8 Jenis Lebah Madu di Dunia

Posted on

daftarhewan.com. Jenis Lebah Madu. Selama ini, kita memahami bahwa madu berasal dari lebah. Namun, ternyata dari sekitar 20.000 spesies lebah yang diketahui, tidak lebih dari 0,05% spesies lebah yang dapat menghasilkan madu.

Dan, dalam lingkup 8 spesies lebah penghasil madu, terdapat:

  • 2 spesies lebah madu kecil (Micrapis), dengan sarang terbuka tunggal, yaitu Apis florea dan Apis andreniformis.
  • 2 spesies lebah madu besar (Megapis) dengan sarang terbuka tunggal, yaitu Apis dorsata dan Apis laboriosa.
  • 4 spesies lebah madu ukuran sedang (Apis) dengan beberapa lapis sarang, yaitu Apis mellifera, Apis cerana, Apis koshevnicovi, dan Apis nigrocincta.

Jenis Lebah

Ingin mengenal mereka lebih dekat? Berikut ini informasi tentang 8 jenis lebah yang menghasilkan madu di dunia:

1. Lebah madu raksasa (Apis dorsata)

jenis lebah madu, jenis lebah, jenis jenis lebah, macam macam lebah, lebah apis dorsata, apis dorsata adalah, spesies lebah, jenis2 lebah, Spesies lebah madu, jenis madu lebah
p Lebah madu raksasa – Apis dorsata

Apis dorsata atau lebah madu raksasa, berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Apis dorsata liar bahkan menjadi entitas penting dalam penyerbukan berbagai tanaman di Asia Selatan, seperti: kapas, mangga, kelapa, kopi, lada, belimbing, dan makadamia.

Karakteristik fisik:

Bagian abdomen berwarna belang emas, hitam, dan putih pucat. Mereka memiliki toraks berbulu, dan ukuran tubuh yang relatif besar dibandingkan lebah madu lain, dengan panjang lebah pekerja sekitar 17–20 mm.

Sarang dan koloni:

Apis dorsata membangun sarang terbuka yang menggantung di cabang pohon atau bangunan.

Mereka membangun satu sarang besar berbentuk kerucut, yang dapat mencapai panjang 150 cm dengan tinggi 70 cm, dan berisi sekitar 100.000 lebah pekerja.

Terdiri dari beberapa lapisan, struktur sarang tersebut dapat menjaga ratu lebah dari dunia luar, bahkan menjadi pelindung dari hujan dan angin kencang.

sebutkan 9 spesies lebah madu yang ada di dunia, jenis lebah madu yang dibudidayakan di indonesia adalah, 7 spesies lebah madu, jenis lebah madu unggul, jenis lebah madu terbaik, jenis lebah penghasil madu terbaik, jenis lebah penghasil madu, jenis lebah madu pdf, macam jenis lebah madu, lebah raksasa

Pada bagian bawah sarang, terdapat sejumlah sel heksagonal kosong. Setiap koloni dapat memiliki hingga 100.000 lebah yang hanya terpisah beberapa sentimeter dari koloni lain dalam suatu agregasi. Spesies lebah madu ini dapat membentuk agregasi padat pada satu tempat bersarang, dan bisa mencapai 200 koloni di satu pohon.

Dalam rentang waktu 3-4 minggu setelah bersarang, satu koloni dapat menghasilkan sekitar 4-6 kilogram madu di bagian atas sarang, dan bisa mencapai 50-60 kilogram madu per pohon.

Koloni akan meninggalkan sarang kosong ketika pergi dari area bersarang mereka. Uniknya, para ilmuwan juga mengamati bahwa koloni tersebut dapat kembali ke cabang pohon yang sama dalam waktu enam bulan kemudian.

Perilaku Apis dorsata:

Beberapa ciri khas pada perilaku Apis dorsata, antara lain:

  • Jangkauan terbang yang lebih luas dan lama, karena ukuran tubuh yang lebih besar.
  • Agresif dan defensif, ketika mendapat gangguan. Mereka digambarkan sebagai salah satu hewan paling berbahaya di hutan Asia Tenggara, dan dianggap paling defensif di antara spesies lebah madu. Mereka memiliki sengat sepanjang 3 mm, yang dengan mudah dapat menembus pakaian, bahkan bulu beruang.
  • Cerdas dan penuh perhitungan, sehingga ketika mendapat ancaman, mereka tidak serta-merta memberi sengatan, karena lebah akan langsung mati setelah menyengat. Mereka lebih memilih untuk mendengung keras dan memberi gigitan, alih-alih mengorbankan nyawa anggota koloni.
  • Memiliki strategi yang unik, terutama untuk bertahan dari predator yang mengincar sarang mereka. Seekor lebah akan memberi peringatan dengan kembali ke sarang, siap menyengat, dan terbang dalam pola zig-zag melintasi barisan lebah. Kemudian, mereka akan meluncur ke tepi bawah sarang, sambil mengeluarkan suara desisan. Tindakan ini tidak hanya mempersiapkan serangan, melainkan juga membuat sarang mereka tampak lebih besar. Dengan begitu, burung predator yang biasanya merobek bagian bawah sarang, hanya akan mendapatkan sekumpulan lebah berbahaya.
  • Bertahan dari ancaman, dengan metode yang disebut shimmering atau kilauan, berupa tampilan visual yang mengintimidasi aneka predator seperti tawon, burung, dan mamalia. Dengan kompak, mereka mengangkat abdomen secara bergantian ketika melihat predator, sehingga membentuk gelombang berkilauan di sarang, yang tampak mengancam.
Baca Juga:   Makanan Jangkrik Agar Kuat dan Tidak Mudah Mati

Interaksi dengan manusia:

Bersifat liar dan galak dengan sengatan yang menyakitkan, Apis dorsata masih belum dibudidayakan, namun menjadi sumber madu hutan dan lilin lebah (beeswax). Namun, pengecualian bagi peternakan lebah dengan metode “kasau”, oleh orang-orang yang tinggal di rawa-rawa hutan Melaleuca, Vietnam Selatan.

2. Lebah madu batu (Apis laboriosa)

artikel lebah madu, spesies lebah madu, mengenal jenis lebah madu, fakta lebah madu, jenis jenis lebah yang menghasilkan madu, nama spesies lebah madu, jenis lebah yang menghasilkan madu, apakah lebah madu menyengat, kenapa lebah bisa menghasilkan madu, ada berapa jenis lebah madu, spesies lebah, berapa lama tawon menghasilkan madu, apakah lebah madu berbahaya, lebah dorsata adalah, apakah lebah bertelur

Pesebaran Apis dorsata laboriosa terbatas di wilayah Himalaya. Mereka merupakan lebah madu raksasa, yang bahkan mendapat predikat sebagai lebah madu terbesar di dunia.

Karakteristik fisik:

Seekor lebah madu batu dewasa, dapat mencapai panjang hingga 3 cm. Spesies lebah madu ini memiliki ukuran tubuh lebah pekerja terbesar, dengan warna cokelat kehitaman yang lebih gelap dibandingkan Apis dorsata.

Sarang dan koloni:

Sebagian besar Apis laboriosa bersarang di ketinggian sekitar 2500-3000 mdpl. Umumnya, mereka membangun sarang yang sangat besar di celah tebing pada sisi barat daya. Satu sarang bisa menyimpan hingga 60 kilogram madu, sebagai hasil dari penjelajahan di ketinggian hingga 4100 mdpl.

sarang lebah madu liar, jenis lebah madu, ada berapa jenis lebah, jenis jenis lebah yang berbahaya, jenis lebah madu yang menjadi favorit para peternak, 3 jenis lebah, jenis lebah madu unggul, jenis-jenis lebah, jenis jenis lebah di indonesia, perbedaan jenis lebah madu, jenis lebah penghasil madu pahit, jenis lebah penghasil madu terbaik, jenis lebah penghasil madu, jenis lebah madu pdf macam macam jenis lebah, jenis lebah yang menghasilkan madu

Interaksi dengan manusia:

Manusia telah menjalankan praktik berburu madu sejak di masa lampau, dan masih dilakukan pada era modern, di banyak wilayah Hindu Kush Himalaya. Maka, lebih dari 50% madu di wilayah tersebut berasal dari para pemburu madu.

Nilai tradisional dari aktivitas ini merupakan elemen penting dalam gaya hidup Razis dan Kurumbas di Nepal dan India. Di Nepal, khususnya Kaski, terdapat sistem kepemilikan kolektif. Dengan hak milik bersama atas suatu tebing atau tanah, suatu koloni Apis laboriosa akan menjadi milik desa.

Produksi madu Apis laboriosa:

Apis laboriosa merupakan satu-satunya lebah penghasil madu merah, yang memiliki efek memabukkan dan relaksasi, dengan nilai pengobatan. Kualitas tersebut berasal dari grayanotoxin dalam nektar rhododendron putih, yang mereka kumpulkan untuk menghasilkan madu. Bangsa Gurung di Nepal pun telah lama mengembangkan penggunaan “madu gila” ini, sebagai pengobatan dan halusinogen.

3. Lebah madu barat (Apis mellifera)

apis mellifera, jenis jenis lebah, jenis lebah madu, macam-macam lebah madu
Lebah madu barat (Apis mellifera)

Terbilang sangat populer, Apis mellifera menjadi spesies lebah madu favorit bagi para peternak lebah. Mereka terbagi menjadi 24 subspesies yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Memiliki penampilan ikonik yang khas dari lebah madu, Apis mellifera memiliki abdomen cokelat kekuningan bergaris-garis hitam.

jenis jenis tawon madu, jenis klanceng penghasil madu, cara ternak lebah apis mellifera, cara ternak lebah trigona, jenis jenis madu klanceng, jenis lebah apis cerana, jenis lebah madu kecil, lebah jenis

Di antara budidaya lebah, Apis mellifera terbilang paling unggul, dengan produktivitas mencapai 30–60 kg per tahun. Terlebih, mereka juga tidak berbahaya, dengan pemeliharaan yang cenderung mudah.

4. Lebah madu Asia (Apis cerana)

apis cerana, budidaya apis cerana, vegetasi apis cerana, ternak apis cerana, taman apis cerana, spesies apis cerana, lebah apis cerana, kelebihan apis cerana, koloni apis cerana, karakteristik apis cerana, apis cerana honey, gambar apis cerana
Apis cerana – via : wikimedia.org

Populer di Indonesia, Apis cerana disebut juga lebah madu timur atau lebah madu Asia. Mereka merupakan spesies lebah madu yang berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Koloni Apis cerana relatif kecil, hanya terdiri dari sekitar 6.000-7.000 lebah pekerja yang hidup berkelompok.

Karakteristik fisik:

Ukuran tubuh Apis cerana terbilang sedang, dengan garis abdomen yang cukup mencolok. Lebah pekerja Apis cerana dewasa berwarna hitam, dengan empat garis berwarna kuning pada abdomen mereka.

Sarang dan koloni:

Koloni Apis cerana membangun sarang dengan beberapa sarang madu. Sarang mereka memiliki pintu masuk kecil, yang diduga sebagai bentuk pertahanan terhadap invasi individu yang berasal dari sarang lain.

Sementara untuk menjaga pasokan konsumsi selama musim dingin, Apis cerana mengumpulkan dan menyimpan sekitar sepertiga stok nektar dalam konsentrasi tinggi.

Ciri khas dan perilaku:

Beberapa ciri khas yang teramati pada perilaku Apis cerana, antara lain:

  • Memiliki ketahanan tinggi, karena bisa hidup pada ketinggian 3500 mdpl, apabila flora dan iklim cukup mendukung. Mereka juga dapat beradaptasi dengan kondisi iklim yang menyulitkan, serta bertahan dalam fluktuasi suhu ekstrim dan curah hujan tinggi. Apis cerana bahkan mampu bertahan hidup pada suhu -0,1ºC, yang dapat mematikan bagi jenis lebah lainnya, seperti Apis mellifera.
  • Pertahanan menggunakan termal, ketika terjadi invasi lebah lain, seperti tabuhan raksasa Jepang (Vespa mandarinia). Pada momen tersebut, sekitar 500 lebah madu Jepang (Apis cerana japonica) akan mengelilingi tawon raksasa dan menggetarkan otot terbang mereka untuk menaikkan suhu hingga 47°C, dan memanaskan tabuhan raksasa sampai mati, dengan tetap menjaga suhu di bawah batas letal Apis cerana, yaitu sekitar 48–50 °C.
  • Bertahan dari gangguan, dengan menampilkan gelombang berkilauan menggunakan sayap mereka, ketika didekati oleh predator, seperti tawon Vespine. Teknik distraksi visual ini akan membingungkan predator dan membuatnya gagal menyerang lebih jauh.
Baca Juga:   12 Jenis Kupu-Kupu Cantik di Dunia

Interaksi dengan manusia:

Apis cerana masih berkeiaran di alam liar, dan bersarang di lubang pohon, batang pohon tumbang, dan berbagai celah. Namun, mereka juga termasuk salah satu dari sedikit jenis lebah yang telah terdomestifikasi. Seperti lebah madu Barat, mereka juga hidup di peternakan lebah, dengan kotak kayu berbingkai.

Produktivitas madu Apis cerana:

Dengan koloni yang lebih kecil, Apis cerana memproduksi madu lebih sedikit, dibandingkan dengan Apis mellifera. Namun, peningkatkan produktivitas dapat terjadi melalui program pengembangbiakkan ratu lebah secara selektif.

Di samping itu, jika menggunakan perbandingan Apis mellifera, kekurangan Apis cerana juga terdapat pada radius jelajah mereka yang hanya mencapai 2 km, yaitu setengah dari Apis mellifera.

Implikasinya, satu koloni hanya mencakup seperempat dari luas wilayah Apis mellifera. Dengan begitu, Apis cerana hanya dapat menghasilkan seperempat dari jumlah madu yang dihasilkan koloni Apis mellifera.

Kondisi ini, membuat madu dari Apis cerana dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi di Jepang.

Di sisi lain, Apis cerana juga berperan penting dalam penyerbukan di area pegunungan, karena mereka dapat terbang dalam kondisi dingin dan berawan, serta bertahan di suhu rendah yang tidak mendukung eksistensi Apis mellifera.

Terlebih, Apis cerana juga memiliki daya tahan tubuh tinggi, dan nyaris tanpa penyakit, sehingga tidak perlu mendapat pengobatan khusus. Keunggulan tersebut membuat madu mereka bebas dari residu bahan kimia yang tidak terbentuk secara alami.

5. Lebah madu Koschevnikov (Apis koschevnikovi)

macam lebah, macam2 lebah, jenis lebah yang bisa diternak, jenis lebah yang menghasilkan madu, jenis lebah yang tidak menyengat, 3 jenis lebah, macam warna lebah, serangga macam lebah, macam spesies lebah, macam macam nama lebah, macam jenis lebah madu

Mendapat julukan “lebah merah Sabah”, lebah madu koschevnikov memiliki metasoma dan kaki berwarna kemerahan. Ciri khas ini menjadi keunikan pada Apis koschevnikovi yang hidup di negara bagian Sabah, Malaysia. Tampilan tersebut berbeda dengan Apis koschevenikovi di Semenanjung Malaya dan Sumatera, yang memiliki warna tembaga gelap.

Tergolong lebah madu berukuran sedang, Apis koschevenikovi pekerja memiliki panjang sayap depan sekitar 7,5–9 mm.

6. Lebah madu Filipina (Apis nigrocincta)

macam macam lebah penghasil madu, jenis jenis lebah madu dan gambarnya, macam lebah madu, macam macam lebah madu, macam macam lebah

Lebah madu Filipina merupakan jenis lebah madu yang bersarang dalam rongga. Apis nigrocincta menampilkan warna karat pada ruas tubuh, kaki, dan clypeus. Terdapat pula rambut berwarna cokelat kemerahan yang menutupi sebagian besar tubuhnya.

Terkait pesebarannya, para ilmuwan menemukan lebah madu Filipina di Pulau Mindanao, Filipina dan Sulawesi, Indonesia.

7. Lebah madu kerdil merah (Apis florea)

jenis lebah, jenis jenis lebah, macam macam lebah, jenis jenis lebah madu, macam macam lebah madu, jenis lebah penghasil madu, jenis lebah ganas, jenis jenis lebah penghasil madu, spesies lebah, jenis madu lebah, macam macam lebah penghasil madu, madu lebah apis cerana
Apis florea

Secara umum, lebah madu kerdil merah merupakan lebah liar berukuran kecil dengan warna tubuh kemerahan yang selaras dengan namanya.

Karakteristik fisik:

Mendapat sebutan lebah madu kerdil, panjang tubuh lebah pekerja Apis florea hanya mencapai 7-10 mm, dengan warna dominan merah kecokelatan.

Lebah pekerja dewasa memiliki warna dominan merah pada abdomen, dengan rambut berwarna keputihan yang menutupi dada dan kakinya. Sementara lebah pekerja yang lebih muda berwarna lebih pucat, seperti ciri yang tampak pada Apis dorsata.

Sarang dan koloni:

Dalam kondisi normal, sarang Apis florea memiliki sarang madu tunggal yang terbuka, seperti Apis dorsata. Mereka membangun sarang di cabang pohon, atau area dengan dedauna lebat dan cenderung gelap seperti semak belukar. Namun, karena koloni yang kecil, Apis florea masih relatif lebih rentan terhadap predator.

Ketika mereka membangun sarang baru dengan jarak yang tidak jauh (kurang dari 200 meter), Apis florea akan menggunakan lilin (wax) dari sarang lama. Perilaku ini tidak tampak pada jenis lebah madu lain, karena terdapat risiko kontaminasi patogen. Karena itu, fenomena penghematan wax ini menjadi salah satu keunikan Apis florea.

Ciri khas dan perilaku:

Baca Juga:   8 Fakta Unik Tentang Hewan Capung

Berikut ini ciri khas dan perilaku unik yang dilakukan oleh Apis florea, antara lain:

Pertahanan berupa desis dan kilauan, untuk menjauhkan predator. Selain itu, mereka juga memilih lokasi bersarang di antara dedaunan lebat, untuk menyembunyikan diri dari para pemangsa.

Bentuk pertahanan yang lengket, terutama untuk menghadapi predator utama mereka, yaitu semut rangrang atau Oecophylla smaragdina. Ketika semut-semut ini mendekat, Apis florea menghasilkan suatu penghalang yang lengket untuk menghalau jalan semut. Lebah penjaga yang berlindung di zona lengket ini, lalu mulai memperingatkan lebah lain dengan suara desisan yang unik, untuk berkontribusi dalam mencegah serangan.

Komunikatif, dengan strategi defensif yang disebut “piping”, berupa sinyal peringatan awal yang direspon oleh sejumlah besar lebah lain dalam 0,3-0,7 detik, dengan suara desisan. Sinyal tersebut berasal dari gerakan sayap lebih, menghasilkan suara yang cukup bising, serta dapat terdengar oleh manusia.

Interaksi dengan manusia:

Sengatan Apis florea cenderung tidak berbahaya dan seringkali tidak dapat menembus kulit manusia. Karena itu, hanya diperlukan perlindungan sederhana ketika menangani sarang mereka.

Madu Apis florea kerap dipanen dan dikonsumsi di wilayah Thailand dan Kamboja. Di Asia, juga terdapat perburuan terhadap jenis lebah ini, karena mereka tidak berbahaya bagi manusia.

Di sisi lain, Apis florea juga memiliki makna sosial dan budaya bagi dua agama di Asia, yaitu Hindu dan Budha. Dalam agama Hindu, madu dari Apis florea melambangkan “pencampuran segalanya”, dan tersaji dengan komposisi lain dalam berbagai upacara. Sementara dalam agama Budha, memberi madu kepada sesama biksu dianggap sama dengan memberi sedekah.

8. Lebah madu kerdil hitam (Apis andreniformis)

macam macam lebah, jenis jenis lebah budidaya, jenis lebah yang menghasilkan madu

Sama-sama berukuran kecil dan tidak terdomestifikasi, Apis andreniformis masih memiliki keterkaitan genetik dengan Apis florea.

Karakteristik fisik:

Lebah madu kerdil hitam, merupakan jenis lebah madu dengan ukuran yang paling kecil, yaitu sekitar 6,5 -10 mm. Bersama dengan Apis florea, spesies ini menjadi bagian dari subgenus Micrapis, atau lebah madu kerdil.

Apis andreniformis dapat dikenali melalui warna tubuhnya yang hitam pekat. Mereka menjadi jenis yang paling gelap dalam genus, dengan dua segmen abdomen berwarna hitam dan scutellum berwarna kuning.

Pesebaran habitat:

Apis andreniformis termasuk jenis lebah madu yang relatif langka, dengan habitat asli di daerah tropis dan subtropis di wilayah Asia Tenggara. Mereka tergolong jenis dataran rendah, yang sebagian besar berkeliaran pada ketinggian di bawah 1000 mdpl, dan bisa jadi bermigrasi ke area yang lebih tinggi selama musim hujan.

Sarang dan koloni:

Sarang Apis andreniformis terdiri dari satu sarang madu yang menggantung pada ranting kecil di hutan yang tenang. Umumnya, lebah kerdil membangun sarang dengan ketinggian 1-15 meter dari tanah, dengan rata-rata sekitar 2,5 meter.

Ketika membuat sarang, resin tanaman ditempatkan di sepanjang cabang penopang dan di sekitar tepi sarang. Struktur tersebut berguna sebagai penghalau bagi serangga kecil lain yang mencoba memasuki sarang.

Sebagian besar, lokasi utama penyimpanan madu terletak di area atas dan sekitar cabang.

Ciri khas dan perilaku:

Pertahanan yang kuat, melebihi Apis florea, bahkan ketika predator hadir dalam jarak 2 meter dari sarang.

Tidak dapat mengenali anggota koloni. Dugaan ini muncul ketika para ilmuwan mengamati koloni Apis florea tanpa ratu lebah. Ternyata, ratu mereka bergabung dengan koloni Apis andreniformis tanpa menghadapi agresi sejak awal kedatangannya.

Interaksi dengan manusia:

Manusia memanfaatkan Apis andreniformis untuk membuat produk-produk komersial, seperti madu, lilin lebah, royal jelly, hingga apitoxin. Di samping itu, Apis andreniformis juga menjadi entitas penting dalam penyerbukan di wilayah habitatnya.