Ternak Kodok Lembu “Bullfrog”: Kandang dan Kolam

Lokasi Pemeliharaan

Lokasi pemeliharaan kodok lembu (bullfrog) atau katak lembu bisa di dalam kandang, bisa pula di luar kandang atau di alam bebas. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan yaitu:

1. Dalam kandang

Sebagaimana layaknya sebuah kandang, yang mempunyai atap dan dinding, kandang kodok pun demikian. Hanya saja, kandang kodok hanya beratap saja tidak berdinding. Jadi kandang ini terbuka begitu saja.

Di dalam kandang inilah kodok-kodok itu dipelihara dalam kolam-kolam. Kolam ini berdinding semen, begitu pula dasar kolamnya. Asalkan, kolam ini dilapisi plastik atau terpal yang tak tembus air.

Baca Juga:   Macam Jenis Penyakit Sapi di Indonesia dan Obatnya

ternak katak bullfrog, ternak katak di malaysia, ternak kodok bullfrog, beternak katak bullfrog, cara beternak katak bullfrog, bagaimana cara beternak katak, cara ternak katak konsumsi, cara ternak katak sawah, analisa biaya ternak katak lembu, ternak kodok bullfrog, ternak katak bullfrog, ternak katak konsumsi, cara ternak kodok konsumsi, budidaya kodok lembu

2. Di alam bebas

Di alam bebas bisa di halaman rumah, di kebun, malahan di sawah pun bisa juga. Yang perlu diperhatikan adalah keamanan kodok dari berbagai gangguan terutama hewan pemakan kodok seperti misalnya ular.

Di samping itu, kolam-kolam tersebut harus ternaungi oleh tanaman yang cepat tumbuh, misalnya tanaman hijauan (turi, lamtoro, dll). Di kolam itu sangat baik bila diberi pula tumbuhan air, misalnya enceng gondok, teratai, atau lainnya. Hanya saja, diupayakan agar tumbuhan air ini tidak mengganggu kolam (misalnya enceng gondok yang bisa mendangkalkan kolam).

Bentuk kolam

Kolam kodok bisa dibuat agak mahal misalnya dengan kolam semen, tapi bisa juga dibuat sangat sederhana misalnya hanya menggali lubang di dalam tanah kemudian diberi plastik tidak tembus air. Air kolam harus mengalir meskipun alirannya tidak deras. Oleh sebab itu, bila kolam ini berdekatan dengan kali, atau berada di sawah yang airnya tidak pernah berhenti mengalir, ini sangat baik sekali.

Baca Juga:   Apa Saja Makanan Babi?

Kolam itu umumnya berbentuk persegi empat panjang. Ukurannya seperti berikut:

1. Kolam pemeliharaan kecebong

Kolam pemeliharaan kecebong adalah kolam tanah berukuran 2x6x1,5 m (panjang, lebar, dalam). Kolam ini di tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Pinggiran kolam boleh diberi tanaman peneduh dan air kolam bisa diberi tumbuhan air. Air kolam mengalir terus menerus meskipun tidak deras.

2. Kolam pemeliharaan percil

Kolam ini ukurannya 1×0,5 m. Kolam ini bisa diberi semen atau bisa dengan plastik (kolam tanah).

3. Kolam pemeliharaan untuk konsumsi (pembesaran)

Kolam ini berukuran 2x3x0,5 m. Sebagaimana di atas, kolam ini bisa disemen bisa pula dalam tanah.

Air kolam

Selain air kolam mengalir, juga diperhatikan ketinggian airnya. Untuk air pemeliharaan kecebong, ketinggian air bisa cukup dalam (semeteran). Sedangkan kolam pemeliharaan percil dan konsumsi sekitar 15 cm.

Baca Juga:   Cara Menjinakkan Ayam Hutan Agar Cepat Jinak

Kolam dan air harus dibersihkan. Untuk kolamnya, pada kolam percil setiap kali memindahkan percil ke kolam lain kolam harus dibersihkan (paling tidak sebulan sekali). Sedangkan kolam konsumsi, kolamnya dibersihkan setiap saat (sehari bisa sekali atau dua kali dibersihkan). Pembersihan ini dilakukan bersamaan penggantian air kolam.

Cara membersihkan, bila kolam dari tanah, lumpurnya harus diangkat naik. Sedangkan kolam plesteran disikat saja. Air yang dibersihkan cukup dengan membuka saluran air pembuangan, kemudian setelah kolam bersih, saluran pembuangan dibantu air bersih dimasukkan.

error: