhatian, sekaligus memberi kesan yang Anda inginkan.

Titik fokus tersebut akan mengatur posisi dan keberadaan komponen lain, serta berpengaruh signifikan terhadap pemandangan akuarium secara keseluruhan. Karena itu, pilih objek yang apik, berkualitas, dan sesuai dengan nuansa atau tema yang Anda pilih.

8. Keamanan material

Umumnya, toko akuarium yang kredibel akan menjual dekorasi dan aksesori dengan suatu standar keamanan produk. Namun, berhati-hatilah ketika menambahkan suatu item non-komersial, seperti dari alam atau gudang.

Pastikan, komponen yang hendak Anda masukkan ke akuarium terbuat dari material yang aman, tidak beracun, dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Berikut ini beberapa langkah karantina untuk mencegah hal-hal yang tidak Anda inginkan:

  • Pengecekan visual, dengan memeriksa objek secara fisik dan memastikan tidak ada bagian yang berpotensi bahaya, atau menimbulkan masalah seperti serangga, parasit, atau telur.
  • Pengujian objek, yaitu dengan merendam objek, terutama material plastik, pada suatu wadah. Biarkan selama beberapa hari, kemudian uji parameter air untuk memastikan tidak ada perubahan yang bersifat negatif.
  • Rebus atau panggang, objek seperti kayu rentek, untuk membersihkan atau melenyapkan mikroorganisme, serta menjaga agar tanin pada kayu tidak menimbulkan perubahan warna air.
  • Perendaman pada hidrogen peroksida (H₂O₂), dalam ember khusus yang tidak Anda gunakan untuk akuarium. Rendam selama 24 jam, kemudian dibilas dan dibersihkan.

B. Berbagai Jenis Dekorasi Akuarium

Ketika memilih jenis dekorasi yang tepat untuk akuarium, Anda perlu mempertimbangkan fungsi, serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing item. Berikut ini beragam jenis dekorasi akuarium yang dapat Anda gunakan, antara lain:

1. Kayu rentek

kayu hiasan aquarium

Untuk menghadirkan nuansa natural, kayu rentek atau kayu bakau akan menjadi pilihan yang tepat. Secara fungsional, komponen ini juga dapat berfungsi sebagai tempat persembunyian yang bagus untuk ikan.

Baca Juga:   8 Cara Merawat Ikan Guppy Agar Tidak Mati

Umumnya, kayu rentek dapat Anda temukan pada toko aquascape dalam kondisi yang siap pakai. Namun, Anda juga dapat mengambil jenis kayu tersebut dari alam, jika menyukai sesuatu yang lebih alami atau ingin menghemat biaya.

Sebagai catatan, untuk kayu rentek dari alam, pastikan Anda melakukan karantina terlebih dahulu, agar dapat menghindari risiko dari mikroba atau parasit berbahaya, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi ikan.

Di sisi lain, ada kayu rentek yang membutuhkan waktu lebih lama untuk tenggelam. Maka, Anda dapat mempercepat proses ini dengan melakukan pengeboran.

2. Batu-batuan

batu hiasan aquarium, menghias akuarium dengan batu, dekorasi batu aquarium, dekorasi akuarium dengan batu kali

Terdapat berbagai macam batu atau kerikil, yang dapat memberi efek natural pada akuarium. Namun, pilih jenis batu dengan permukaan yang cenderung halus, dan hindari jenis batu yang memiliki bagian tajam, karena dapat melukai ikan.

Di samping itu, jika Anda enggan membeli produk komersial dan lebih suka membawanya dari alam, lakukan sterilisasi lebih dulu.

Hindari memanggang batu karena dapat meledak. Rebus batu selama satu jam, untuk menyingkirkan mikroorganisme atau parasit yang berpotensi menimbulkan penyakit bagi ikan.

3. Gua

cara menghias aquarium, menghias aquarium, hiasan aquarium sederhana, cara membuat hiasan aquarium, cara menghias aquarium sederhana, menghias aquarium sederhana, membuat hiasan aquarium, dekorasi aquarium sederhana, cara buat hiasan aquarium, dekor aquarium sederhana

Dari segi estetika, dekorasi berupa gua dapat menambah kesan natural. Seiring dengan itu, keberadaan gua juga unggul pada aspek fungsional, karena akan menjadi tempat beraktivitas yang nyaman bagi ikan-ikan mangsa yang gemar bersembunyi.

Selain mendapatkan ornamen gua dari toko, Anda juga dapat membuatnya dengan batu dari alam. Namun, sama dengan batu lain yang bukan produk komersial, Anda harus merebus batu setidaknya selama satu jam, dengan tujuan dekontaminasi.

Meski tidak tampak alami, Anda juga dapat menggunakan pipa PVC sebagai gua. Lakukan karantina bagi setiap material plastik yang akan Anda masukkan ke akuarium, untuk memastikan keamanan dan mendeteksi adanya bahan kimia berbahaya yang bisa saja masuk ke dalam ke air.

4. Kapal karam

cara membuat hiasan aquarium dari batu, menghias aquarium mini, cara menghias aquarium kecil, cara menghias akuarium kecil, dekorasi aquarium ikan koki, dekorasi aquarium simple, dekor aquarium simple, hiasan untuk aquarium, dekorasi aquarium mini

Ornamen berupa kapal yang tenggelam, bisa Anda dapatkan pada banyak toko aquascape. Dekorasi ini akan cocok jika Anda menetapkan tema kehidupan dasar laut, dan bisa memberi kesan yang cukup unik.

Dari segi fungsional, kapal juga akan menjadi tempat bersembunyi yang baik untuk ikan, sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman.

5. Reruntuhan kuno

Untuk akuarium bertema Atlantis atau kerajaan bawah air, tumpukan puing-puing bangunan kuno akan menjadi ornamen yang menarik, dan unggul secara fungsi sebagai tempat bersembunyi.

Namun, pastikan puing-puing yang Anda gunakan terbuat dari material yang aman atau sudah dibuat secara khusus. Jika tidak, lakukan karantina atau dekontaminasi secara optimal, sebelum Anda masukkan dalam akuarium.

6. Patung

Memajang patung hewan atau sosok mitologis akan memperkuat tema peradaban atau kerajaan di bawah air. Ornamen semacam ini juga dapat menjadi pilihan dekoratif yang menarik, serta bisa memberi kesan yang cukup unik.

Hanya saja, Anda perlu mencermati kesesuaian tema, serta ukuran patung. Pastikan, ukuran patung proporsional dengan dimensi akuarium, agar tidak penuh sesak atau tampak tumpang tindih.

7. Pembuat Gelembung

gelembung udara aquarium, gelembung aquarium tanpa listrik, gelembung air aquarium, cara memasang gelembung aquarium, cara memasang gelembung udara di aquarium, membuat gelembung aquarium, membuat gelembung aquarium, gelembung aquarium kecil, gelembung udara aquarium mini, membuat gelembung udara aquarium

Beragam rupa ornamen multifungsi yang dapat menghasilkan gelembung, akan menghidupkan suasana di akuarium, sekaligus berperan dalam menjaga kesehatan ikan. Terlebih, jika Anda memelihara spesimen ikan yang cenderung aktif bergerak, maka sangat penting untuk menjaga pasokan oksigen dalam akuarium tetap optimal.

Baca Juga:   Bagaimana Prospek Bisnis Ikan Hias di Indonesia?

Anda hanya perlu memastikan bahwa tekanan air dari gelembung sesuai dengan kekuatan ikan. Karena, tekanan yang terlalu tinggi akan membuat ikan stres dan sulit berenang, sehingga dapat berdampak pada gangguan kesehatan.

Untuk mengurangi tekanan yang air yang berlebih, Anda bisa meletakkan benda padat seperti kayu rentek atau koral buatan.

8. Latar belakang (Background)

Untuk memberi nuansa alam yang lebih semarak pada akuarium, Anda dapat menambahkan latar belakang berupa gambar 2D yang sederhana atau tekstur 3D agar tampak lebih dramatis dan realistis.

Agar latar belakang terpasang dengan baik, tempel latar belakang dengan lem kaca atau mounting gel,  lalu biarkan selama 48 jam, sebelum  Anda menambahkan air dan ikan dalam akiarium.

9. Lampu celup akuariuum

Pencahayaan dapat memengaruhi atmosfer dalam akuarium Anda. Untuk itu, Anda dapat menggunakan lampu LED celup dengan cahaya lembut yang tidak mengganggu ikan. Lampu celup a.k.a submersible light juga tersedia dalam berbagai warna, sehingga dapat Anda pilih sesuai tema dan selera.

10. Ornamen keramik

Menambahkan ornamen keramik ke dalam akuarium terbilang kontroversial. Ada yang mengatakan ornamen tersebut aman, namun ada pula yang menganggapnya sangat berbahaya.

Faktanya, beberapa ornamen keramik memang sama sekali tidak berbahaya, terutama yang berlabel food grade. Glasir keramik telah melalui proses pembakaran untuk mencegah peluruhan bahan kimia dalam kondisi asam.

Namun, keramik tanpa label food grade, tidak menjalani proses yang sama. Implikasinya, keramik dapat mengeluarkan logam beracun ketika glasir terlarut, sehingga akan membahayakan ikan-ikan Anda.

Maka, jika Anda tidak yakin dengan keamanan suatu keramik, lakukan langkah-langkah berikut untuk mengujinya:

  • Encerkan cuka hingga membentuk larutan dengan pH paling asam dalam akuarium Anda (sekitar pH 5).
  • Rendam seluruh atau sebagian ornamen, dan biarkan setidaknya selama satu bulan.
  • Setelah lebih dari satu bulan, periksa glasir keramiknya. Jika sebagian kilau pada keramik berubah atau mengelupas, maka telah terjadi peluruhan bahan kimia. Dengan kata lain, keramik tersebut tidak cocok untuk penggunaan akuatik.

Di sisi lain, keramik polos atau tanpa glasir, seperti terakota, cocok untuk akuarium karena tidak berpotensi meluruhkan bahan kimia.

Ketika memilih keramik, ada baiknya Anda juga menghindari atau menyingkirkan bagian yang tajam atau bergerigi, untuk mencegah cedera pada ikan.

C. Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan di atas,  terdapat tiga aspek yang perlu Anda cermati ketika memilih aksesori atau dekorasi akuarium yang tepat, yaitu:

  • Estetika, meliputi keselarasan antar ornamen, kesesuaian antara ornamen dan akuarium, serta harmonisasi visual antara ornamen dan ikan-ikan.
  • Fungsi, dengan mengutamakan kebutuhan dan kenyamanan seluruh ikan dalam akuarium.
  • Keamanan, untuk menghindari potensi bahaya, yang berkaitan erat dengan kesehatan dan keselamatan ikan.

Dengan berpedoman pada tiga aspek tersebut, maka Anda siap untuk mendekorasi akuarium sendiri. Namun, informasi hanya sekadar teori. Untuk menjadikannya nyata, Anda perlu segera bergegas merencanakan, memilih dekorasi, dan mewujudkan akuarium ideal yang Anda inginkan.

Selamat mencoba!