7 Cara Perkembangbiakan Hewan Ternak

Posted on

daftarhewan.com. Cara hewan berkembang biak di alam bebas, baik dengan aseksual atau seksual telah kita bahas pada content sebelumnya.

Selanjutnya di bawah ini adalah artikel tentang perkembangbiakan hewan atau pemulaan hewan ternak yang kian hari kian berkembang.

Sepanjang beratus-ratus tahun, manusia mengerjakan aktivitas peternakan dan perkembangbiakan hewan.

Pada dasarnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk menghasilkan keuntungan, keturunan atau turunan hewan yang lebih berkualitas dengan mengganti genotipe lewat proses perkawinan hewan yang selektif.

perkembiakan hewan, cara perkembangbiakan hewan, contoh pemuliaan hewan, pemuliaan ternak, teknik pemuliaan hewan, pemuliaan ternak adalah, tujuan pemuliaan hewan, pemuliaan ternak pdf, buku pemuliaan ternak, pemuliaan ternak ayam, dasar pemuliaan ternak
Domba di Peternakan – via : pixabay.com

Satu keturunan atau trah yang tercipta, nantinya terbagi dalam satu kelompok hewan yang memiliki riwayat turunan yang sama-sama berkaitan dan mempunyai karakter yang nyaris sama, baik beberapa ciri-cirinya, ukuran, dan wujud.

Perkembangbiakan hewan adalah :

Menurut wikipedia : Perkembangbiakan hewan atau teknik pemuliaan hewan adalah cabang pengetahuan tentang hewan yang mengulas penilaian (memakai perkiraan linear terbaik dan cara lain) dari nilai genetik, nilai perkiraan pemuliaan (estimated breeding nilai / EBV) ternak.

Memutuskan untuk mengembangbiakkan hewan dengan EBV yang lebih unggul dalam tingkat perkembangan, telur, susu, daging atau produksi wol, atau mungkin dengan karakter serta siat lain yang diharapkan serta lebih memberikan keuntungan bagi manusia hingga memperbarui produksi ternak di penjuru dunia.

Baca Juga:   10 Daftar Hewan Terancam Punah di Indonesia dan Keterangannya

Secara eksklusif, arah dari perkembangbiakan hewan, diantaranya:

  • meningkatkan pergerakan perkembangan dan reproduksi
  • meningkatkan jumlah dan kualitas produk, yang berupa daging, telur, susu, wol, dan lain-lain
  • meningkatkan ketahanan badan hewan, untuk mencegah beragam penyakit
  • meningkatkan daya produksi

Sistem perkembangbiakan hewan:

Ada dua sistem dalam perkembangbiakan hewan, khususnya pada hewan ternak, yakni:

1. Inbreeding

Perkembangbiakan inbreeding atau sering disebutkan silang dalam atau perkawinan sekerabat, dilaksanakan dengan jenis hewan yang sama di dalam 4 – 6 generasi.

Misalkan, sapi betina pemroduksi susu terbaik dengan sapi pejantan unggul dari jenis yang serupa, diidentifikasi serta dikawinkan. Selanjutnya, turunan mereka dievaluasi dan sapi yang unggul kembali dideteksi untuk perkawinan generasi seterusnya.

Inbreeding dibutuhkan jika ingin meningkatkan galur murni pada beragam jenis hewan.

Inbreeding bisa membongkar gen resesif beresiko yang berusaha dieliminasi lewat penyeleksian, mengakumulasi gen dominan, dan meminimalisir gen yang kurang diharapkan.

Tetapi, secara terus-menerus, inbreeding bisa mengurangi kesuburan dan daya produksi.

Imbas ini sebagai wujud stres dalam inbreeding. Untuk menanganinya, hewan dari komunitas inbreeding harus dikawinkan dengan hewan ternak unggul lainnya dari jenis yang serupa, tetapi tidak berkaitan dengan komunitas inbreeding.

2. Outbreeding

Perkembangbiakan dengan mekanisme outbreeding, dikenal juga dengan istilah silang luar dan perkawinan di luar famili.

Baca Juga:   Apakah Hiu Memakan Manusia?

Hewan yang dikawinkan masih sebangsa, atau datang dari jenis yang serupa, tetapi tidak mempunyai kisah turunan atau nenek moyang yang sama.

Dapat dilaksanakan pada spesies yang lain atau disebutkan hibridisasi interspesifik. Baca Juga : Hewan Hibrid

Berikut beberapa praktek yang berjalan secara outbreeding, yakni:

3. Perkembangbiakan Out crossing

Perkawinan terjadi antar hewan dari keturunan yang sama, tetapi tidak mempunyai riwayat atau nenek moyang yang sama di dalam 4 – 6 generasi.

Persilangan semacam ini jadi sistem terbaik untuk menangani depresi inbreeding atau untuk membenahi keproduktifan ternak produsen susu, pedaging, dan lain-lain.

4. Perkembangbiakan Cross-breeding

Perkawinan di antara jantan unggulan dari satu jenis dengan betina perkasa dari jenis yang lain sama dengan ataupun lebih rendah.

Sistem ini sudah bisa dibuktikan efisien untuk mendatangkan keturunan baru yang dengan kualitas yang lebih bagus.

Misalkan, keturunan Domba Hisardale asal Punjab sebagai hasil persilangan di antara Domba Merino (Jantan) dan Domba Bikaneri (Betina).

5. Perkembangbiakan Hibridisasi Interspesifik

Sistem ini berbentuk perkawinan di antara hewan jantan dan betina yang dari dua spesies berlainan.

Biasanya, spesies yang dibuat akan berlainan dari ke-2 spesies induk.

Tetapi, dalam beberapa kasus, dapat manghasilkan hewan dengan sifat kombinasi yang dibutuhkan.

Misalkan, Bagal yang disebut hasil persilangan kuda betina dan keledai jantan, jadi lebih kuat dan pas untuk bekerja di pegunungan.

Baca Juga:   5 Perbedaan Anjing Laut dan Singa Laut

Riset Perkembangbiakan Terkendali

Disamping dilaksanakan lewat perkawinan dengan alami, perkembangbiakan dapat dilakukan lewat beberapa cara buatan, yakni:

6. Inseminesi Buatan (IB)

manfaat transfer embrio pada sapi, transfer embrio pada ternak sapi, transfer embrio pada sapi pdf, jurnal transfer embrio, cara transfer embrio pada sapi, perbedaan transfer embrio dan inseminasi buatan

Sistem ini dilaksanakan lewat penyuntikkan sperma pejantan unggul ke aliran reproduksi betina.

Sperma bisa selekasnya dipakai atau dapat juga dibekukan terlebih dulu.

Secara alami, umumnya satu ekor sapi jantan menyimpan sekitaran 5 – 10 miliar sperma dalam vagina sapi betina.

Tetapi, secara buatan atau artifisial perlu sperma yang lebih sedikit guna melakukan pembuahan, hingga jadi benar-benar ekonomis dan bisa menghindari penyebaran penyakit.

7. Transfer Embrio – Teknologi Multiple Ovulation Embryo Transfer (МОЕТ)

Sistem transfer embrio ini mengikutsertakan pemberian hormon yang serupa FSH ke sapi betina untuk menginduksi pematangan folikel dan superovulasi, untuk mendatangkan 6 – 8 sel telur pada sebuah siklus.

Selanjutnya, sapi itu dikawinkan dengan sapi jantan unggul atau dibuahi lewat inseminasi bikinan.

Pada tahapan sel 8- 32, embrio dipindah ke induk alternatif.

Sementara kehadiran ibu genetik berperan untuk lakukan superovulasi seterusnya.

Selama ini, МОЕТ sudah diaplikasikan pada perkembangbiakan sapi, domba, kelinci, kerbau, kuda, dan hewan ternak yang lain.

Lewat sistem ini sudah dihasilkan sapi perah dan sapi pedaging yang lebih berkualitas dalam waktu yang lebih singkat.

Comments are closed.