Home » Pengetahuan » Q&A Semua Tentang Hewan Amfibi

Q&A Semua Tentang Hewan Amfibi

daftarhewan.com. Q&A Seluk-beluk Kehidupan Hewan Amfibi. Pembahasan tentang amfibi, umumnya hanya terbatas pada stereotip mengenai hewan vertebrata yang dapat hidup di dua alam, yaitu air dan darat. Namun, Jika anggapan tersebut sudah tepat, mengapa kepiting, penyu, dan buaya, tidak termasuk hewan amfibi?

amfibi adalah, amfibi bergerak dengan cara, amfibi artinya, amfibi bergerak menggunakan, amfibi adalah hewan yang, amfibi berkembang biak dengan, amfibi adalah hewan, amfibi alat gerak, amfibi alat geraknya, amfibi alat geraknya adalah, amfibi atau amphibi, amfibi bergerak menggunakan kaki dengan cara, amfibi bernapas dengan

Beberapa jenis hewan amfibi – via : omaze.com

Nah, dengan kata lain, spesfifikasi amfibi bukan sekadar hewan yang dapat hidup di air dan darat saja. Terdapat perbedaan dan karakteristik yang khas, hingga katak, kodok (bangkong), salamander, dan semacamnya, dapat diklasifikasikan sebagai amfibi.

Hewan amfibi adalah?

Yuk, selami kehidupan amfibi lebih dalam, lewat Q&A berikut ini:

A. Apa itu Amfibi?

Istilah “amfibi” atau “amphibi”, berasal dari kombinasi kata dalam bahasa Yunani, yaitu: “amphi” yang berarti ganda, dan “bio” yang berarti kehidupan.

Sebutan ini merujuk pada fakta bahwa sebagian besar hewan amfibi menjalani tahap-tahap kehidupan di dua lingkungan yang berbeda, yaitu air dan daratan. Sebagai gambaran, katak mengalami fase berudu di dalam air, sebelum akhirnya menjadi katak dewasa yang hidup di darat.

Mereka bereproduksi di air dengan mengeluarkan telur tanpa cangkang, yang lantas menetas menjadi bayi-bayi amfibi, dan kita kenal sebagai larva atau berudu. Dalam fase ini, mereka hidup di air, dan menggunakan insang untuk bernapas.

Seiring waktu, berudu berkembang dengan kaki dan paru-paru yang mendukung mereka hidup di darat. Namun, mereka masih menggunakan kulit untuk bernapas dan harus tetap tinggal di lingkungan lembab, agar kulit mereka tidak mengering.

Namun, ada pula amfibi yang tidak mengalami siklus kehidupan semacam itu. Beberapa spesies salamander tidak melalui fase larva di air, sedangkan beberapa amfibi lain sepenuhnya akuatik, dan tidak mengalami metamorfosis menjadi hewan darat. Habitat amfibi pun sangat beragam, mulai dari lahan basah, hutan, hingga area gurun.

Baca Juga:   Pohon di Australia yang Daunnya Makanan untuk Hewan Koala

B. Berapa spesies amfibi yang hidup di muka bumi?

Umumnya, pengetahuan publik mengenai amfibi begitu terbatas pada katak dan salamander. Padahal, hingga September 2012, terdapat 7037 spesies dalam kelas amfibi yang telah diketahui. Mereka terbagi dalam 3 ordo, yaitu:

  • Anura (katak dan kodok): 6027 spesies dalam 53 famili
  • Caudata (salamander): 639 spesies dalam 10 famili
  • Gymnophiona (sesilia): 191 spesies dalam 10 famili

C. Bagaimana cara amfibi bernafas?

Sebagian besar amfibi bernafas melalui paru-paru dan kulit. Namun, berudu dan beberapa amfibi akuatik juga memiliki insang untuk bernapas, seperti ikan. Di samping itu, ada pula beberapa amfibi yang tidak memiliki paru-paru dan hanya bernapas melalui kulit mereka.

Ketika bernapas, oksigen yang terserap ke kulit amfibi, akan langsung memasuki pembuluh darah, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Karena itu, hewan amfibi umumnya berlendir, untuk menjaga kulit mereka tetap lembab dan dapat menyerap oksigen. Dengan kata lain, hewan amfibi tidak akan bisa bernapas, jika kulit mereka terlalu kering.

D. Bagaimana amfibi bergerak?

Karena kakinya lemah Caudata bergerak seperti ular. Amfibi tak berekor melompat berkat kaki belakangnya yang kuat (misalnya katak rumput) atau berjalan (misalnya katak biasa). Sebagian besar amfibi bisa berenang di air.

E. Apakah amfibi bisa mencium bau?

Amfibi memiliki nares eksternal, berupa lubang kecil di bagian atas mulut, untuk menghirup aroma yang berbeda ke mulut mereka. Nares eksternal juga membantu amfibi bernafas, laiknya hidung manusia. Beberapa spesies amfibi bahkan menggunakan feromon sebagai isyarat kimiawi untuk kawin.

F. Apakah amfibi punya gigi?

Gigi amfibi tidak sama dengan manusia. Mereka memiliki gigi vomerine yang hanya tumbuh di rahang atas, pada bagian depan mulut. Sesuai namanya, gigi vomerine terletak pada tulang wajah yang disebut vomer.

Gigi vomerine hanya berguna untuk mencengkeram mangsa dan tidak digunakan untuk mengunyah. Lagipula, amfibi terbiasa menelan mangsa bulat-bulat, sehingga tidak memerlukan gigi untuk memotong atau merobeknya.

G. Apa saja makanan amfibi?

Makanan amfibi amat beragam. Namun, umumnya mereka sangat menyukai mangsa hidup. Amfibi dapat menyantap serangga, siput, bekicot, laba-laba, cacing, tikus, katak, bahkan burung dan kelelawar yang berukuran lebih kecil.

Di antara mereka, ada beberapa spesies amfibi yang mengonsumsi makanan tertentu saja, seperti katak-katak kecil yang menyukai semut atau rayap. Namun, ada pula spesies katak dan kodok yang terbilang rakus, dan bisa menyantap makanan kering, seperti pakan anjing dan kucing. Sementara itu, amfibi air biasanya memakani serangga, ikan, organisme air, serta amfibi lain yang berukuran lebih kecil, seperti berudu.

Baca Juga:   Penyebab Virus Corona "COVID-19", Pencegahan dan Cara Menanganinya

Dan, sejauh ini, hanya ada satu spesies katak yang diketahui sebagai vegetarian, yaitu katak pohon Brasil yang gemar menyantap buah-buahan dan arbei.

H. Apa makanan berudu?

Umumnya, berudu mengonsumsi tanaman dan ganggang di dalam air. Mereka menjadi bagian penting pada sistem akuatik, karena mendukung daur ulang nutrisi dan mengendalikan populasi ganggang, sehingga dapat menjaga kesehatan ekosistem air tawar.

Ada kalanya, berudu juga saling memakan satu sama lain, ketika terjadi kelangkaan sumber makanan. Sebagian berudu juga kerap memakan larva serangga dan organisme kecil yang dapat mereka temukan di dalam air.

I. Apakah amfibi hanya aktif di malam hari?

Terdapat spesies amfibi yang hanya aktif di malam hari, namun ada pula spesies amfibi yang aktif di siang hari. Umumnya, amfibi memilih aktif di malam hari karena mudah berkamuflase dalam kegelapan, sehingga lebih aman dari serangan predator. Amfibi juga dapat menjaga kelembaban kulit mereka, karena tidak terpapar sinar matahari. Kendati demikian, seluruh amfibi berdarah dingin, sehingga tetap membutuhkan dukungan sinar matahari atau kondisi lingkungan untuk mengendalikan panas tubuh.

Sementara itu, amfibi yang aktif di siang hari, umumnya amfibi beracun yang berwarna terang. Mereka aman dari predator karena warna tubuh yang mentereng dapat menjadi peringatan bahwa mereka berbahaya untuk dimakan. Amfibi-amfibi yang beraktivitas di siang hari, akan mencegah pengeringan kulit dengan beraktivitas di hutan atau semak belukar yang lembab, dan tidak terjangkau oleh sinar matahari langsung.

J. Apakah amfibi melakukan hibernasi?

Untuk menghindari suhu ekstrem, banyak spesies amfibi yang melakukan hibernasi. Selama periode musim dingin di daerah non-tropis, sebagian besar amfibi akan berhibernasi pada lumpur di dasar air, atau menggali tanah. Sementara amfibi lainnya, ada yang bersembunyi di celah-celah batang pohon, dan tumpukan bebatuan.

Ketika hibernasi, amfibi akan memperlambat metabolisme dan detak jantung mereka, untuk bertahan hidup dengan cadangan makanan di dalam tubuh. Beberapa spesies katak bahkan dapat bertahan hidup pada suhu beku, dengan mempertahankan kadar glukosa yang tinggi dalam darah. Beberapa katak pun dapat membekukan badan, dengan tetap mempertahankan aliran darah dan kinerja organ vital mereka.

Baca Juga:   Hewan Arthropoda Adalah? Berikut Ciri-ciri dan Contohnya

K. Apakah semua amfibi beracun?

Hanya terdapat sebagian spesies amfibi yang beracun. Ciri khas yang paling kentara, mereka memiliki warna cerah yang berguna sebagai peringatan bagi predator. Sebagian besar amfibi juga mengeluarkan bahan kimia dari kulit mereka untuk menyulitkan predator. Hasil sekresi tersebut membuat mereka licin dan lengket, serta dapat mengiritasi kulit.

Karena itu, apabila Anda berniat untuk menjadikan amfibi sebagai hewan peliharaan, kenali dengan baik spesies yang Anda pilih. Pastikan Anda dapat menyediakan tempat tinggal yang persis seperti habitat aslinya, memahami pola hidup dari amfibi tersebut, serta segala potensi bahaya yang dapat mereka timbulkan.

L. Cara Amfibi Berkembang Biak

a. Reproduksi dan Perkembanganbiakan Amfibi

Amfibi berkembang biak secara seksual dengan pembuahan eksternal atau internal. Mereka menarik pasangan dengan berbagai cara. Misalnya, suara katak yang serak adalah panggilan kawin mereka. Setiap spesies katak memiliki panggilan tersendiri yang dikenali oleh anggota spesies lainnya sebagai milik mereka. Kebanyakan salamander menggunakan indra penciumannya untuk mencari pasangan. Jantan menghasilkan bau kimia yang menarik betina.

b. Amfibi Bertelur

Tidak seperti vertebrata tetrapoda lainnya (reptil, burung, dan mamalia), amfibi tidak menghasilkan telur ketuban. Oleh karena itu, mereka harus bertelur di air agar tidak mengering. Telur mereka biasanya tertutup bahan seperti agar-agar atau “jelly” membantu menjaga telur tetap lembab dan sebagai perlindungan dari predator.

Amfibi umumnya bertelur dalam jumlah besar. Seringkali, banyak amfibi dewasa bertelur di tempat yang sama pada waktu yang sama. Ini membantu memastikan bahwa telur akan dibuahi dan setidaknya beberapa embrio akan bertahan hidup. Setelah telur diletakkan, sebagian besar amfibi selesai dengan masa pengasuhannya.

c. Larva amfibi

Mayoritas spesies amfibi melewati tahap larva yang sangat berbeda dengan bentuk dewasa. Tahap awal larva, atau kecebong, menyerupai ikan. Ia tidak memiliki kaki dan memiliki ekor panjang, yang digunakannya untuk berenang. Berudu juga memiliki insang untuk menyerap oksigen dari air. Saat larva mengalami metamorfosis, ia menumbuhkan kaki, kehilangan ekornya, dan mengembangkan paru-paru. Perubahan ini mempersiapkannya untuk hidup di darat sebagai katak dewasa.

error: