Home » Kucing » Jenis Kucing Caracal, Kucing Eksotis dari Alam Liar

Jenis Kucing Caracal, Kucing Eksotis dari Alam Liar

daftarhewan.com. Masih termasuk keluarga Felidae, Caracal (C. caracal) merupakan kucing liar berukuran sedang yang berasal dari Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan India. Sementara di Indonesia, spesies kucing ini mulai dikenal masyarakat setelah para influencer memperkenalkan kucing Caracal sebagai hewan peliharaan mereka.

Tapi, ada baiknya Anda tidak mudah terpancing untuk ikut-ikutan memelihara Caracal, ya. Karena, sebagai kucing eksotis, Caracal akan memerlukan perawatan dan perlakuan khusus. Tentunya, dengan upaya dan biaya yang juga tidak rendah.

harga kucing jenis caracal, kucing caracal adalah, kucing caracal indonesia, harga kucing caracal cat, kucing jenis caracal, jenis jenis kucing caracal, jenis kucing mirip cheetah, jenis kucing afrika, jenis kucing serval, kucing caracal harga

Pastikan Anda lebih dulu memahami asal-muasal dan seluk-beluk kehidupan Caracal di habitat aslinya. Selain itu, pertimbangkan segala aspek yang menjadi konsekuensi pemeliharaan, seperti fasilitas, biaya, waktu, dan sebagainya.

Seluk-beluk Caracal, Spesies Kucing Eksotis dari Alam Liar

Nah, jika Anda benar-benar telah siap berkomitmen dan bertanggung jawab, berikut ini sederet informasi yang Anda perlu ketahui, untuk mengenal spesies Caracal:

A. Klasifikasi Ilmiah Kucing Caracal

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Karnivora

Subordo: Feliformia

Famili: Felidae

Subfamili: Felinae

Genus: Caracal

Spesies: Caracal caracal

Subspesies: C. aharonii, C. bengalensis, C. berberorum, C. coloniae, C. corylinus, C. medjerdae, C. melanotis, C. melanotix, C. michaelis, C. nubicus, C. roothi, C. spatzi

B. Asal-muasal Kucing Caracal

Nama “Caracal” dicetuskan oleh Georges Buffon pada tahun 1761, dari istilah Turki “Karrah-kulak” atau “Kara-coulac”, yang berarti “kucing bertelinga hitam”. Ketika itu, Caracal kerap disamakan dengan “Lynx” dari Yunani dan Romawi, namun kini mereka diklasifikasikan dalam genus yang berbeda.

Sementara itu, pada tahun 1776, Johann Christian Daniel von Schreber menggunakan”Felis caracal” sebagai nama ilmiah yang merujuk pada Caracal dari Tanjung Harapan. Pada tahun 1843, ahli zoologi Inggris, John Edward Gray mengklasifikasikannya sebagai genus Caracal, dalam keluarga Felidae dan subfamili Felinae.

Sepanjang abad ke-19 dan 20, berbagai subspesies Caracal diusulkan. Dan, pada tahun 2017, tiga subspesies telah tervalidasi, yaitu:

Caracal selatan (C. c. Caracal), yang hidup di Afrika Selatan dan Afrika Timur.
Caracal utara (C. c. Nubicus), yang hidup di Afrika Utara dan Afrika Barat.
Caracal Asiatik (C. c. Schmitzi), yang hidup di wilayah Asia.

Baca Juga:   150+ Ide Nama untuk Kucing Anggora yang Bagus

kucing caracal harga, kucing caracal olx, kucing caracal besar, kucing caracal makan apa, kucing caracal baim wong, kucing caracal indonesia, kucing afrika caracal harga, caracal-kucing hutan afrika, asal kucing caracal, adopsi kucing caracal, anak kucing caracal, foto kucing caracal

C. Karakteristik Fisik Kucing Caracal

Caracal bertubuh ramping dan berukuran sedang. Mereka memiliki tubuh yang kekar, wajah pendek, gigi taring yang panjang, telinga berjumbai, dan kaki yang jenjang. Kaki belakang Caracal lebih panjang dari kaki depan, sehingga tubuh tampak miring ketika berdiri tegak.

Secara umum, berikut ini dimensi tubuh Caracal jantan dan betina:

Tinggi: 40-50 cm dari bahu

Panjang (kepala-badan): 78 cm (jantan) dan 73 cm (betina)

Berat: 12-18 kg (jantan) dan 8–13 kg (betina)

Panjang ekor: 26–34 cm

Caracal memiliki fitur wajah yang khas, dengan jumbai hitam sepanjang 4,5 cm di ujung telinga, yang semakin terkulai seiring pertambahan usia Caracal. Terdapat dua garis hitam dari dahi ke hidung, yang juga mengitari mata dan mulut. Ada pula semburat putih, di sekitar mata, cuping hidung, dan mulut, yang membuat struktur wajah mereka tampak tegas dan mentereng.

Bulu tubuh Caracal berwarna cokelat kemerahan, cokelat muda, hingga hitam. Terdapat gradasi warna yang lebih terang pada bagian bawah perut dan bagian dalam kaki.

Bulu-bulu Caracal, cenderung lembut, pendek, dan padat, namun menjadi lebih kasar di musim panas. Sementara di musim dingin, lapisan dasar pada bulu Caracal menjadi lebih padat, dengan lapisan luar yang tumbuh lebih panjang.

Beberapa karakteristik fisik Caracal mirip dengan Lynx, terutama pada telinga yang berjumbai, sehingga keduanya sering tertukar. Namun, perbedaan yang di antara mereka, yaitu Lynx memiliki corak tubuh, yang tidak ada pada Caracal. Sekilas, kucing emas Afrika juga mirip dengan Carcal, namun warna bulu mereka lebih gelap dan kontras, serta tidak memiliki jumbai telinga.

D. Distribusi dan Habitat Kucing Caracal

Di Afrika, spesies Caracal tersebar pada bagian selatan Sahara, namun cukup langka di Afrika Utara. Sementara di Asia, Caracal berkeliaran di wilayah Semenanjung Arab, Timur Tengah, Turkmenistan, Uzbekistan, hingga India barat.

Caracal dapat ditemukan di area hutan, sabana, rawa dataran rendah, semi-gurun, dan semak belukar. Namun, mereka cenderung lebih menyukai wilayah kering dengan curah hujan rendah, dengan ketersediaan tempat untuk berteduh.

E. Pola Hidup, Perilaku dan Sifat Kucing Caracal

Caracal termasuk hewan nokturnal, sehingga lebih aktif di malam hari. Namun, ada kalanya mereka juga nampak melakukan beberapa aktivitas di siang hari. Sebuah penelitian di Afrika Selatan menunjukkan bahwa Caracal menjadi lebih aktif ketika suhu udara turun hingga di bawah 20°C, dan berhenti ketika suhu lebih tinggi.

Sebagai kucing yang soliter, Jenis Kucing Caracal sering kali nampak sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok yang terdiri atas induk dan anak-anaknya. Mereka juga tergolong hewan yang teritorial, sehingga kerap menandai batu dan vegetasi di wilayahnya, menggunakan air seni dan/atau kotoran yang tidak tertutup tanah. Hanya saja, wilayah-wilayah ini juga sering kali tumpang tindih.

Baca Juga:   Apa Saja Penyakit pada Kucing?

Komunikasi antar Caracal dilakukan dengan suara-suara kucing pada umumnya, seperti mengeong, menggeram, mendesis, atau mendengkur. Mereka juga berkomunikasi secara visual, melalui jumbai telinga dan raut wajah.

F. Makanan Kucing Caracal

Sebagai hewan karnivor, umumnya Caracal memangsa burung, hewan pengerat, atau mamalia kecil lainnya.

Terdapat penelitian di Afrika Selatan, yang menunjukkan bahwa mereka memangsa kijang kecil, domba, kambing, tikus besar, hyrax batu, terwelu, dan burung. Sementara penelitian di India Barat, melaporkan bahwa hewan pengerat menjadi menu penting dalam diet Caracal.

Selain itu, ada kalanya Caracal juga memburu antelope, impala, dan mamalia lain yang lebih besar. Dan, diketahui bahwa mereka jarang memangsa reptil dan serangga. Kasus penyerangan pada manusia juga hampir tidak pernah terjadi, meski Caracal kerap mengincar hewan ternak.

Untuk mendapatkan makanan, Caracal berburu di berbagai sumber. Namun, mereka tetap berfokus pada area dengan ketersediaan makanan yang melimpah. Mereka juga kerap memakani rumput dan anggur untuk membersihkan sistem metabolisme dan menyingkirkan parasit.

Bermodal kecepatan dan kelincahan, Caracal menjadi pemburu yang efisien, dan mampu mengalahkan mangsa yang berukuran 2-3 kali lebih besar. Kaki belakang yang kuat, juga mendukung Caracal untuk melompat hingga lebih dari 3 meter, bahkan mengubah arah tubuh di udara, ketika menangkap burung.

fakta kucing caracal, gambar kucing caracal, kucing jenis caracal, kenapa kucing caracal mahal, makanan kucing caracal, memelihara kucing caracal, harga kucing caracal olx, sifat kucing caracal, kucing termahal caracal, ukuran kucing caracal

gambar anak kucing caracal lucu dan keren

G. Siklus Hidup dan Reproduksi Kucing Caracal

Caracal jantan maupun betina mencapai kematangan seksual di usia satu tahun. Maka, perkawinan Caracal dapat berhasil jika terjadi di usia 12-15 bulan.

Masa kehamilan berlangsung selama 2-3 bulan, sebelum akhirnya melahirkan 1-6 anak. Di alam, kelahiran Caracal mencapai puncaknya sekitar bulan Oktober-Februari. Proses persalinan terjadi di sekitar vegetasi yang lebat atau liang landak tanpa penghuni.

Bayi-bayi Caracal terlahir dengan mata yang tertutup, telinga yang terkatup, dan cakar yang mencuat. Warna bulu-bulu mereka telah menyerupai Caracal dewasa, dengan perut yang berbintik. Mata anak-anak Caracal mulai terbuka di usia 10 hari, namun butuh waktu yang cukup lama hingga penglihatan mereka sepenuhnya normal.

Telinga anak-anak Caracal menegak dan mulai bisa menyembunyikan cakar pada usia 3-4 pekan. Ketika itu, anak-anak Caracal juga mulai berkeliaran di sekitar lokasi kelahirannya, dan mulai bermain-main setelah 5-6 minggu. Di usia tersebut, anak-anak Caracal mulai mengonsumsi makanan padat, dan memburu mangsa pertamanya di usia 3 bulan.

Baca Juga:   Daftar Nama Kucing Lucu untuk Jantan dan Betina

Caracal muda akan berkeliaran lebih jauh pada usia 9-10 bulan, meski sebagian betina tetap bersama induk mereka. Di penangkaran, masa hidup Caracal rata-rata bisa mencapai 16 tahun.

H. Ancaman dan Status Konservasi Kucing Caracal

Dalam daftar IUCN, Caracal terdaftar dengan status “Least Concern”, atau cukup jauh dari kepunahan. Lagipula, kini mereka terdistribusi secara luas hingga lebih dari 50 negara, dengan tingkat populasi yang berbeda-beda.

Kendati demikian, eksistensi mereka juga berada di bawah ancaman. Terutama, karena hilangnya habitat akibat ekspansi pertanian, pembangunan jalan, dan permukiman. Diperkirakan, Caracal telah nyaris punah di Afrika Utara, berstatus “Critically Endangered” di Pakistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan, “Endangered” di Yordania, namun cukup stabil di Afrika Tengah dan Afrika Selatan.

Selain itu, populasi Caracal juga terancam oleh perburuan yang berujung pada perdagangan hewan di Semenanjung Arab. Di Turki dan Iran, Caracal sering kali terbunuh dalam kecelakaan lalu-lintas. Semetara di Uzbekistan, Caracal kerap mengalami pembantaian, karena memangsa ternak.

Populasi Caracal Afrika terdaftar pada CITES Appendix II, sementara populasi Caracal Asia berada dalam CITES Appendix I. Untuk melindungi populasi, perburuan Caracal dilarang di berbagai negara, termasuk Afghanistan, Aljazair, Mesir, India, Iran, Israel, Yordania, Kazakhstan, Lebanon, Maroko, Pakistan, Suriah, Tajikistan, Tunisia, Turki, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Sedangkan, di Namibia dan Afrika Selatan, Caracal masih dianggap sebagai hewan pembawa masalah dan perburuannya diperbolehkan dengan tujuan melindungi hewan ternak.

I. Caracal dan Peradaban Manusia

Kekaisaran Tiongkok menggunakan Caracal sebagai hadiah. Pada abad ke-13 dan 14, penguasa Dinasti Yuan membeli Caracal, cheetah, dan harimau dalam jumlah besar, dari pedagang Muslim di bagian barat kekaisaran dengan berbagai imbalan berharga. Dan, Dinasti Ming selanjutnya pun melanjutkan praktik ini.

Sementara di India, Caracal dan cheetah digunakan untuk berburu merpati. Perburuan ini menjadi taruhan, dengan menebak Caracal yang dapat menangkap merpati dengan jumlah terbanyak.
Dari sisi lain, Caracal diduga memiliki nilai spiritual yang dalam budaya Mesir, karena mereka nampak terpatri dalam lukisan dan patung-patung perunggu. Kulit mereka juga digunakan sebagai mantel, dan ada pula penemuan tubuh Caracal yang diawetkan.

Apakah Anda masih ingin memelihara Caracal? Jika demikian, pastikan Anda bisa menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan insting alami Caracal. Anda pun harus menjamin kesejahteraan mereka, agar Caracal yang Anda pelihara dapat tumbuh dengan baik, dan mencapai masa hidup yang maksimal.

error: