Hewan yang Memakan Kotorannya Sendiri

daftarhewan.com. Coprophagia adalah praktik makan kotoran (feses) ee atau tai. Bagi siapapun, melihat anjing memakan kotorannya sendiri atau kotoran anjing lain tentunya merupakan hal yang menjijikan.

anjing memakan kotoran sendiri, hewan makan kotoran sendiri, alasan anjing memakan kotorannya sendiri, kenapa anjing makan kotoran sendiri, obat anjing makan kotoran sendiri, cara mengatasi anjing makan kotorannya sendiri, hewan yang memakan kotorannya sendiri, mengapa anjing makan kotoran sendiri, mencegah anjing makan kotoran sendiri, mengatasi anjing makan kotoran sendiri, penyebab anjing memakan kotorannya sendiri, penyebab anjing makan kotorannya sendiri

gambar ilustrasi anjing memakan kotoran sendiri

Ada sejumlah hewan yang akan melakukan hal ini pada waktu tertentu, dan bahkan terkadang memakan kotoran hewan lain. Ini dikenal sebagai Coprophagia. Misalnya, terkadang anjing akan memakan kotoran kucing. Di sisi lain, beberapa hewan, seperti kelinci, melakukan ini untuk mengekstraksi nutrisi yang tidak dapat diproses oleh tubuh mereka.

Hewan yang memakan kotorannya sendiri

Ini juga dilakukan oleh marmut, hamster, chinchilla, dan Tikus mol telanjang (Naked mole-rat). Serangga tertentu memakan kotoran hewan lain, dan beberapa hewan muda, seperti kuda nil, gajah, koala, dan panda raksasa melakukannya di awal kehidupan mereka. Dan tentu saja, manusia telah mengembangkan praktik yang agak aneh dengan membayar harga yang mahal untuk Kopi Luwak, yaitu kopi yang telah dimakan oleh luwak, dan kemudian, yah, dibuang begitu saja.

Baca Juga:   Bentuk Adaptasi Hewan Gurun Pasir

Perilaku ini juga dapat terjadi pada manusia dengan penyakit skizofrenia, dan pica. Dan, pada beberapa kasus, sapi diberi makan kotoran ayam yang dicampur kosentrat, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan bovine spongiform encephalopathy (penyakit sapi gila) jika ada tepung tulang. Dan babi akan memakan kotoran hewan yang sebagian besar merupakan makanan herbivora.

Jika Anda pemilik hewan peliharaan, konteks utama coprophagia mungkin adalah anjing. Terlepas dari apakah Anda mengalaminya sendiri atau tidak, Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang anak-anak anjing yang lucu, secara sengaja memutuskan untuk memakan kotorannya sendiri atau menyerbu kotak kotoran kucing.

Hal tersebut dapat menginspirasi pemilik hewan peliharaan yang penuh kasih untuk segera menemui dokter hewan dengan asumsi ada yang salah dengan hewan kesayangannya, tetapi situasinya tidak selalu menunjukkan penyakit.

Lalu, Kenapa Hewan Memakan Kotorannya Sendiri?

Ini mungkin tampak menjijikkan bagi manusia, tetapi praktik makan kotoran, yang dikenal sebagai coprophagia, umum terjadi di kerajaan hewan, dan membantu hewan-hewan ini mengakses nutrisi yang tidak dapat mereka cerna pertama kali.

Baca Juga:   Top 12 Hewan yang Paling Imut di Dunia, Lucu Banget!

Banyak bayi hewan termasuk gajah dan anak kuda nil memakan kotoran dari induk mereka atau sesama anggota kawanan saat mereka beralih dari minum susu ibu mereka ke makan makanan padat.

Makan kotoran ini membantu bayi membangun komunitas bakteri yang sehat di usus mereka, yang pada gilirannya membantu pencernaan normal.

Di sisi lain, Kelinci adalah hewan yang memakan kotorannya sendiri, alasannya adalah untuk menyerap sisa nutrisi yang tertinggal. Karena metabolisme yang cepat, limbah mereka tidak cukup lama berada di dalam tubuh untuk menyerap semuanya. Kelinci biasanya akan memakan kotorannya segera setelah tidur, tetapi dapat ditemukan menggigit kotoran mereka setiap kali mood menyerang mereka.

Hewan pengerat lainnya juga dikenal suka memakan kotoran, baik di penangkaran maupun di alam liar. Kapibara, misalnya, terkenal karena memakan kotorannya, seperti halnya marmut.

Baca Juga:   Metamorfosis: Daur Hidup Kupu-kupu dan Penjelasannya

Guinea pig, dapat memakan kembali kotorannya hingga lima puluh kali dalam satu jam. Itu terjadi begitu cepat sehingga Anda mungkin tidak sadar bahwa hal tersebut sedang terjadi.

Pada burung kasuari, coprophagia mungkin bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan individu, tetapi juga untuk kesehatan lingkungan secara keseluruhan. Pergerakan usus mereka lembut dan cepat, jadi mereka tidak mencerna biji-bijian yang mereka makan di usus. Jadi biji-bijian tersebut keluar melalui feses dan tersebar di penjuru hutan sehingga biji tersebut menjadi tunas pohon-pohon baru.

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa coprophagia dapat berasal dari hubungan yang sehat dan kompleks antara hewan dan lingkungannya. Hewan terkadang mengambil keputusan untuk mengonsumsi kotoran karena alasan yang tidak selalu dapat di identifikasi oleh manusia. Ini bisa menjadi semacam pengobatan tersendiri.

Dengan kata lain, mungkin bakteri telah membuat beberapa hewan cenderung menuju coprophagia, menciptakan lingkaran simbiosis jika mereka memakan kotoran dari jenisnya sendiri.

error: