18 Jenis Ikan, Keong dan Udang Pembersih Akuarium

Posted on

daftarhewan.com. Jenis ikan pembersih akuarium. Bukan peliharaan biasa, hewan-hewan seperti keong dan siput pemakan alga bisa menjadi komponen fungsional dalam suatu akuarium, salah satunya sebagai pembersih akuarium. Meski hanya menjalani hidup berdasarkan insting alaminya, mereka memiliki peran yang signifikan dalam mengelola dan menjaga keseimbangan ekosistem di akuarium.

Bahkan, beberapa hewan pemakan alga, juga kerap mencari makanan di dasar akuarium. Mereka membersihkan sisa-sisa makanan ikan yang tenggelam, sehingga dapat mencegah air menjadi keruh.

Namun, bagaimana cara memilih hewan pemakan alga yang tepat untuk akuarium Anda?

Sebelum menjawab hal tersebut, ada baiknya Anda kenali lebih dulu jenis-jenis alga yang dapat tumbuh. Dengan begitu, Anda dapat memillih pemakan alga yang sesuai dengan kondisi atau ekosistem akuarium Anda.

Berikut ini penjelasan singkat mengenai masing-masing jenis alga:

  • Ganggang rambut, atau disebut juga ganggang berfilamen atau ganggang benang, berwarna hijau muda. Ganggang ini tumbuh dengan cepat, dan menempel pada permukaan tangki, berupa filamen/lapisan tipis.
  • Ganggang cokelat, yang juga populer dengan sebutan diatom, bersel tunggal dan berwarna cokelat. Berawal dengan kotoran seperti debu di atas permukaan tangki, ganggang cokelat akan menjadi lapisan tebal dalam beberapa hari, jika tidak segera dibersihkan.
  • Ganggang lendir cokelat, atau dinoflagellata, merupakan ganggang lendir cokelat yang bersimbiosis, dengan menyediakan nutrisi untuk invertebrata seperti siput, namun juga dapat mengakuisisi ruang dalam akuarium.
  • Ganggang biru hijau, atau cyanobacteria, sering kali muncul dengan warna merah muda. Ganggang ini bersel tunggal, dan awalnya hanya tumbuh di satu atau dua area, namun dapat menyebar dengan relatif cepat.
  • Ganggang janggut hitam, umumnya berwarna ungu tua atau hitam, dan sering kali tumbuh di tanaman akuarium.
  • Ganggang bintik hijau, tumbuh pada akuarium dengan pencahayaan yang terang, dan cukup sulit untuk disingkirkan. Kendati demikian, ganggang ini tumbuh di dinding tangki dengan relatif lambat.
  • Ganggang hijau, yang populer dengan sebutan alga bloom, atau ledakan alga, dapat terjadi jika sirkulasi dalam akuarium kurang baik, atau pencahayaan terlalu terang.

Selain mempertimbangkan berbagai jenis alga di atas, Anda juga perlu memikirkan kondisi lingkungan dalam akuarium.

Karena, beberapa hewan pemakan alga, baik ikan, siput, atau udang, memerlukan syarat parameter tertentu.

Pilihannya, Anda dapat memelihara pemakan alga yang sesuai dengan kondisi lingkungan di akuarium, atau menyesuaikan kondisi akuarium dengan kebutuhan pemakan alga.

Di sisi lain, setelah mengenali jenis-jenis alga dan kondisi lingkungan akuairum, Anda juga perlu menggali informasi lebih dalam terkait perawatan atau cara memelihara masing-masing spesies pemakan alga.

Setiap spesies memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, sehingga beberapa spesies bisa jadi membutuhkan perawatan yang lebih rumit.

Apabila akuarium tidak menghasilkan cukup banyak alga atau ganggang, Anda dapat melengkapi makanan mereka dengan beberapa jenis sayuran atau pelet ganggang.

A. Ikan Pembersih Akuarium Terbaik

Sebagian ikan air tawar tergolong karnivor, dengan makanan berupa serangga, crustacea, dan ikan-ikan yang lebih kecil. Sementara itu, ikan pemakan alga merupakan ikan yang hidup dengan makanan nabati, dan tergolong herbivor.

Berikut ini beberapa pilihan ikan pemakan alga yang dapat Anda pelihara:

1. Selimang batu (Siamese algae eater)

pembersih kaca akuarium, ikan pembersih akuarium, alat pembersih kaca aquarium, pembersih air aquarium, ikan pemakan lumut aquarium, ikan pembersih kaca aquarium, jenis ikan pembersih akuarium, ikan hias pembersih aquarium, ikan hias pemakan kotoran aquarium, ikan pembersih kotoran aquarium
Selimang batu (Siamese algae eater) – via : wikimedia.org

Termasuk salah satu hewan pemakan alga yang aktif, pemakan alga siam atau Siamese algae eater juga memakan ganggang janggut hitam yang kerap diabaikan oleh spesies lain.

Dengan perilau yang tenang dan perawatan yang sederhana, Siamese algae eater merupakan pilihan yang tepat bagi para pemula.

Mereka membutuhkan ukuran tangki di atas 130 liter, dengan pH 6,5 ​-7,0 dan suhu antara 24-26°C. Siamese algae eater dapat hidup berdampingan dengan banyak spesies lain, selama ada cukup alga untuk mereka makan.

Baca Juga:   6 Jenis Ikan Hias yang Mudah dan Cepat Beranak

Namun, Anda juga dapat melengkapi asupan mereka dengan wafer atau pelet alga, hanya untuk memastikan mereka tidak kelaparan.

2. Pemakan alga China (Gyrinocheilos aymonieri)

ikan pembersih akuarium, pembersih air akuarium, pembersih air aquarium, jenis ikan pembersih akuarium, ikan hias pembersih aquarium, pembersih jamur kaca aquarium, pembersih aquarium kaca, hewan pembersih aquarium, pembersih aquascape, pembersih kotoran aquarium

Pemakan ganggang China atau Chinese algae eater, yang disebut juga lemon alga eater cenderung mudah dirawat dan dapat tumbuh dengan baik dalam tangki berkapasitas minimal 130 liter.

Mereka dapat tumbuh hingga 25 cm. Seiring pertumbuhannya, Chinese algae eater juga akan semakin agresif. Maka, Anda perlu berhati-hati jika menempatkannya bersama ikan yang relatif lemah dan rapuh.

Kendati demikian, perilaku agresif mereka memiliki sisi positif, karena karakter tersebut membuat Chinese algae eater menjadi satu-satunya pemakan alga yang dapat membersamai spesies besar dan semi-agresif, seperti keluarga ikan siklid.

Pada aspek parameter, Chinese algae eater memerlukan pH 6,8-7,4 dan tingkat kesadahan antara 8-10.

Mereka juga menyukai suhu air yang cenderung hangat dan makanan nabati lain sebagai pelengkap. Anda pun perlu menyediakan tempat persembunyian, seperti batang kayu yang berlubang atau gua dari bebatuan.

Di sisi lain, Chinese algae eater tidak dapat dikatakan sebagai pemakan alga yang aktif. Karena, meski Chinese algae eater muda dapat memakan berbagai jenis ganggang, mereka menjadi lebih “malas” saat bertambah besar.

3. Lele ranting (Rineloricaria lanceolata)

jenis ikan pembersih akuarium, lele ranting

Memiliki tubuh kecil, dengan panjang sekitar 10 cm, lele ranting atau twig catfish terlihat begitu ramping.

Mereka terbilang jinak, sehingga cocok untuk mendampingi ikan tetra dan berbagai jenis ikan kecil lainnya seperti moli dan guppy.

Idealnya, Anda perlu memelihara twig catfish berpasangan, dengan ukuran tangki minimal 45 liter. Mereka dapat hidup nyaman pada air dengan tingkat kesadahan rendah, dengan pH 6-8.

Di samping itu, twig catfish kurang toleran terhadap perubahan kimiawi dalam air, memerlukan makanan nabati lain sebagai tambahan asupan, dan tempat persembunyian, karena mereka cenderung pemalu.

4. Lele otocinclus (Otocinclus sp.)

pembersih air akuarium, pembersih air aquarium, pembersih lumut aquarium, ikan hias pembersih aquarium, hewan pembersih aquarium, pembersih kaca aquarium terbaik, pembersih kotoran aquarium, ikan pembersih dasar aquarium, ikan untuk membersihkan akuarium, ikan kecil pembersih akuarium

Termasuk salah satu pemakan alga terkecil, lele otocinclus hanya tumbuh hingga 5 cm. Penampilan mereka mirip dengan Chinese algae eater, namun relatif jauh lebih kecil dan tenang.

Lele otocinclus dapat hidup berdampingan dalam tangki komunitas dan berteman baik dengan pemakan alga lain di dasar akuarium. Namun, sebaiknya Anda tidak memelihara mereka bersama dengan spesies berukuran besar atau agresif, seperti keluarga siklid.

Lele otocinclus akan tumbuh dengan baik dalam satu kelompok, dengan tangki berkapasitas minimal 130 liter, yang menyediakan cukup alga. Dengan pH ideal sekitar 6,5-7,5, mereka dapat menoleransi beberapa dinamika kimiawi di dalam air.

Secara fungsional, spesies ini cocok untuk membersihkan ganggang cokelat atau diatom, karena mereka dapat memakannya dengan cepat, sebelum menjadi masalah di akuarium.

5. Lele whiptail (Rineloricaria sp.)

ikan untuk membersihkan akuarium, ikan pembersih kaca hias

Tampil unik dengan corak tubuh laiknya baju zirah, lele whiptail berwarna hitam dan cokelat, dengan panjang tubuh sekitar 15 cm, dan membutuhkan tangki berkapasitas minimal 230 liter.

Perawatan lele whiptail tergolong cukup mudah, dan memiliki temperamen yang tenang. Termasuk salah satu pemakan alga, lele whiptail tergolong omnivora, yang juga memakan detritus, berupa sisa makanan ikan lain.

Lele whiptail menyukai tingkat kesadahan antara 4-8, pH di kisaran 6,5-7, dan suhu yang relatif hangat, sekitar 23-26 °C, karena berasal dari daerah tropis di Amerika Selatan.

6. Bristlenose Plecostomus (Ancistrus temminckii)

ikan pembersih aquarium predator, ikan pembersih aquarium ikan predator

Populer dengan sebutan lele bristlenose, spesies ini memiliki karakteristik fisik yang unik, berupa tonjolan seperti kumis di bagian moncongnya. Mereka sangat aktif memakan alga, serta membersihkan sisa-sisa makanan ikan di dasar akuarium.

Perawatan bristlenose plecostomus atau lele bristlenose cukup mudah. Mereka cocok dengan beberapa spesies yang tenang dan dapat menoleransi berbagai kondisi lingkungan di dalam akuarium. Kendati demikian, parameter ideal bagi mereka, yaitu pH 6,5 ​-7,5 dengan tingkat kesadahan sedang.

Dengan panjang sekitar 12,5 cm, kapasitas tangki untuk lele bristlenose minimal 90 liter. Meski memakan sebagian besar jenis alga, khususnya alga hijau, mereka juga membutuhkan makanan nabati tambahan.

7. Ikan Molly (Poecilia sphenops)

ikan molly balon, ikan molly balon hamil, ikan molly balon jantan dan betina, jenis ikan molly balon, pakan ikan molly balon, gambar ikan molly balon, cara memelihara ikan molly balon, membedakan ikan molly balon jantan dan betina, ikan molly balon wikipedia, sejarah ikan molly balon, pengertian ikan molly balon, gambar perbedaan ikan molly balon jantan dan betina, ikan balon hias
Ikan Molly Balon

Meski bukan pemakan alga yang aktif seperti ikan lain pada daftar ini, molly dan beberapa livebearer lain, seperti platy dan swordtail, terkadang juga memakani alga yang tersedia.
Molly dan ikan livebearer lainnya merupakan ikan yang cinta damai.

Dengan ukuran yang relatif kecil, sekitar 5-10 cm, mereka merupakan penghuni ideal bagi tangki komunitas, dengan kapasitas minimal 90 liter, tergantung besar kelompoknya.

Namun, atas reputasi berkembangbiak yang sangat pesat, Anda juga perlu memastikan ketersediaan ruang, ketika mereka beranak-pinak.

Baca Juga:   Cara Kerja Pompa Udara Akuarium yang Harus Diketahui

Dengan pH optimal sekitar 7,5-8,5, ikan molly pun dapat menjalani hidup di air yang sedikit payau.

8. Ikan bendera Florida (Jordanella floridae)

ikan pembersih akuarium, ikan pembersih kaca aquarium, jenis ikan pembersih akuarium, ikan hias pembersih aquarium, ikan pembersih kaca hias, ikan pembersih kotoran aquarium, ikan pembersih lumut aquarium, ikan pembersih lumut di aquarium, ikan hias pembersih kaca

Sebutan ikan bendera atau flagfish, merujuk pada tampilan tubuh mereka yang menyerupai bintang-bintang dan garis merah-biru pada bendera Amerika Serikat.

Temperamen ikan mungil ini cenderung tenang, namun bisa menjadi agresif selama pemijahan.

Secara fungsional, ikan bendera Florida terbilang aktif, karena dapat memakani ganggang benang, ganggang janggut hitam, dan berbagai ganggang rambut, yang kerap diabaikan oleh pemakan alga lainnya.

Mereka dapat tumbuh dengan baik pada tangki komunitas bersuhu 21-29°C. Karena dikenal suka melompat, ada baiknya Anda memasang tutup akuarium, untuk memastikan mereka tetap aman.

9. Hillstream Loach (Sewellia lineolata)

ikan pemakan lumut aquarium, ikan pembersih kaca aquarium, pembersih lumut aquarium, ikan hias pembersih aquarium, jenis ikan pembersih akuarium, ikan hias pemakan kotoran aquarium, hewan pembersih aquarium, penyedot kotoran aquarium elektrik, ikan brushmouth aquascape, ikan pembersih akuarium arwana, ikan pembersih aquarium predator, ikan pembersih lumut aquarium

Meski tampak seperti lele pemakan alga, hillstream tergolong ikan loach, yang merupakan bagian dari keluarga Balitoridae.

Karakteristik fisik mereka juga memiliki kemiripan dengan ikan pari mini, dan menggunakan bagian perutnya untuk menempel di batu, kayu apung, tanaman, atau kaca akuarium.

Hillstream loach termasuk pemakan alga yang sangat aktif, dan juga tangguh. Mereka dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, dengan rentang suhu 18-27°C.

Kemampuan tersebut membuat hillstream loach cocok untuk menjadi kru pembersih dalam akuarium ikan mas.

Dari segi perilaku, hillstream loach dapat menjadi semi-agresif, yang cenderung mereka tunjukkan pada jenisnya sendiri.

Maka, Anda dapat memelihara mereka dalam kelompok, dengan setidaknya 3-4 ekor, untuk meminimalisir agresi.

B. Keong Pembersih Akuarium Terbaik

Sebagian orang, menganggap siput sebagai hama di akuarium air tawar. Meski anggapan tersebut benar untuk beberapa spesies, siput yang relatif besar (keong) justru dapat berguna sebagai pembersih alga dari akuarium Anda.

Berikut ini jenis-jenis keong air tawar pemakan alga terbaik yang dapat Anda pilih:

10. Keong nerite (Neritina sp.)

siput pemakan alga, siput pembersih akuarium, keong pembersih akuarium

Cangkang dengan pola garis-garis hitam laiknya zebra, merupakan ciri fisik yang khas pada siput nerite.

Spesies ini terbilang paling populer, karena mereka sangat aktif memakani segala jenis ganggang, bahkan yang cenderung sulit seperti ganggang bintik hijau.

Kendati demikian, siput nerite cukup rentan dan hanya dapat tumbuh sekitar 2,5 cm. Implikasinya, terdapat beberapa peringatan yang perlu Anda perhatikan.

Misalnya, Anda harus melindunginya dari ikan predator besar, dan berhati-hati ketika menyentuhnya, karena mereka akan kesulitan untuk berbalik jika jatuh terlentang.

Kondisi air yang ideal bagi siput nerite, memiliki pH 6,5-8,5 dengan tingkat kasadahan 12-18. Namun, mereka juga cukup adaptif dan dapat hidup pada suhu 18-29°C.

11. Keong ramshorn (Planorbidae)

Keong ramshorn (Planorbidae)

Nama keong “ramshorn” berkaitan dengan bentuk cangkang yang menyerupai tanduk domba jantan.

Keong ramshorn memakani aneka jenis ganggang, sisa makanan ikan, serta serpihan tanaman yang membusuk, namun tidak menyantap tanaman hidup.

Dengan ukuran kecil, sekitar 2,5 cm, keong ramshorn dapat hidup harmonis dengan spesies ikan kecil yang berperilaku tenang.

Sementara bagi siklid, loach, dan ikan predator lainnya, keong ramshorn akan menjadi sasaran empuk.

Tergolong spesies yang cinta damai, Anda dapat memelihara satu keong ramshorn sendirian, bersama teman spesiesnya, atau dengan siput nerite, dengan pH air netral sekitar 7,0.

Selain fungsional, sebagai pembersih kaca akuarium keong ramshorn juga menjadi elemen dekoratif yang menarik dengan warna merah atau hitam yang menawan.

12. Keong apel misteri (Pomacea bridgesii)

keong pemakan alga terbaik, keong pembersih akuarium

Kerap diadopsi ketika masih bayi, keong apel misteri dapat tumbuh hingga seukuran bola bisbol. Meski terdapat beberapa varian warna, kuning cerah menjadi yang paling umum dijumpai.

Keong apel misteri memakan sebagian besar jenis ganggang di akuarium, terutama ganggang tanaman, ganggang kaca, dan ganggang substrat.

Namun, pastikan Anda memberi mereka makanan tambahan, karena spesies ini tidak akan segan-segan memakani tanaman hidup.

Dengan ukuran yang cukup besar, keong apel misteri dewasa mampu menjaga diri mereka sendiri. Namun, keong apel misteri tetaplah target empuk bagi ikan predator ketika ukuran mereka masih kecil.

13. Keong terompet Malaysia (Melanoides tuberculata)

sejenis siput pemakan kotoran ikan akuarium
Keong terompet Malaysia (Melanoides tuberculata)

Dengan ukuran maksimum di bawah 2,5 cm, keong terompet Malaysia menjadi salah satu pemakan alga terkecil.

Keong ini memiliki cangkang yang mengerucut seperti pusaran, berbentuk laiknya terompet, dan hadir dalam aneka warna.

Mereka cenderung menyukai ganggang lunak, dan tidak memakani tanaman hidup. Namun, Anda perlu berhati-hati jika terdapat tanaman berakar dalam akuarium, karena keong terompet Malaysia sering kali menjelajahi substrat untuk mencari makanan.

Di sisi lain, perawatan keong terompet Malaysia terbilang mudah. Mereka membutuhkan tangki berkapasitas minimal 45 liter, dengan pH sekitar 7,0–7,5.

Baca Juga:   20 Jenis Ikan Pelangi Warna-Warni yang Menawan Hati

Keong terompet Malaysia dapat hidup dengan baik pada akuarium komunitas, bersama spesies lain yang bersikap tenang.

Kendati demikian, Anda perlu waspada karena keong terompet Malaysia bisa berkembang biak dengan relatif cepat.

14. Keong kelinci (Tylomelania app)

Keong kelinci (Tylomelania app), keong pembersih aquarium, siput pembersih aquarium, keong hias air tawar, keong di akuarium, siput hias air tawar, siput pembersih kaca aquarium

Berukuran relatif besar, panjang keong kelinci bisa mencapai 12,5 cm. Penampilan mereka mirip dengan keong terompet Malaysia, dengan cangkang yang panjang dan meruncing, namun dengan warna kuning atau cokelat.

Umumnya, spesies ini tidak memakani tanaman hidup kecuali pakis lidah kolam. Selain alga, keong kelinci menyantap serpihan tanaman yang membusuk, dan detritus lainnya.

Mereka membutuhkan tangki berkapasitas minimal 135 liter, dengan suhu yang relatif dingin antara 20–23°C, pH sekitar 6,5–7,5, dan tingkat kesadahan 2–15.

C. Udang Pembersih Akuarium Terbaik

Selain memakan detritus berupa sisa-sisa makanan ikan dan serpihan tanaman yang membusuk, beberapa spesies udang air tawar juga menyantap alga.

Namun, hati-hati ketika memilih spesies yang hendak Anda pelihara. Karena, ikan predator atau ikan yang berukuran relatif besar bisa saja memangsa mereka.

Berikut ini beberapa spesies udang pemakan alga yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan:

15. Udang amano (Caridina multidentata)

Udang amano (Caridina multidentata), udang hias air tawar yang mudah dipelihara, udang pembersih aquarium, udang akuarium air tawar, udang di akuarium, aquarium udang hias air tawar, udang kecil aquarium, udang air tawar aquarium, cara memelihara udang di aquarium, aquarium untuk udang hias

Dengan ukuran yang relatif mungil, hanya sekitar 5 cm, Anda dapat memelihara udang amano pada akuarium kecil. Kondisi yang optimal bagi udang amano, yaitu air lunak yang rendah mineral, hingga cenderung sadah.

Mereka juga membutuhkan pH 6,5–7,5, dengan suhu sekitar 22–25°C. Kendati demikian, udang amano juga adaptif dan terbilang mudah dirawat.

Mereka berkembangbiak dalam kelompok berisi tiga ekor atau lebih, dan dapat Anda pelihara bersama dengan ikan kecil hingga sedang, dengan temperamen yang tenang.

Yang perlu Anda ingat, bisa jadi mereka akan menjadi mangsa bagi ikan besar dan agresif, seperti siklid atau ikan mas.

16. Udang ceri (Neocaridina denticulata sinensis)

udang akuarium, udang aquascape, udang aquarium, udang hias aquarium, udang pembersih aquarium, udang hidup pakan ikan, udang akuarium air tawar, udang di akuarium, udang kecil aquarium, udang untuk aquarium

Selain bertugas sebagai hewan pembersih yang fungsional, udang ceri juga tampil dengan warna merah cerah dan bisa menjadi unsur dekoratif yang cukup menawan.

Sebaiknya, Anda memelihara mereka dalam kelompok berisi 2 hingga 4 ekor, dalam tangki berkapasitas minimal 4,5 liter.

Anda juga perlu mengatur beberapa parameter, meliputi pH 6,0–8,0, tingkat kesadahan 3–10, dan rentang suhu yang cukup lebar, sekitar 15–27°C.

Udang ceri akan tumbuh dan berkembang secara optimal pada akuarium yang memiliki tanaman, dan dapat hidup berdampingan dengan ikan-ikan yang damai.

Sebagai peringatan, mereka bisa menjadi mangsa bagi ikan yang lebih besar atau para karnivor seperti puffer dan loach.

17. Udang hantu (Palaemonetes sp.)

udang hantu, udang akuarium, fungsi udang di aquascape, udang akuarium air tawar, udang di akuarium, fungsi udang di akuarium, manfaat udang di aquascape, memelihara udang di akuarium, makanan udang di akuarium

Nama udang hantu merujuk pada tubuh mereka yang tembus pandang. Kendati demikian, udang hantu juga memiliki bintik oranye atau kuning yang menjadi ciri khas mereka.

Dalam kondisi ideal, udang hantu dapat tumbuh hingga 5 cm, dan dapat Anda pelihara dalam tangki berkapasitas minimal 45 liter, bersuhu 20–29°C, tingkat kesadahan 3–10, dan pH 6–8.
Fleksibilitas tersebut, lantas membuat mereka masuk dalam jajaran hewan pemakan alga yang mudah dirawat.

Meski tidak seaktif udang amano dan udang ceri dalam membersihkan alga, udang hantu yang tenang ini juga akan memakani sisa-sisa makanan ikan dan bangkai-bangkai tanaman.
Demi keamanan, pastikan Anda menempatkan mereka bersama ikan-ikan kecil yang tidak agresif.

18. Udang bambu (Atyopsis moluccensis)

udang bambu, udang akuarium, fungsi udang di aquascape, udang di akuarium

Dengan warna cokelat kemerahan bergaris putih, udang bambu tampil klasik, namun tetap menarik. Dapat tumbuh hingga 5–7,5 cm, mereka tergolong pemakan alga yang berukuran relatif besar.
Agar dapat hidup sejahtera, udang bambu membutuhkan tangki berkapasitas minimal 90 liter, dengan pH 7–7,5, tingkat kesadahan yang cenderung tinggi, dan berkualitas baik.

Namun, mereka juga cukup mudah dipelihara, selama memiliki cukup ganggang dan detritus untuk dimakan, serta serpihan wafer ganggang sebagai tambahan
Menunjukkan temperamen yang tenang dan menyukai kedamaian, udang bambu dapat hidup bersama ikan-ikan yang tidak agresif, namun bisa menjadi mangsa bagi spesies yang lebih besar atau para karnivor.

D. Cara Memilih Hewan Pemakan Alga Terbaik

Tidak ada hewan pemakan alga yang cocok untuk segala kondisi. Masing-masing hewan pemakan alga membutuhkan lingkungan hidup yang unik dan cukup spesifik.

Maka, pertimbangkan segala faktor yang telah disebutkan sebelumnya, antara lain: ukuran akuarium, jenis alga, paramater air, dan penghuni lain dalam tangki komunitas.

Dengan memahami kondisi akuarium, barulah Anda dapat memutuskan jenis hewan pemakan alga yang paling sesuai dan cocok untuk mengisi akuarium Anda bersama spesies lainnya.