6 Fakta Tentang Hewan Gharial

Posted on

daftarhewan.com. Gharial atau kadang disebut Gavial adalah reptil pemangsa, buaya besar bermoncong panjang (Gavialis gangeticus dari famili Gavialidae) yang berasal dari India.

Klasifikasi Gharial

Nama Lain: Gavial, buaya pemakan ikan

Nama ilmiah: Gavialis gangeticus

Jenis Hewan : Reptil dari ordo Crocodilia

Family : Gavialidae

Panjang : ± 6 m

Berat : ± 160 kg

Status Konservasi : Sangat Terancam Punah

gharial, makanan gharial, makanan gavial
Gharial atau Gavial – via : quora.com

Terlihat sangat mirip dengan buaya, aligator, dan caiman karena ia berkerabat dekat, gharial adalah hewan yang panjang dengan kulit bersisik dan ekor yang kuat.

Gharial lebih besar dari buaya air tawar tetapi lebih kecil dari buaya air asin. Selain itu, moncong mereka membuat mereka lebih panjang juga.

Khususnya Gharial betina, memiliki struktur bulat di ujung hidungnya. Struktur ini tidak ada pada buaya.

Buaya Gharial menghabiskan lebih sedikit waktu di darat daripada buaya lainnya, dan kurang bergerak saat keluar dari air. Ini adalah salah satu buaya terbesar.

Baca Juga:   Cara Memelihara Ball Python

(Buaya adalah anggota ordo Crocodilia, yang mencakup semua buaya, aligator, caiman, dan gharial)

Gharial dapat dibedakan dari buaya lain dengan moncongnya yang sangat sempit, yang lebih panjang dan lebih tipis daripada buaya lainnya.

Moncong gharial yang ramping merupakan adaptasi untuk menangkap ikan. Mereka dapat dengan cepat menyembunyikan kepalanya yang ramping dari sisi ke sisi di bawah air, menangkap mangsanya yang licin dengan giginya yang tipis dan bergerigi.

Gharial jantan dewasa mengembangkan pelengkap berbentuk bola berongga di ujung moncongnya. Tujuannya tidak sepenuhnya dipahami, tetapi dianggap digunakan untuk menarik perhatian wanita.

Hidung gharial jantan menyerupai panci masak India yang disebut ‘ghara’, itulah dimana gharial mendapatkan namanya.

Mata, telinga, dan lubang hidung gharial terletak di atas kepalanya, memungkinkannya untuk berbaring hampir sepenuhnya terendam air.

Gharial dewasa memiliki kaki yang relatif lemah, dan tidak mampu mengangkat tubuh mereka dari tanah. Ketika keluar dari air mereka meluncur di atas tanah, menarik diri mereka bersama dengan kaki mereka.

1. Apakah Gharial Termasuk Buaya?

Gharial bukan anggota keluarga Crocodylinae, karena bukan buaya sejati. Namun, termasuk anggota ordo Crocodilia, oleh karena Gharial dapat digambarkan sebagai ‘buaya’.

Baca Juga:   Iguana Laut Raksasa Galapagos yang Mirip Godzilla

(Ordo adalah sekelompok besar hewan terkait).

Banyak orang menyebut semua anggota ordo Crocodilia sebagai ‘buaya’, jadi menggunakan definisi kata yang kurang tepat ini, gharial dapat dianggap sebagai buaya.

2. Di mana Habitat Gharial?

Gharial pernah hadir di seluruh anak benua India. Saat ini, ia hanya menghuni 2% dari kisaran sebelumnya. Ini ditemukan dalam kelompok terisolasi di India dan Nepal.

Gharial hidup di sungai yang dalam dan berarus deras, dan sering ditemukan di genangan air yang alirannya lebih lambat. Ia berjemur di pantai berpasir yang dekat dengan air.

3. Makanan Gharial

Gharial adalah spesialis pemakan ikan. Ia juga akan memakan hewan air berukuran kecil hingga sedang lainnya, seperti amfibi (termasuk katak) dan serangga.

4. Apakah Gharial Memakan Manusia?

Rahang tipis gharial membatasinya untuk memakan mangsa kecil, dan jelas tidak akan bisa memakan manusia. Tetapi ada beberapa kasus dimana mereka memakan mayat manusia yang mengapung setelah upacara pemakaman di Sungai Gangga.

hewan gharial, binatang gharial, buaya sungai gangga

5. Cara Gharial Berkembang Biak

Gharial mencapai kedewasaan di awal masa remajanya. Musim kawin jatuh pada bulan Desember dan Januari. Selama waktu ini, jantan membuat suara mendesis untuk menarik pasangan, dan secara agresif mengusir jantan lain dari wilayah mereka.

Baca Juga:   12 Jenis Bunglon, Apa Ada yang Beracun?

Betina bertelur selama musim kemarau. Mereka merangkak keluar dari air dan menggali lubang, di mana mereka bertelur sekitar 40 butir. Telur Gharial adalah yang terbesar dari semua spesies buaya. Gharial betina menjaga sarang dari pemangsa.

Setelah sekitar 3 bulan, tukik mulai mengeluarkan suara yang seperti berkicau, dan buaya betina menggali mereka keluar dari lubang. Induk betina tinggal dengan tukik untuk jangka waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan.

6. Apakah Gharial Terancam Punah?

Gharial terancam punah. Pada tahun 2006 ada kurang dari 200 gharial dewasa yang tersisa di alam liar. Hampir setengah dari gharial dunia diperkirakan hidup di Sungai Chambal di India utara.

Alasan di balik status gharial yang terancam punah antara lain: perburuan berlebihan untuk diambil kulitnya, telur diambil untuk dimakan, dan dibunuh oleh nelayan.

Habitat sungai gharial juga terancam. Pembangunan bendungan dan bangunan lain yang mengubah aliran sungai berkontribusi pada penurunan drastis jumlah mereka di alam.

Saat ini, populasi utama mereka berada di tiga anak sungai Sungai Gangga: Sungai Chambal dan Sungai Girwa di India dan Sungai Rapti-Naryani di Nepal.