Home » Kucing » Apa Saja Penyakit Kulit Pada Kucing?

Apa Saja Penyakit Kulit Pada Kucing?

daftarhewan.com. Penyakit kulit pada kucing. Salah-satu kasus yang umum dihadapi dokter hewan, yaitu soal keluhan penyakit kulit pada kucing. Gangguan ini terbilang susah-susah gampang. Namun kebanyakan pemilik tidak tega melihat kucing dalam keadaan gelisah dan tidak nyaman. Sehingga mereka bergegas membawanya ke dokter hewan.

7 Penyakit Kulit Kucing dan Obatnya :

1. Kutu

Sebagai mamalia berdarah panas, kucing juga rentan terkena gigitan kutu penyebab gatal. Kucing akan tampak menggaruk-garuk area tubuhnya. Beberapa bahkan bereaksi hipersensitif hanya karena satu gigitan saja atau karena air liur kutu. Namun kutu tidak hanya mendatangkan sensasi gatal, melainkan juga bisa menularkan parasit lain seperti cacing pita.

Berbagai obat oral, tropikal (krim, salep) serta produk lingkungan bisa jadi solusinya. Namun alangkah lebih baik jika pembasmian kutu disertai dengan kebersihan tempat tidur, mainan, perabotan, serta karpet di mana kucing kerap berbaring.

2. Tungau Telinga (Otodectes cynotis)

penyakit kulit kucing dan obatnya, penyakit kulit kucing persia, penyakit kulit kucing ringworm, penyakit kulit kucing scabies, penyakit kulit kucing bulu rontok, penyakit kulit kucing kampung, penyakit kulit kucing bolong, penyakit kulit akibat kucing, penyakit kulit anak kucing, obat penyakit kulit kucing anggora, penyakit kulit bawaan kucing, contoh penyakit kulit kucing, cara hilangkan penyakit kulit kucing

Penyakit kulit kucing, Tungau Telinga (Otodectes cynotis) – via : gattoblog.it

Parasit merayap ini kerap ditemukan pada kucing, khususnya kucing muda. Itu pun karena hasil infeksi dari induknya. Namun tungau ini juga bisa hinggap pada kucing semua usia.

Baca Juga:   Daftar Terbaru 27 Nama Kucing Betina Islami Terbaik

Biasanya kucing akan menunjukkan iritasi saluran telinga yang ringan, menggeleng-gelengkan kepala, atau menggaruk-garuk. Selain itu, saluran telinga akan dipenuhi cairan berkerak tebal. Warnanya hitam atau kemerahan.

Biasanya dokter akan sigap memeriksa kerak di bawah mikroskop mereka, lalu mengecek keberadaan tungau. Obat tetes telinga serta produk tropikal biasanya ampun mengatasi infeksi. Namun tungau ini bisa menular pada kucing lain, sehingga anda mesti melibatkan semua kucing meski pun hanya seekor saja yang menunjukkan gelajanya.

3. Kurap (dermatophytosis)

Infeksi jamur ini juga sering terjadi pada kucing. Biasanya menginfeksi lapisan kulit serta area kuku yang dangkal. Spesies paling sering ditemukan dari jamur kurap, yakni Microsporus canis, merupakan zoonosis. Dengan kata lain, mereka bisa ditularkan antara anjing, kucing, dan manusia.

Namun gejala kurap pada manusia dan kucing sedikit berbeda. Gangguan kulit ini cenderung sulit dideteksi pada kucing. Mungkin saja ada bagian kulit yang bersisik, ada area kulit berbentuk bundar dan menebal, serta bulunya rontok. Biasanya terlihat pada dada, kepala, kaki depan, serta punggung. Namun tidak ada efek gatal yang ditimbulkan.

Mungkin anda memerlukan tes laboratorium untuk mengidentifikasi keberadaan jamur kurap pada kucing. Ada pun obatnya yakni kombinasi sampo topikal antifungal (anti jamur) dan agen oral antifungal. Anda juga perlu merawat perabotan, sisir, tempat tidur, dan tempat makan-minum, sebab spora jamurnya bisa betah tinggal di lingkungan selama berbulan-bulan.

Baca Juga:   Ketahui, 10 Alasan Kenapa Kucing Mengeong Terus

4. Alergi Lingkungan (atopy)

Beberapa kucing bisa menunjukkan gejala alergi terhadap lingkungannya sendiri. Entah itu debu, rumput, jamur, serbuk sari, atau keberadaan mungkin binatang lain. Kucing yang alergi akan mengosok-gosok wajah mereka, menggaruk ketiak dan telinga mereka, serta seperti sibuk membersihkan diri mereka dengan menjilati tubuhnya.

Gejala ini mirip seperti individu yang alergi makanan. Biasanya dokter hewan akan melakukan tes alergi tersendiri, kalau-kalau kucing anda memang menderita atopi. Penanganannya sendiri yakni dengan menghindari alergen, obat oral, dan suntikan. Gangguan ini merupakan masalah seumur hidup.

5. Infeksi Bakteri (pyoderma)

Kondisi ini juga umum terjadi pada kucing. Sensasi gatal dan membersihkan diri karena adanya jamur, parasit, atau alergi bisa menghadirkan trauma pada kulit. Keadaan tersebut kerap dimanfaatkan bakteri, sampai kemudian terjadi infeksi sekunder.

Pioderma ini tidak hanya menimbulkan rasa gatal, melainkan juga bulu yang rontok, kurap/lesi yang memerah, serta adanya pustula kecil (semacam jerawat bernanah). Begitu dokter mendiagnosisnya, mereka akan memberikan antibiotik.

nama penyakit kulit kucing, obat untuk penyakit kulit kucing, obat penyakit kulit kucing, obat penyakit kulit kucing persia, obat penyakit kulit kucing anggora, obat alami untuk penyakit kulit kucing, salep untuk penyakit kulit kucing, obat alami penyakit kulit kucing, obat herbal penyakit kulit kucing

6. Alergi Makanan

Selain alergi lingkungan, alergi makanan juga sering ditemui pada kucing. Gejala ini bisa terlihat pada usia berapa pun dan pada makanan apa pun. Namun makanan yang umumnya menyebabkan alergi pada kucing yaitu makanan laut, daging sapi, dan susu.

Baca Juga:   Nama Kucing Korea Jantan yang Unik dan Familiar

Biasanya mereka akan merasakan gatal pada area leher dan kepalanya. Sebagian kecil sampai menunjukkan gejala diare dan muntah. Anda mesti mengonfirmasi alerginya sendiri. Begitu ditemukan alergen spesifik, anda pun bisa menyeleksi makanan apa saja yang aman baginya.

7. Jerawat Kucing

Rupanya kucing pun bisa memiliki komedo di dagunya, mirip seperti gejala hormonal pra-remaja. Komedo yang menumpuk ini belum diketahui kepastian alasannya. Yang jelas, gangguan kulit ini terjadi pada semua umur, gender, dan ras kucing. Komedonya sendiri bisa bersifat asimtomatik alias menyebabkan bulu rontok dan gatal di spot yang terkena.

Dokter hewan langganan anda mungkin akan mengelupas area kulit yang terkena, agar bisa mengenyahkan masalah lain, misalnya tungau. Anda juga bisa rutin memotong rambut dan membersihkan area berkomedo dengan sampo folikel. Lebih baik lagi kalau mengandung benzoil peroksida. Antibiotik bisa dilibatkan kalau ada kasus infeksi bakteri sekundernya.

Kucing bukanlah manusia yang lancar mengkomunikasikan keluhannya. Mereka bahkan terkenal sebagai makhluk yang kerap menyembunyikan ketidaknyamanan pada tubuhnya.

Namun anda mesti peka sendiri. Jika mereka tampak gatal, kurap, dan mengalami kerontokan, sebaiknya segera konsultasi atau periksakan ke dokter hewan. Tindakan yang cepat dan perawatan yang tepat akan mempersingkat ketidaknyamanan mereka. Sehingga mereka akan baikan dalam waktu lebih singkat. Penyakit kulit pada kucing. #RD

error: