Home » Pengetahuan » Ketahui, Hubungan antara Hewan dan Penyebaran COVID-19

Ketahui, Hubungan antara Hewan dan Penyebaran COVID-19

daftarhewan.com. Coronavirus atau virus corona termasuk virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke hewan, dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia.

Beberapa jenis Coronavirus menyebabkan gangguan pernapasan pada manusia dan menjadi penyebab penyakit berat pada beberapa jenis hewan, seperti unta, sapi, babi, dan kelelawar. Namun, ada pula jenis Coronavirus yang menginfeksi anjing dan kucing, hanya bertransmisi dari hewan ke hewan, dan tidak menular ke manusia.

apa penyebab virus corona di china, apa penyebab penyakit corona virus, penyebab utama corona virus, penyebab virus corona di china, www.penyebab virus corona, apa penyebab penyakit corona virus

Resiko infeksi coronavirus dari hewan ke manusia

Hingga 3 bulan sejak pesebaran COVID-19, hewan yang bertindak sebagai host atau pembawa novel coronavirus a.k.a 2019-nCoV, belum diketahui secara pasti. Hanya terdapat dugaan dan spekulasi yang mencurigai kelelawar sebagi host, namun masih ada pula hewan lain yang perlu manusia waspadai.

Baca Juga:   Fungsi Ekor Pada Burung, Ternyata Epic dan Mengagumkan!

Dan, berkaitan dengan hal tersebut, kesiapsiagaan terwujud dalam pembentukan Tim Gerak Cepat (TGC) di pintu masuk negara, seperti bandara, pelabuhan, dan PLBDN, yang terdiri atas petugas KKP, imigrasi, Bea Cukai, Karantina Hewan, dan unit lain yang relevan dan kompeten dalam mencegah importasi penyakit.

Tim karantina hewan diperlukan, karena sindrom pernapasan akut berat (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), menjadi contoh infeksi coronavirus yang berasal dari hewan dan dapat menyebar ke manusia. Meski belum diketahui secara pasti, kemiripan gejala 2019-nCoV dengan SARS membuat dugaan sementara bahwa COVID-19 juga dapat bertransmisi dari hewan ke manusia.

Namun, belum ada bukti bahwa hewan peliharaan, hewan impor, satwa liar, atau produk hewan, dapat menyebarkan COVID-19 atau menjadi sumber infeksi. Kendati demikian, ada baiknya kita tetap waspada dan melakukan pencegahan infeksi COVID-19 dengan optimal.

Baca Juga:   Penjelasan Tentang Hewan Ovovivipar dan Contohnya

Cara menjaga kesehatan ketika berinteraksi dengan hewan

Meski kaitan dengan infeksi COVID-19 belum diketahui, kita tidak dapat menyangkal bahwa segala jenis hewan dapat membawa kuman penyebab penyakit. Maka, pastikan Anda selalu mempraktikkan kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan, apabila berinteraksi dengan hewan peliharaan atau hewan lainnya, yaitu:

  • Mencuci tangan setelah memegang bagian tubuh hewan, pakan, limbah, atau kandang hewan.
  • Jaga kebersihan dan kesehatan setiap hewan peliharaan, serta lingkungan mereka.
  • Periksakan hewan peliharaan ke dokter hewan secara rutin, dan konsultasikan apabila Anda memiliki pertanyaan atau keluhan terkait kesehatan hewan peliharaan.

Cara melindungi hewan peliharaan ketika Anda sakit

Apabila Anda merasakan gejala COVID-19, dan tengah berstatus sebagai ODP atau PDP, batasi kontak atau interaksi dengan hewan peliharaan dan hewan lainnya. Meski belum ada bukti terkait penularan dari hewan ke manusia atau manusia ke hewan, lebih baik Anda melakukan tindakan preventif untuk memastikan agar hewan peliharaan tetap sehat.

Baca Juga:   Daftar Hewan Terancam Punah di Kalimantan

Apabila memungkinkan, Anda pun dapat meminta tolong pada keluarga atau ART, untuk merawat hewan peliharaan selama Anda sakit. Hindari kontak dengan hewan peliharaan, termasuk pula memeluk, mencium, berbagi makanan, atau segala aktivitas yang berpotensi terkena liur atau cairan tubuh.

Namun, jika Anda harus tetap merawat hewan peliharaan ketika sakit, pastikan Anda selalu mencuci tangan, sebelum dan setelah Anda berinteraksi dengan mereka.

Kesimpulan:

  • Terdapat berbagai jenis Coronavirus, baik yang menginfeksi manusia, menginfeksi hewan, dan yang dapat menyebar dari hewan ke manusia dan manusia ke hewan.
  • Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa COVID-19 berasal dari hewan dan dapat menular kepada hewan.
  • Ada baiknya, tetap lakukan upaya antisipatif yang maksimal, untuk mencegah penyebaran virus dari manusia ke manusia, manusia ke hewan, dan hewan ke manusia.
error: