11 Langkah Sederhana Ternak Ulat Hongkong

daftarhewan.com. Ternak Ulat Hongkong. Beternak ulat hongkong sudah lama dilakukan orang di Indonesia, terutama di kalangan para penggemar burung ocehan atau burung kicau, dan bisa juga sebagai pakan ikan hias, bahkan orang-orang yang hobi memancing menggunakannya untuk memancing ikan lele.

Disebut ulat hongkong, karena ulat itu dibawa masuk ke Indonesia oleh para penggemar burung ocehan sebagai pakan, melalui Hongkong.

cara merawat ulat hongkong, cara membuat ulat hongkong kering, cara membuat umpan ulat hongkong galatama, cara ternak ulat hongkong pemula, cara membuat siraman ulat hongkong, cara ternak ulat hongkong yang benar, cara budidaya ulat hongkong lengkap

Ulat itu sebenarnya adalah larva kumbang Tenebrio molitor, yang aslinya berasal dari Eropa Barat. Di sana ulat itu disebut yellow meal worm atau ulat cacing kuning. Di Eropa ia merupakan hama gudang, karena merusak biji-bijian (serelia) yang disimpan di dalam gudang.

Baca Juga:   Penyakit Sapi Gila “Mad Cow” dari Inggris

Tahap-tahap dalam pembudidayaan atau ternak ulat hongkong dengan cara sebagai berikut :

  1. Sebagai bibit awal bisa dibeli ulat hongkong di pasar burung. Induknya dipilih beberapa ulat hongkong yang panjangnya 2 – 2,5 cm. Ulat itu dipelihara dalam bak plastik berisi pakan ayam 521 secukupnya.
  2. Dua minggu kemudian ulat itu akan berkepompong.
  3. Kepompong tersebut dipindahkan dalam wadah yang lebih besar dan diisi dengan pakan ayam 521 lebih banyak.
  4. Dua minggu kemudian kepompong itu akan berubah menjadi kumbang. Awalnya kumbang berwarna putih, lama-kelamaan berubah hitam.
  5. Setelah berumur 3 minggu, kumbang mulai bertelur. Seekor kumbang mampu bertelur sekitar 1000 butir.
  6. Telurnya menetas 5-6 hari kemudian. Ulat yang menetas tak terlihat oleh mata telanjang, karena sangat kecil.
  7. Setelah satu bulan bertelur, kumbang mati.
  8. Sekitar dua minggu setelah menetas, ulat-ulat kecil itu mulai terlihat oleh mata. Sejah saat itulah peternak ulat hong kong harus rajin memeriksa ulat peliharaannya dan memberi tambahan sayur segar (sawi putih misalnya) untuk diisap airnya oleh ulat.
  9. Setelah dua bulan dipelihara, panjangnya telah mencapai 1,5 – 2 cm. Ulat ini sudah bisa dipanen dan dijual sebagai pakan burung.
  10. Sebagian kecil ulat itu dipisah sebagia bibit baru.
  11. Pada umur 3 bulan ukurannya mencapai 2-2,5 cm, dan tak lama kemudian ia sudah membentuk kepompong.
Baca Juga:   Fungsi Zeolit untuk Tambak Udang Intensif

cara ulat hongkong, cara ternak ulat hongkong, cara budidaya ulat hongkong, cara menyimpan ulat hongkong, cara ternak ulat hongkong sederhana, cara membuat indukan ulat hongkong, cara ternak ulat hongkong bagi pemula, cara mengeringkan ulat hongkong

Pembudidayaan ulat hongkong biasanya cukup dilakukan dalam bak plastik, yang ukurannya disesuaikan dengan ruangan dan rak tempat menaruhnya. Lingkungan pemeliharaanya harus bersih bebas hama seperti cicak, semut dan tikus. Ruangannya agak gelap.

Ulat hongkong sangat berpotensi sebagai hama gudang, karena sifat makannya rakus dan cepat berkembang biak. Maka diharuskan berhati-hati membudidayakannya, agar jangan ada kumbang terlepas keluar rumah dan berkembang biak jadi hama bagi lingkungan sekitar.

error: