Karapan Sapi, Kesenian Tradisional dari Madura yang Penuh Gengsi

daftarhewan.com. Sapi Balap asli Madura itu bersifat mudah panas dan mampu berlari cepat. Karena itu, arena adu balap sapi di pulau Madura sangat populer. Sapi juara, bukan hanya mampu meningkatkan gengsi pemilik, tapi juga mendatangkan uang karena harganya bisa melonjak sampai Rp. 100 juta bahkan lebih.

karapan sapi madura, karapan sapi berasal dari, karapan sapi berasal dari daerah, karapan sapi adalah kesenian yang terkenal di, karapan sapi merupakan kesenian tradisional yang berasal dari daerah, karapan sapi adalah tradisi dari daerah, foto karapan sapi, karapan sapi dari, gambar karapan sapi madura, karapan sapi berasal dari suku, karapan sapi dilaksanakan oleh masyarakat

Menurut legenda, sapi karapan merupakan keturunan “ratu” sapi putih yang bersemayam di Gua Menome, di desa Prambanan yang berjarak 6 km dari kota kecamatan Gayam, di Pulau Sapudi.

Menurut catatan sejarah E.F. Kochim dan J.J Verwijk ditahun 1800-an, sapi asal Pulau Sapudi yang berjarak 43 km dari Sumenep-Madura itu, merupakan komoditi yang sudah populer saat itu. Sapi-sapi ini banyak dikirim ke berbagai kota di Madura dan Jawa. Sapi ini merupakan hasil silangan Bos indicus (Zebu) dan Bos sondaicus (Sapi Bali).

Ciri-Ciri Sapi Karapan yang Bagus

Untuk mendapatkan keturunan sapi yang unggul untuk karapan sapi, tentu saja dibutuhkan induk jantan dan betina yang prima. Meskipun demikian, pengetahuan tentang ciri-ciri sapi balap yang kuat pun perlu dimiliki para penggemar balapan sapi.

Baca Juga:   3 Jenis Sapi Potong Lokal Asli Indonesia

Perhatikan kondisi kaki, hidung, telinga dan pusaran, selain itu sebaiknya kita memilih sapi yang berusia satu sampai dua tahun. Kalau tungkai kakinya lurus, itu kurang bagus. Umumnya sapi yang bertungkai lurus tidak bisa berlari kencang. Lebih disukai sapi yang persendiannya agak menonjol keluar. Sapi seperti itu bisa berlari kencang dan tahan dipacuan berulang-ulang. Ada juga yang memilih sapi berhidung lebar dan besar. Alasannya sapi itu akan lebih leluasa bernapas, dan itu akan mempengaruhi kecepatannya di arena balap.

Menurut pengalaman para pemilik sapi karapan, sapi yang unggul rata-rata berkuping lebar dan tipis atau tebal tapi meruncing ujungnya. Yang terbaik jika sapi itu memiliki pusaran di bagian bahu, dada, dan di samping mata.

Makanan Sapi Karapan

Sapi untuk balapan itu selalu diberi perlakuan khusus, agar mampu berlari semaksimal mungkin. Dia tidak pernah digunakan untuk membajak sawah. Hanya latihan lari, dan diberi menu makanan istimewa yang bisa meningkatkan daya tahan dan kecepatan larinya.

Baca Juga:   12 Jenis Sapi Potong Unggulan yang Ada di Indonesia

Makanan pokoknya saat tidak menghadapi perlombaan hanya rumput secukupnya ditambah satu butir telur ayam, setiap hari. Tapi satu bulan menjelang perlombaan, selain rumput yang pokok ia diberi jamu yang terdiri dari 20-25 telur ayam, ditambah sari jahe sebanyak 1 kg, dan ½ kg kopi, campuran tersebut diaduk rata langsung dilolohkan ke mulut sapin, dan diberikan setiap hari.

Ketiga bahan jamu itu masing-masing punya khasiat tersendiri bagi sapi balap. Telur untuk meningkatkan gizi sapi, agar tubuhnya sehat dan kuat. Kopi dan jahe untuk membuat tubuh sapi lebih panas dan segar. Menjelang pertandingan biasanya sapi hanya diberi minum satu kali sebanyak satu ember.

Sapi Diurut dan Dilarang Kawin

Sapi itu harus dimandikan dan direndam air agar tetap segar. Yang tidak kalah pentingnya, sapi juga perlu diurut dan diberi latihan khusus.

Memijat sapi ini terbatas pada kaki saja, agar aliran darah pada kaki menjadi lancar, dan tungkainya kuat. Untuk memijat digunakan ampas jahe, agar hangat. Kegiatan itu dilakukan setiap hari, pagi atau sore hari.

Baca Juga:   Macam Jenis Penyakit Sapi di Indonesia dan Obatnya

Kegiatan lain yang dibutuhkan untuk mencetak juara-juara balap sapi adalah latihan lari setiap minggu secara teratur. Latihan itu dilakukan di tanah lapang yang banyak terdapat di Madura. Latihan ini dilakukan persis seperti saat perlombaan sebenarnya. Biasanya sapi-sapi itu dilepas untuk tiga kali putaran.

Untuk memacu kecepatan lari, digunakan berbagai alat. Pertama, dahulu pecut yang terbuat dari kayu bundar sepanjang 15-20 cm dan diberi paku. Kemudian pangkal ekor sapi diberi 10 buah paku yang diikat karet. Dan terakhir tombak sepanjang satu meter yang ujungnya diberi paku. Semua itu bertujuan agar sapinya merasa sakit tertusuk dan berlari lebih cepat.

Sapi karapan yang semuanya jantan itu, maksimal hanya mampu berlomba sampai batas usia 7 tahun. Di atas itu, sapi sudah loyo. Dan yang pokok, selama menjadi sapi karapan dilarang kawin.

error: