Hewan Ordo Primata Hidup di Madagaskar Afrika

Posted on

daftarhewan.com. Hewan Ordo Primata Hidup di Madagaskar Afrika. Umumnya Lemur yang disebut juga (Warik Madagaskar) tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia.

hewan yang memiliki ekor panjang, binatang ekor nya panjang no togel, hewan yg ekornya panjang, hewan ekor nya panjang, binatang ekor panjang dalam no togel
Lemur ekor cincin

Madagaskar adalah satu-satunya negara di dunia tempat orang-orang dapat menemukan lemur dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Salah satu spesies lemur yang aktif di malam hari, dan termasuk hewan yang aneh, adalah Aye-aye (Daubentonia madagascariensis).

Binatang ini memiliki mata besar yang dipergunakan untuk penglihatan malam. Ukuran tubuh aye-aye sekitar 58 cm hingga 104 cm yang diselimuti bulu berwarna hitam, serta mempunyai ekor berbulu halus.

Seperti hewan pengerat, mereka mempunyai gigi yang terus tumbuh. Habitat utama aye-aye adalah di hutan pantai Madagaskar.

Baca Juga:   Penyebab Virus Corona "COVID-19", Pencegahan dan Cara Menanganinya

Di antara primata Aye termasuk yang paling unik, ia memiliki jari keenam yang disebut ibu jari semu untuk mencengkeram.

gambar hewan aneh lucu, gambar hewan aneh di dunia, gambar hewan aneh dan menyeramkan, gambar hewan aneh sedunia
Aye-aye

Selama mencari makanan, ia menggunakan ekolokasi untuk mengetuk batang pohon untuk mengetahui apakah ada larva serangga di dalamnya dan selanjutnya aye-aye mencabut kulit kayu dengan giginya, dengan gerakan seperti menggaruk, setelah itu ia mengeluarkan larva dengan menggunakan jari tengahnya yang sempit.

Aye-aye terancam punah dan masuk dalam daftar merah IUCN karena perburuan dan perusakan habitat yang sebagian besar disebabkan oleh manusia yang membakar hutan, melakukan penebangan liar, pembuatan arang, serta perluasan pertanian dan peternakan.

Sayangnya, hewan ini juga dianggap sebagai pembawa pesan jahat dan karenanya dibunuh di tempat jika dilihat oleh masyarakat setempat.

Baca Juga:   10 Flora dan 10 Fauna di Indonesia Beserta Gambarnya

Di Madagaskar, setiap daerah yang dekat dengan habitat Aye-aye memiliki kepercayaan tersendiri terhadap hewan yang luar biasa ini.

Salah satu wilayah percaya bahwa jika jari tengah mereka menunjuk seseorang, mereka akan mati.

Keyakinan budaya lokal bahwa aye-aye adalah penyebar kejahatan telah menyebabkan penurunan populasi Aye-aye secara langsung.

Selain itu, masyarakat setempat hanya memiliki sedikit akses terhadap makanan dan sangat bergantung pada sumber produk dari hutan, yang pada gilirannya menghancurkan habitat alami tidak hanya Aye-aye tetapi juga fauna dan flora lainnya.

Menurut edgeofexistence.org, Minimnya pengetahuan dan pendidikan masyarakat lokal tentang konservasi dan spesies lokal bagi mereka merupakan hambatan yang signifikan untuk melestarikan spesies.

Baca Juga:   12 Hewan yang Berbahaya, Paling Banyak Membunuh Manusia!

Salah satu cara yang paling efektif dan mendasar untuk mencapai tujuan konservasi adalah bekerja secara khusus dengan anak-anak yang tinggal di pinggir hutan.

Ini akan membantu untuk melestarikan hewan ini dengan lebih baik untuk generasi mendatang. Sekaligus meningkatkan kesadaran untuk tindakan konservasi yang paling efektif.