Home » Ikan » 17 Penyakit Ikan Mas Koki, Gejala dan Cara Mengatasinya

17 Penyakit Ikan Mas Koki, Gejala dan Cara Mengatasinya

daftarhewan.com. Cara mengobati penyakit mas koki. Perubahan perilaku pada hewan peliharaan sering kali membuat cemas. Apalagi, ketika memelihara hewan yang cukup rentan seperti ikan mas. Apakah ekosistem buatan yang Anda sediakan untuk mereka telah memadai?

Ada kalanya, air akuarium yang terlihat jernih dan bersih, ternyata mengandung racun. Terutama, amonia dan nitrit, yang dalam kadar rendah pun tetap berpotensi menyebabkan iritasi, stres, dan lesu pada ikan. Anda juga perlu menjaga pH air tetap berada di sekitar 7,4 untuk memastikan ikan berada dalam kondisi prima.

Karena itu, ketika ikan terlihat sakit, sebaiknya Anda tidak gegabah memberi obat-obatan. Lakukan pengujian secara rutin, untuk memeriksa kualitas air. Dan, pastikan kondisi air telah sesuai dengan kebutuhan hidup ikan mas.

Sementara itu, waspadai pula faktor-faktor penyebab penyakit yang dapat masuk dari saluran air, atau justru, kotoran ikan. Karena, terdapat berbagai macam penyakit ikan mas koki, yang disebabkan oleh parasit, jamur, dan bakteri. Apa saja? Berikut ini daftarnya:

A. Penyakit Ikan Mas Akibat Parasit

1. Ich (White Spot)

penyakit bintik putih pada ikan koki, penyakit ikan koki dan pengobatannya, penyakit ikan mas koki dan cara mengatasinya, penyakit ikan mas koki dan cara mengatasi, cara mengobati penyakit ikan koki, cara mengatasi penyakit ikan koki, jenis penyakit ikan mas koki dan cara mengatasinya, penyakit ikan mas koki dan obatnya, penyakit pada ikan mas koki dan pengobatannya, penyakit pada ekor ikan koki, gambar penyakit ikan koki, hama dan penyakit ikan koki

Ketika muncul bintik-bintik putih pada tubuh ikan mas, bisa jadi ikan mas Anda mengalami ich, akibat parasit yang bersarang di bawah lapisan kulitnya. Penyakit ini umum terjadi pada ikan baru, yang mengalami stres, melemah, hidup dalam lingkungan yang buruk, atau tidak dikarantina terlebih dahulu. Meski terlihat sepele, penyakit ini dapat membunuh ikan mas Anda, apabila tidak segera diobati.

Gejala:

  • Sirip saling melekat atau menempel pada tubuh.
  • Bergerak cepat, menggarukkan badan pada komponen akuarium.
  • Muncul bintik-bintik putih di sekujur tubuh, yang tampak seperti butiran garam.
  • Ada kalanya, terlihat sakit, lesu, dan sulit bernapas.

Cara mengatasi:

  • Mengkondisikan suhu air hingga 27°C.
  • Pengasinan tangki dengan menambahkan sejumlah garam, dalam takaran yang pas.
  • Memantau perkembangan ikan mas selama 10-14 hari, sembari menjaga kualitas air.
  • Jangan gunakan jaring atau sifon untuk tangki lain, demi mencegah penularan.
  • Selalu karantina ikan baru, sebelum memperkenalkannya pada ekosistem baru.

Catatan:

Ada kalanya, ikan mas yang mengalami ich, hanya menunjukkan perubahan perilaku, dan tidak tampak bintik-bintik putih pada tubuhnya. Sementara itu, tidak semua ikan dengan bercak putih, mengalami ich. Karena, bisa jadi Anda melihat bintik-bintik putih pada ikan mas oranda, namun mereka baik-baik saja dan tidak mengalami penyakit apapun.

2. Fluke

gambar penyakit ikan koki,hama dan penyakit ikan koki, hama dan penyakit ikan mas koki, penyakit insang pada ikan koki, jenis penyakit ikan koki, jenis penyakit ikan mas koki, jenis penyakit pada ikan koki, penyakit kulit ikan mas koki, penyakit ikan mas koki sisik terbuka, macam macam penyakit ikan koki, penyakit pada ikan koki, penyakit yang menyerang ikan koki

Termasuk masalah parasit yang paling umum terjadi, fluke kerap menempel pada tubuh atau insang ikan mas, bahkan ketika Anda baru membelinya dari toko hewan peliharaan. Fluke melekat erat pada kulit ikan dengan kait yang tajam dan menggerogoti slime coat, hingga mengakibatkan ikan mas kehabisan darah. Bahkan, fluke juga dapat menyuntikkan bakteri ketika menggigit, dan menyebabkan masalah lain, seperti bisul.

Dan, kabar buruknya, fluke berukuran mikroskopis, sehingga Anda tidak dapat melihatnya dengan kasat mata.

Gejala:

  • Menggerak-gerakkan sirip dan menggosoknya, hingga terkadang menubruk dinding dan lantai tangki, untuk membebaskan diri dari parasit.
  • Melepaskan slime coat, untuk menyingkirkan parasit.
  • Menghindar dari ikan lain dan mengempit sirip.
  • Pada beberapa kasus, ikan mas menjadi sangat kurus.
  • Fluke pada insang, membuat ikan mas kesulitan bernapas, sehingga mereka kerap mencari oksigen di permukaan air.
Baca Juga:   Berikut, Cara Mengobati Penyakit Mas Koki

Cara mengatasi:

  • Gunakan obat anti-parasit khusus, seperti Minnfinn. Hindari obat-obatan kimiawi seperti Praziquantel atau Formalin, karena sangat berbahaya bagi ekosistem akuarium.
  • Lakukan tindakan preventif untuk membasmi fluke.
  • Karantina ikan baru, sebelum menggabungkannya dalam akuarium bersama ikan lainnya.

3. Cacing jangkar

Pada kasus cacing jangkar, Anda perlu melakukan diagnosis dini, karena infeksi sangat mudah menular. Dan, ketika Anda telah melihat keberadaan cacing, artinya ikan telah terinfeksi cukup parah, bahkan bisa jadi telah berujung fatal dan tidak dapat diobati.

Gejala:

  • Ikan mas berupaya menggosok dan menggaruk-garukkan badan.
  • Terlihat cacing yang mencuat dari tubuh ikan

Cara mengatasi:

  • Menyingkirkan semua cacing yang terlihat menggunakan pinset.
  • Gunakan hidrogen peroksida untuk membersihkan luka di tubuh ikan, untuk mencegah infeksi.
  • Tidak menggunakan garam, melainkan Cyromazine sebagai obat anti-cacing jangkar.
  • Membersihkan cacing jangkar dari seluruh akuarium, bukan hanya pada ikan.

4. Kutu ikan (argulus)

Berupa parasit crustacea yang menghisap darah, kutu ikan lebih sering menginfeksi di kolam yang berada di luar ruangan. Maka, hati-hati ketika Anda memindahkan ikan mas dari kolam ke akuarium dalam ruangan, karena parasit ini sangat mudah menyebar.

Gejala:

  • Tampak bintik-bintik hijau kecil yang berbentuk seperti cakram mengitari ikan mas, dan biasanya muncul di sekitar perut, dagu, atau sirip.
  • Ikan bergerak cepat dan menggaruk-garukkan badan.
  • Terdapat luka yang memerah di tubuh ikan, pada kasus yang lebih parah.

Cara mengatasi:

  • Tidak menggunakan garam, melainkan Cyromazine.
  • Karantina ikan baru, dan bebaskan mereka dari parasit, sebelum bergabung dengan ikan lainnya.

5. Velvet

Penyakit akibat parasit ini juga populer dengan sebutan “bintik emas”. Meski cukup langka terjadi pada ikan mas, Anda masih perlu mewaspadainya.

Gejala:

  • Tubuh ikan mas tampak bertabur bubuk kuning halus, seperti karat berwarna keemasan.
  • Mengeluarkan banyak lendir, sebagai respon tubuh untuk menyingkirkan parasit.
  • Menggosok atau menggaruk-garukkan tubuh
  • Penurunan berat badan dan sirip yang menempel.

Cara mengatasi:

  • Gunakan Copper sebagai anti-parasit.
  • Tutup tangki dengan kertas atau kain hitam, karena parasit ini membutuhkan cahaya untuk hidup.

6. Trichondia

Umumnya, trichondia akan muncul pada tangki yang kotor. Meski tidak menggerogoti tubuh, trichondia hidup di tubuh ikan dan sangat mengganggu kualitas hidup ikan mas Anda.

Gejala:

  • Bergerak cepat, menggaruk-garukkan tubuh, dan terlihat tidak nyaman.
  • Muncul bisul atau infeksi karena goresan ketika menggaruk tubuh.
  • Kehilangan selera makan.

Cara mengatasi:

Anda dapat menggunakan garam dengan konsentrasi tinggi, sebanyak 0,3%—0,9%, namun kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan stres dan mengancam nyawa ikan. Sehingga, sebagai alternatif yang lebih aman, Anda dapat menggunakan Minnfinn.

7. Lubang di kepala

Apapila ada lubang di kepala ikan, tentu akan menyeramkan. Lubang tersebut akan mempermudah bakteri masuk, dan membahayakan organ dalam ikan mas Anda. Karena itu, Anda perlu waspada, terutama jika memiliki ikan mas dengan anatomi kepala besar, seperti oranda dan lionhead.

Gejala:

Diawali dengan titik merah kecil atau bercak darah pada kepala, terutama di atas mata, yang kemudian semakin dalam dan menyebar menjadi lubang-lubang kecil.

Cara mengatasi:

  • Perbaiki kondisi dan kualitas air, hingga sesuai dengan kebutuhan hidup ikan mas.
  • Usapkan hidrogen peroksida pada lubang di kepala ikan, untuk mencegah infeksi.
  • Gunakan antibiotik Furan 2 dan Kanaplex, serta Metroplex sebagai anti-parasit.
  • Lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan akuarium, memeriksa setiap parameter kualitas air secara rutin, dan memelihara ikan sesuai kapasitas tangki.
Baca Juga:   Jenis Ikan yang Tidak Boleh Dimakan atau Dikonsumsi

8. Sirip membusuk

Ketika ikan mengalami stres atau hidup di air berkualitas buruk, ikan berisiko terkena infeksi berupa pembusukan sirip. Dan, apabila tidak segera diobati, bisa jadi sirip ikan tidak akan tumbuh kembali.

Gejala:

  • Sirip ikan berwarna keruh, lalu kemudian memutih di tepiannya
  • Sirip ikan menjadi layur, membusuk, hingga dapat membelah.
  • Sirip ikan dapat hancur permanen, apabila tidak segera diobati.

Cara mengatasi:

  • Lakukan tindakan sesegera mungkin, agar sirip tidak keburu hancur.
  • Usapkan hidrogen peroksida pada sirip yang membusuk.
  • Gunakan MinnFinn untuk menghambat pembusukan.
  • Pada kondiasi yang lebih parah, gunakan antibiotik, seperti Sulfaplex untuk menyelamatkan ikan.
  • Lakukan pencegahan dengan memperbaiki dan menjaga kualitas air sesuai kebutuhan ikan mas.

9. Pembusukan mulut

Akibat tangki yang terlalu padat dan rendahnya kualitas air, ikan mas dapat mengalami pembusukan mulut akibat bakteri atau parasit. Kondisi ini dapat menjadi semakin buruk karena akan menggangu aktivitas makan ikan mas.

Gejala:

  • Menggosok-gosokkan mulut pada dinding atau dekorasi akuarium.
  • Mulut ikan memerah dan mulai terkikis hingga bibir terlepas, sehingga mulut ikan menganga dan tidak dapat menutup.

Cara mengatasi:

  • Perbaiki dan jaga kualitas air, sesuai kebutuhan ikan mas.
  • Usapkan hidrogen peroksida dan MinnFinn.
  • Gunakan antibiotik, apabila keselamatan ikan mulai terancam.

10. Borok (luka infeksi)

Parasit dapat menyebabkan borok atau luka infeksi berupa bercak merah yang membesar begitu cepat. Borok pada ikan, dapat disebabkan oleh fluke, yang juga berpotensi menyuntikkan bakteri ke dalam tubuh ikan, sehingga dapat membahayakan organ.

Gejala:

Muncul bercak merah pada tubuh atau kepala ikan, yang terus meluas dan membesar.

Cara mengatasi:

  • Perbaiki kondisi dan kualitas air di akuarium.
  • Usapkan hidrogen peroksida dengan bola kapas pada bagian yang terinfeksi.
  • Obati dengan Minnfinn.

11. Pembengkakan mata

Beberapa varietas ikan mas memiliki mata yang menonjol secara alami, namun ada pula yang menonjol akibat penyakit. Dan, umumnya, pembengkakan mata menjadi indikasi permasalahan kesehatan yang lebih serius.

Gejala:

Satu atau kedua mata ikan tampak lebih menonjol dari biasanya, atau bahkan dikelilingi oleh kantung cairan.

Cara mengatasi:

  • Tambahkan garam Epsom, dengan takaran 1/4 sendok teh per 38 liter untuk mengurangi tekanan di belakang mata.
  • Kanaplex untuk melawan infeksi.
  • Menjaga kondisi dan kualitas air sesuai kebutuhan dasar ikan mas.

12. Dropsy

Ikan mas dapat mengalami dropsy ketika terjadi penumpukan cairan dalam tubuh ikan. Karena itu, dropsy menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang serius, akibat infeksi, pola makan yang buruk, atau bahkan, tumor.

Gejala:

  • Terjadi pembengkakan ekstrem di bagian perut ikan.
  • Sisik ikan menonjol dan agak terbuka menyerupai pinus atau nanas.
  • Terkadang, disertai dengan pembengkakan mata.

Cara mengatasi:

Penanganan pada dropsy, tergantung pada penyebabnya. Apabila, dropsy terjadi karena masalah organ dalam, besar kemungkinan akan berujung fatal, dan lebih baik Anda memilih eutanasia, daripada pengobatan.

Namun, Anda masih memiliki harapan, dengan menggunakan antibiotik jika dropsy disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, Anda juga dapat mengurangi tekanan dari penumpukan cairan, menggunakan garam Epsom.

Karena itu, agar Anda tidak perlu bertaruh dengan kehidupan ikan kesayangan, tentu akan lebih baik jika Anda melakukan langkah preventif, dengan menjaga kondisi dan kualitas air , serta mengatur pola makan ikan.

13. Cloudy eye

Penyakit cloudy eye yang membuat mata ikan tampak berkabut ini, kerap terjadi pada varietas ikan mas yang memiliki mata menonjol. Karena, mata mereka lebih rentan cedera dan terinfeksi oleh bakteri, parasit, atau teracuni oleh amonia.

Baca Juga:   Waspadai, 8 Penyakit Ikan Koi yang Paling Sering Terjadi

Gejala:

  • Mata ikan tampak berkabut atau buram.
  • Daya penglihatan ikan berkurang.
  • Disertai dengan gejala penyakit lainnya.

Cara mengatasi:

  • Taburkan garam yang aman bagi ikan, dengan takaran 3 sendok teh per 4 liter air.
  • Pastikan kondisi dan kualitas air selalu prima.
  • Pastikan akuarium selalu aman dan kondusif, tanpa komponen yang dapat melukai tubuh ikan.

B. Penyakit Ikan Mas Akibat Jamur

14. Jamur

penyakit jamur pada ikan mas koki, penyakit jamur ikan koki, penyakit mata ikan koki, penyakit pada sisik ikan mas koki, penyakit white spot pada ikan koki, penyebab white spot pada ikan koki, cara mengobati white spot pada ikan koki, cara mengobati white spot pada ikan mas koki, cara mengatasi white spot pada ikan koki, penyakit yang menyerang ikan koki, penyakit yang menyerang ikan mas koki, macam macam penyakit ikan mas koki

Penyakit jamur ikan koki – via : allpetsconciergelasvegas.blogspot.com

Ikan mas yang mengalami stres, penyakit, atau cedera, rentan terkena infeksi jamur. Namun, kabar baiknya, segala jenis jamur yang menyerang ikan, akan membutuhkan penanganan yang serupa.

Gejala:

  • Tumbuh serabut menyerupai kapas pada tubuh atau sirip ikan.
  • Ikan tampak lemas dan/atau kehilangan nafsu makan, sehingga dapat memperparah kondisi.

Cara mengatasi:

  • Memastikan kondisi air selalu bersih, dengan berbagai parameter kualitas yang sesuai kebutuhan ikan mas.
  • Gunakan Pimafix sebagai obat anti-jamur.

C. Penyakit Ikan Mas Akibat Virus

15. Tumor

Tumor terjadi ketika sel-sel tubuh ikan mas berkembang biak di luar kendali. Dan, dalam beberapa kasus, dapat pula menjadi kanker. Anda perlu sangat waspada, karena kedua kasus ini dapat berakibat cukup fatal terhadap nyawa dan fungsi tubuh ikan mas.

Gejala:

  • Muncul benjolan kecil pada kepala atau tubuh ikan mas, berwarna merah, keputihan, atau hitam.
  • Terkadang, ikan kehilangan nafsu makan dan tampak depresi.

Cara mengatasi:

Alih-alih bertindak tanpa arahan medis yang jelas, akan lebih baik jika Anda mengunjungi dokter hewan. Sementara untuk mencegah kondisi menjadi semakin buruk, hindari pakan ikan yang mengandung pengawet dan pastikan kualitas air selalu dalam kondisi baik.

16. Carp Pox

Meski tidak akan membunuh ikan mas, Carp Pox tetap perlu Anda waspadai karena dapat memengaruhi kualitas hidup ikan mas. Pola penyebaran virus yang menyebabkan carp pox, belum diketahui secara pasti. Yang jelas, penyakit ini dapat terjadi pada ikan di kolam, maupun akuarium.

Gejala:

Muncul tanda-tanda cacar, berupa benjolan kecil halus, berwarna putih atau merah muda, di tepi sirip atau tubuh ikan mas

Cara mengatasi:

Belum ada obat yang terbukti secara efektif dapat menyembuhkan carp pox, tetapi Anda dapat melakukan beberapa upaya, seperti memasukkan ikan ke dalam air 27°C dan menambahkan garam khusus untuk akuarium.

17. Lymphocystis

Dengan gejala dan penanganan seperti carp pox, virus penyebab lymphocystis sangat rentan menyerang ikan dalam kondisi lemah dan stres.

Gejala:

  • Terdapat benjolan putih, seperti kembang kol
  • Muncul kerak yang di ujung sirip atau pada sisik.

Cara mengatasi:

Anda dapat menyingkirkan virus penyebab penyakit dengan “memandikan” ikan mas menggunakan acriflavine. Namun, ada baiknya Anda mencegah hadirnya virus dengan menjaga kondisi dan kualitas air.

***

Ingat, berkaitan dengan penyakit pada spesies apapun, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang ikan mas, sebelum memutuskan untuk memelihara mereka.

Karena, setelah berkomitmen mengadopsi ikan mas, Anda berkewajiban untuk menyediakan ekosistem yang paling sesuai dengan kebutuhan hidup mereka.

Selain itu, berkonsultasi dengan dokter hewan atau diskusi dengan para hobiis lainnya, juga bisa sangat membantu dalam menangani setiap masalah kesehatan ikan mas yang mungkin terjadi.

Lagipula, terdapat satu kesamaan pada berbagai penyakit ikan mas yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu dapat dicegah dengan dua hal: menjaga kualitas air dan selalu mengkarantina ikan baru, sebelum menggabungkannya bersama ikan lain di akuarium..

error: