12 Fakta Tentang Ular Laut yang Mematikan

daftarhewan.com. Ular laut yang mematikan. Lautan menjadi rumah bagi aneka jenis hewan yang berbahaya. Termasuk di antaranya, berbagai spesies ular laut yang menghuni sebagian besar wilayah samudra.

Ular Laut yang Mematikan

Meski secara naluri mereka cenderung menyembunyikan diri, namun Anda wajib berhati-hati. Saat merasa terancam, beragam jenis ular laut tidak akan ragu untuk menyerang.

ular laut, ular laut belcher, ular di laut, bintang ular laut, ular raksasa di laut, bisa ular laut

Ular laut belcher

Karena itu, ketika Anda menyelam, jangan pernah menyentuh terumbu karang, atau mengganggu makhluk hidup yang berlalu-lalang. Karena di balik corak yang menawan, ular laut dapat menyuntikkan bisa yang mematikan.

Nah, jika Anda ingin mengulik lebih jauh tentang mereka, cermati lebih dulu 12 fakta tentang ular laut, berikut ini:

1. Teridentifikasi 69 spesies

Meski jarang terlihat oleh para penyelam, setidaknya ada 69 spesies ular laut yang telah teridentifikasi. Berdasarkan area aktivitasnya, ragam spesies ular laut terbagi menjadi dua, yaitu: ular laut sejati dan krait (erabu). Ular laut sejati merupakan spesies yang menjalani hampir seluruh waktunya di laut, sementara krait merupakan spesies ular laut yang beraktivitas di daratan dan lautan.

2. Ekor menyerupai dayung

Cara paling mudah untuk membedakan antara ular darat dan ular laut, yaitu dengan mengamati ekor mereka. Ular laut memiliki ekor pipih menyerupai dayung, yang sangat berguna ketika mereka bergerak di dalam air. Karakteristik itu pula yang lantas membuat ular laut menjadi canggung untuk bergerak di area kering atau daratan.

Di sisi lain, agar Anda tidak tertukar antara belut dan ular laut, amati keberadaan sirip pada punggungnya. Belut memiliki sirip yang memanjang, sementara ular laut tidak bersirip.

3. Ular laut tidak terdapat di Samudera Atlantik

Habitat ular laut merupakan perairan tropis dan subtropis yang terbentang di seantero Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Ular laut tidak dapat Anda jumpai di Samudra Atlantik, Laut Karibia, serta perairan dengan salinitas tinggi, seperti Laut Merah.

4. Eksis selama jutaan tahun

Berdasarkan penelitian, spesies ular laut pertama mulai berevolusi sekitar enam hingga delapan juta tahun yang lalu di area Segitiga Terumbu Karang wilayah Asia Tenggara. Kendati demikian, sebagian besar spesies ular laut baru berevolusi sejak satu hingga tiga juta tahun yang lalu.

5. Ovovivipar

Sebagian besar ular laut sejati merupakan ovovivipar. Artinya, ular laut betina melahirkan anak yang telah keluar dari telur dalam tubuhnya.

Karakteristik perkembangbiakkan ini disinyalir terjadi karena ular laut sejati sangat jarang mengunjungi daratan dan tidak dapat mengerami telur mereka. Karena itu, telur tersimpan dalam tubuh ular betina, dan kemudian menetas, lalu mereka lahirkan di dalam air.

Namun, meski karakteristik tersebut berlaku pada sebagian besar ular laut, ada pula genus Laticauda, termasuk di dalamnya erabu kuning, yang tergolong ovipar dan pergi ke daratan untuk bertelur.

6. Kemampuan menahan napas

Berbeda dengan ikan, ular laut perlu menghirup udara. Karena itu, sebagian besar ular laut beranjak ke permukaan setiap 30 menit untuk bernapas.

Kendati demikian, ada pula spesies ular laut sejati yang dapat bertahan di dalam air selama delapan jam. Hal itu terjadi karena ular laut sejenis ini menyerap hingga 33% oksigen melalui kulitnya dan membuang 90% karbon dioksida dengan cara yang sama.

7. Ular laut bisa mati kehausan

Bagi ular laut yang hidup di air, mati kehausan bukanlah suatu kejanggalan. Pasalnya, ular laut perlu meminum air tawar untuk bertahan hidup, sementara lautan tidak menyediakan kebutuhan dasar tersebut.

Oleh sebab itu, beberapa spesies ular laut beranjak ke daratan untuk mencari air. Sebagian lainnya, menunggu hujan untuk mendapatkan air tawar di permukaan laut, yang dapat mereka minum sambil berenang.

8. Kelenjar untuk menyingkirkan air asin

Meski ular laut tidak meminum air asin, mereka mengonsumsi banyak garam ketika berburu atau memakan mangsanya. Maka, untuk mencegah asupan garam berlebih, ular laut memiliki kelenjar sublingual khusus, yang dapat mengeluarkan garam dari aliran darah ke mulut. Dengan begitu, ular laut dapat dengan mudah menyingkirkan garam berlebih dengan menjentikkan lidahnya.

9. Kemampuan menyelam

Ular laut dapat menyelam hingga kedalaman 250 meter untuk mencari mangsa. Kendati demikian, sebagian besar spesies ular laut lebih menyukai area perairan yang dangkal dan relatif dekat dengan pantai.

10. Kemampuan bernapas di dalam air

Sebagian besar spesies ular laut memiliki semacam katup di bagian atas lubang hidung, yang dapat menutup saat berada di dalam air. Fitur tersebut dapat mencegah mereka menghirup air asin.

11. Memiliki bisa yang mematikan

Ular laut tergolong hewan yang berbahaya karena dapat menyuntikkan bisa atau racun. Bahkan, beberapa spesies ular laut memiliki bisa yang berefek lebih fatal dibandingkan dengan rata-rata ular kobra atau ular derik.

Kendati demikian, kasus gigitan ular laut relatif jarang terjadi. Ular laut cenderung tidak agresif dan hanya akan menggigit ketika merasa terancam. Umumnya, kasus gigitan ular laut terjadi ketika nelayan berupaya mengeluarkan ular laut yang terjerat jaring atau tidak sengaja menginjaknya di perairan dangkal.

12. Status konservasi ular laut

Sebagian besar spesies ular laut tidak terancam punah. Namun, beberapa spesies ular laut juga tertera dalam IUCN Red List. Misalnya, Laticauda crockeri yang tercatat rentan, dan Aipysurus fuscus yang berada dalam kondisi terancam. Selain itu, ada pula Aipysurus foliosquama dan Aipysurus apraefrontalis yang tercatat dalam status kritis atau sangat terancam punah.

Terkait poin terakhir, faktor yang memengaruhi jumlah populasi ular laut, antara lain: perubahan iklim, penangkapan secara tidak sengaja oleh nelayan, dan tingkat reproduksi yang rendah. Kendati demikian, Anda masih dapat menjumpai beragam spesies ular laut di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, terutama pada area terumbu karang di wilayah Filipina, Indonesia, dan Australia.

Berbagai upaya pun gencar dilakukan oleh berbagai pihak untuk menyelamatkan populasi ular laut. Karna, meski berbahaya, ular laut juga makhluk hidup yang harus tetap lestari, demi menjaga keseimbangan ekosistem di muka bumi.

error: