Home » Hewan Peliharaan » Hewan Unggas (Fowl): Klasifikasi, Karakteristik, dan Contoh Spesies

Hewan Unggas (Fowl): Klasifikasi, Karakteristik, dan Contoh Spesies

pegadaftarhewan.com. Dalam bahasa internasional, terdapat dua terminologi yang sama-sama merujuk pada unggas, yaitu fowl dan poultry. Umumnya, istilah fowl digunakan untuk mendeskripsikan kelompok unggas secara biologis, yang terdiri dari ordo Galliformes dan Anseriformes. Sementara poultry merujuk pada kelompok unggas yang telah mengalami domestikasi, menjadi peliharaan atau ternak, untuk diambil daging, telur, dan/atau bulunya.

apa saja hewan yang termasuk unggas, hewan apa saja yg termasuk unggas, apa itu hewan unggas, apa saja hewan unggas, apa arti hewan unggas, apa pengertian hewan unggas, apakah pengertian hewan unggas, apa makanan golongan hewan unggas, apa yang dimaksud hewan unggas

Ayam (gallus gallus) termasuk unggas – via : animalia-life.club

Dengan kata lain, ada poultry yang termasuk dalam kelompok fowl. Di sisi lain, fowl tidak seluruhnya poultry. Ada pula fowl yang tidak mengalami domestikasi dan hidup di alam liar.

Nah, pemisahan istilah tersebut tidak ada dalam bahasa Indonesia. Maka, dalam artikel ini hanya akan menggunakan istilah “unggas” yang merujuk pada kelas Aves, untuk menjelaskan tentang fowl dalam konteks unggas dari ordo Galliformes dan Anseriformes.

Klasifikasi Unggas (Fowl)

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Subkelas: Neognathae

Ordo: Galliformes dan Anseriformes

hewan unggas adalah, hewan unggas adalah brainly, contoh hewan unggas adalah, ciri-ciri hewan unggas antara lain, yang termasuk hewan unggas adalah, unggas adalah hewan non ruminansia yaitu, hewan jenis unggas berkembang biak secara, gambar hewan unggas beserta namanya, hewan unggas dan ciri cirinya, hewan unggas apa aja

Cygnus olor (angsa putih) : via : wikipedia.org

Setiap unggas termasuk dalam kelas Aves, yang sebenarnya, terdiri sekitar 30 ordo. Namun, istilah fowl merujuk pada ordo Galliformes (unggas darat) dan Anseriformes (unggas air) saja.

Di antara Galliformes dan Anseriformes, terdapat kesamaan pada aspek anatomi dan molekuler, yang menunjukkan keterkaitan dalam evolusi. Leluhur yang sama, membuat kedua ordo membentuk klade unggas, yang secara ilmiah dikenal dengan sebutan Galloanserae. Klade ini didukung oleh riwayat morfologi dan DNA, termasuk pula data tentang ada atau tidaknya retrotransposon.

Maka, perlu ada pemisahan istilah antara unggas yang tergabung dalam ordo Galliformes dan Anseriformes, dengan unggas secara umum, karena terdapat monofiletik yang menjadi pembeda di antara mereka.

Sementara itu, dari segi bahasa, terdapat perbedaan istilah fowl dan poultry, karena pengaruh dari bahasa Jerman dan Latin pada bahasa Inggris di abad pertengahan.

Baca Juga:   12 Jenis Sapi Potong Unggulan yang Ada di Indonesia

Fowl, berasal dari bahasa Jerman. Sebagai perbandingan, “fugol” pada bahasa Inggris Kuno, “fûgel” dari Frisia Barat, “vogel” di Belanda dan Jerman, “fågel” di Swedia, serta “fugl” di Denmark dan Norwegia. Sementara “poultry” berasal dari pengaruh Latin melalui bahasa Prancis Norman.

Namun, sayang sekali, keterbatasan dalam bahasa Indonesia, membuat kita tidak dapat membedakan antara fowl dan poultry melalui terminologi. Dalam KBBI, unggas merujuk pada ciri-ciri seluruh spesies yang tergabung di kelas Aves. Adapun istilah unggas air, mendeskripsikan tentang unggas yang menyukai hidup di area perairan, seperti bebek dan mentok.

Sementara poultry, lebih populer dengan sebutan unggas ternak atau hewan ternak, seperti ayam, itik, bebek, puyuh, mentok, dan sebagainya. Namun, unggas seperti burung unta yang menjadi peliharaan dan hidup di peternakan, hanya tergolong sebagai poultry dan tidak disebut sebagai fowl karena tidak tergabung dalam ordo Galliformes dan Anseriformes.

Kendati demikian, ada banyak jenis unggas yang tergolong fowl, juga menjadi bahan pangan, seperti ayam atau kalkun. Ada pula yang menjadi unggas buruan seperti burung pegar dan ayam hutan, unggas liar seperti ayam guinea dan merak, dan unggas air, seperti bebek dan angsa.

hewan unggas dan ciri cirinya, hewan ternak unggas contohnya, contoh hewan unggas, ciri hewan unggas, contoh hewan unggas dan ciri cirinya, hewan unggas dan nama latinnya, nama hewan unggas dalam bahasa inggris, hewan di unggas, foto hewan unggas, gambar hewan unggas, golongan hewan unggas, hewan jenis unggas, karakteristik hewan unggas

Entog atau mentok (Cairina moschata) salah satu contoh hewan unggas – via : wikimedia.org

Karakteristik Hewan Unggas (Fowl)

  • Lingkup ekologi yang beragam, membuat unggas dalam ordo Galliformes dan Anseriformes memiliki adaptasi yang berbeda, dari segi morfologi maupun etologi. Kendati demikian, unggas darat dan unggas air masih memiliki fitur-fitur yang serupa. Karena, mereka bersifat plesiomorfik untuk seluruh subkelas Neognathae, yang sebagian besar juga menjadi karakteristik dari Palaeognathae.
  • Klade Galloanserae sangat produktif. Secara berkala, mereka dapat menghasilkan hingga 5—10 telur dalam sekali pengeraman. Sementara itu, sebagai pembanding, burung pemangsa dan merpati sering kali hanya menghasilkan 1—2 telur.
  • Sebagian besar unggas melakukan monogami, sementara Galloanserae di musim kawin memiliki kebiasaan poligini atau poligami. Umumnya, praktik semacam ini juga terjadi pada ayam peliharaan, ketika dua ayam jantan disatukan dengan sekawanan ayam betina.
  • Hibridisasi atau persilangan kerap terjadi dalam klade Galloanserae. Bahkan, antara genus yang tidak umum menghasilkan hibrida, kawin silang dapat berlangsung relatif mudah. Misalnya, ayam guinea telah berhasil menghasilkan hibrida dengan unggas domestik dan merak India, yang tidak begitu lekat dengan Galliformes.
Baca Juga:   Inilah Jenis Hewan Peliharaan yang Tidak Bau

Di sisi lain, persilangan ini menjadi faktor utama yang mempersulit penelitian mengenai keterkaitan antar unggas, berdasarkan urutan mtDNA. Misalnya, itik Melewar di Amerika Utara, yang diperkirakan berasal dari unggas jantan Siberia, yang menetap, dan dikawinkan dengan leluhur bebek hitam Amerika.

  • Galloanserae dapat bertumbuh dan berkembang begitu cepat. Unggas dari ordo Anseriformes, bahkan telah mampu berenang dan menyelam, hanya dalam beberapa jam setelah menetas. Dan, megapode dari ordo Galliformes, telah sepenuhnya berbulu dan dapat terbang dalam waktu yang cukup lama, segera setelah mereka keluar dari sarangnya.

Asal-usul Hewan Unggas (Fowl)

Fosil yang telah ditemukan hingga saat ini masih sangat terbatas. Namun, sejauh ini disepakati sebuah kesimpulan bahwa Galloanserae, yang sebagian besar menjadi kelompok burung modern, sudah tersebar luas pada akhir periode Kapur.

Bahkan, meskipun berasal dari garis keturunan yang telah punah dan sezaman dengan dinosaurus non-avian, fosil-fosil seperti Vegavis menunjukkan karakteristik unggas air modern  Padahal, sebagian besar leluhur unggas dari zaman mesozoikum, yaitu enantiornithes, telah punah bersama dinosaurus. Sedangkan, klade Galloanserae sukses bertahan hingga kini, dan menjadi kelompok unggas modern.

Baca Juga:   15 Jenis Kelinci Hias yang Bagus dan Gambarnya

Berbeda dengan morfologi ordo Galliformes yang cukup konservatif, unggas dari ordo Anseriformes telah mengalami adaptasi berupa penyaringan makanan, yang memiliki banyak keterkaitan secara autapomorfik.

Sistem penyaringan makanan yang canggih pada Anseriformes, menunjukkan persamaan antara Presbyornis, yang merupakan anseriformes awal, dengan burung pantai. Kesaman tersebut sempat membuat ilmuwan menganggap adanya keterkaitan kuat antara Anseriformes dengan ordo Charadriiformes. Namun, penelitian yang terus berkembang menunjukkan bukti-bukti pendukung untuk Galloanserae. Sehingga, klade tersebut telah disepakati sebagai garis keturunan evolusi yang asli oleh sebagian besar ilmuwan.

macam hewan unggas, macam2 hewan unggas, hewan peliharaan unggas, hewan sejenis unggas, hewan ternak unggas terdiri dari, hewan yang termasuk unggas, contoh hewan ternak unggas, sebutkan 3 contoh hewan unggas, sebutkan 5 hewan unggas, manfaat hewan unggas

Meleagris (kalkun) adalah hewan yang termasuk unggas

Hubungan Hewan Unggas (Fowl) dengan Manusia

Terdapat dua relasi utama antara unggas dan kehidupan manusia, yaitu:

1. Unggas sebagai hewan ternak

Umumnya, manusia memelihara unggas untuk  mendapatkan manfaat berupa daging, telur, dan bulunya. Sejauh ini, ayam menjadi unggas yang paling banyak dikonsumsi dan diternakkan di segala penjuru dunia.

Selain ayam, unggas yang juga menjadi sumber pangan, yaitu bebek, angsa, mentok, puyuh, dan kalkun. Sementara itu, unggas lain seperti ayam guinea dan merak, tidak umum menjadi makanan, karena ketersediaan yang terbatas dan biaya pengembangbiakkan yang cukup besar.

2. Unggas sebagai hewan buruan

Berbagai spesies unggas menjadi hewan buruan, untuk keperluan olahraga dan makanan. Misalnya, burung pegar yang telah populer sebagai sasaran berburu, dan telah mengalami naturalisasi dari luar wilayah asalnya, di Asia hingga Eropa, dan Amerika Utara.

3. Contoh Spesies Unggas (Fowl)

Dari penjelasan tentang unggas di atas, dapat diketahui spesies yang termasuk dalam ordo Galliformes dan Anseriformes, yaitu:

  • Gallus gallus (ayam)
  • Cygnus olor (angsa putih)
  • Cairina moschata (mentok)
  • Coturnix coturnix (puyuh)
  • Meleagris (kalkun)
  • Pavo cristatus (merak biru)
error: