Kegunaan Kotoran Cacing Tanah Bagi Tanaman dan Kandungannya

Posted on

daftarhewan.com. Kandungan kotoran cacing tanah yang mengandung hormon pertumbuhan mampu memacu pertumbuhan akar bagi tanaman.

Kandungan Kotoran Cacing

Di samping itu, mikroorganisme yang terkandung di dalamnya dapat pula mensuplai unsur N, P, dan K. Sehingga ‘limbah’ cacing tanah ini bisa menjadi pupuk organik.

Di luar negeri, penelitian tentang peranan cacing tanah dan kotorannya telah banyak melakukan sejak puluhan tahun silam.

Sementara di Indonesia pemanfaatan kotoran cacing tanah sebagai pupuk organik (Compost worm) masih terbilang baru, serta belum banyak yang tahu kegunaan kotoran cacing bagi tanaman.

kegunaan kotoran cacing tanah bagi tanaman adalah, kandungan kotoran cacing, kandungan kotoran cacing tanah, pupuk kotoran cacing, manfaat kotoran cacing, kotoran cacing tanah, cara membersihkan kotoran cacing tanah, berapa lama cacing tanah bertelur, kotoran cacing, bentuk kotoran cacing
Kotoran Cacing Tanah Bagi Tanaman

Menurut salah satu dosen mikrobiologi Fakultas MIPA, IPB, sampai saat ini pupuk kotoran cacing tanah dipakai di lapangan golf dan beberapa nurseri tanaman hias.

Dua penelitian pada tanaman kedelai dan bawang putih juga telah membuktikan pertumbuhan tanaman yang baik karena kotoran cacing.

1. Bagaimana Caranya?

Kehadiran cacing beserta kotorannya meningkatkan kesuburan tanah, baik secara kimiawi maupun fisik.

Baca Juga:   Beruang Kutub dan Cara Mereka Beradaptasi

Kotoran cacing atau sering disebut casting itu mengandung mikroorganisme yang mampu menghasilkan semacam hormon pertumbuhan.

Sehingga kehadirannya mempengaruhi perakaran dan pertumbuhan tanaman, serta perpanjangan batang.

Jenis mikroorganisme yang terdapat pada kotoran cacing itu antara lain Azotobacter.

Bakteri ini memproduksi IAA (Indole Acetic Acid) yang berfungsi sebagai prekursor produksi hormon pertum­buhan seperti auksin dan sistokinin, serta menambat N2 dari udara.

Menurut Parle dalam A Microbiological Study on Earthworm Cast, cacing beserta kotorannya merangsang kesuburan tanah.

Dengan peningkatan stabilitas agregat tanah oleh polisakarida dari bakteri dan tingginya laju pelapukan karena mikroflora.

Cacing makan bahan organik, kemudian kotorannya yang mengandung mikroorganisme dikeluarkan.

Mikroorganisme tersebut lalu melakukan dekomposisi bahan organik yang ada di sekitarnya.

Di saat proses dekomposisi itu pula terjadi proses mineralisasi, yakni melepas unsur-unsur hara seperti N, P, K, dan Iain-lain.

Lama-kelamaan bahan organik akan habis, sehingga mikroorganismenya mati dan melepaskan protein penyusun tubuhnya.

Secara fisik, aktivitas cacing tanah meningkatkan porositas dan aerasi tanah, seperti menggali liang, meletakkan kotoran di permukaan dan di dalam tanah, mencampur lapisan tanah, serta mengubur sampah.

Baca Juga:   7 Hewan yang Digunakan untuk Pengobatan

2. Cara Penggunaan

Sebagai pupuk organik, kotoran cacing dapat digunakan untuk semua jenis tanaman, misalnya anggrek, tanaman hias, bawang putih. kedelai. Selain itu kotoran cacing bisa juga dipakai sebagai media cangkok dan pesemaian.

Di nurseri tanaman hias menggunakan kotoran cacing sebagai aktivator tanah.

Tanah-tanah dalam pot yang telah tua diperbaiki dengan menambahkan sejumlah pupuk organik ini.

Selain itu ia juga memanfaatkannya untuk pembibitan dan tanaman yang stres. Dalam tempo 2 minggu, kondisi tanaman sudah membaik.

Disarankan untuk media pembibitan boleh dipakai 100 persen kotoran cacing. Namun sebagai media tumbuh cukup 20 – 30% saja.

Hal ini berdasarkan penelitian pada tanaman kakao, pertum­buhan tanaman paling baik dengan komposisi media seperti itu.

‘Dosis’ atau pemberian yang terlalu banyak bisa menyebabkan tanaman mati kebanjiran nutrisi, khususnya nitrogen dalam bentuk NH3.

Jika konsentrasinya terlalu tinggi di dalam tanah, NH3 dalam tubuh tanaman akan terserap keluar melalui proses Osmosis. Dan, tanaman akan kehilangan cairan kekeringan.

Baca Juga:   50 Hewan Pemakan Daging, Gambar dan Bahasa Inggrisnya

3. Berapa Lama Cacing Tanah Bertelur?

Cara menetaskan telur cacing tanah. Telur cacing tanah atau cacing kompos memiliki 2 sampai 5 bayi cacing di dalamnya, dan biasanya akan menetas dalam waktu 6 – 8 minggu.

Tetapi kondisi telur cacing ini bisa berubah-ubah, jadi jika cuaca terlalu panas atau dingin, Anda mungkin akan menunggu lebih lama dari itu.

Cacing mencapai usia kawin dalam 9 – 12 minggu. Cacing dewasa akan menumbuhkan cincin perkembangbiakan, yang disebut clitellum, sepertiga dari jalan ke bawah tubuh mereka.

Seekor cacing tanah berwarna merah dewasa dapat bertelur satu kapsul seminggu yang mengandung rata-rata 3 cacing. Kapsul telur menetas dalam waktu kurang lebih 21 hari dalam kondisi optimal.

4. Manfaat Lain

Casting bisa dimanfaatkan sebagai media aklimatisasi bibit dari kultur jaringan, karena kaya akan nutrien.

Di luar negeri, kotoran cacing malah digunakan sebagai casing layer (selubung) pada pertanaman jamur champignon (Agaricus bisporus).

Hal ini merangsang pembentukan badan buah secara keseluruhan dan asimilasi N.