Urin Kelinci, Kandungan dan Manfaatnya untuk Tanaman

daftarhewan.com. Urin Kelinci. Tidak sekadar lucu, kelinci juga memberi beragam manfaat bagi kehidupan manusia. Sejak lama, kelinci telah menjadi hewan peliharaan yang menggemaskan, sumber pangan, hingga objek dalam berbagai penelitian.

Kehadiran kelinci pun ternyata sangat mendukung para petani organik, karena urin kelinci dapat diolah menjadi pupuk dan pestisida alami.

Urin Kelinci, Manfaatnya sebagai Pupuk dan Pestisida Alami

Bagi petani organik, penggunaan urin atau air seni, air kencing kelinci sebagai pupuk dan pestisida tentu akan menurunkan biaya produksi. Peningkatan kesuburan tanah dan pengendalian hama tanaman dengan urine kelinci, bahkan berimplikasi pula pada kenaikan kuantitas dan kualitas hasil panen.

Dengan kata lain, beternak kelinci akan sangat menguntungkan bagi para petani organik, terutama dari segi ekonomi.

kegunaan urin kelinci, kenapa pipis kelinci merah, urine kelinci untuk pupuk, urin kelinci mengandung, urine kelinci untuk tanaman, fungsi urin kelinci, fungsi urine kelinci, kegunaan urine kelinci, urin kelinci untuk apa

1. Kandungan urin kelinci

Berdasarkan hasil penelitian Badan Penelitian Ternak (Balitnak) pada tahun 2005, kotoran dan urin kelinci memiliki kompisisi atau kandungan unsur Natrium (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang lebih tinggi, dibandingkan dengan kotoran dan urin dari hewan ternak lainnya.

Baca Juga:   Keledai - Klasifikasi dan Fakta Menariknya

Terkait hal tersebut, urin kelinci mengandung nitrogen dalam kadar yang cukup tinggi, sebagai implikasi dari kebiasaan mereka yang mengonsumsi banyak makanan hijau, dengan sangat sedikit air.

Perpaduan urin dan kotoran kelinci, dapat menjadi pupuk dengan kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor, 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalium, dan 40% Magnesium.

Dari komposisi tersebut, urin kelinci mengandung Fosfor dan Kalium dalam kadar yang cukup untuk mengatasi masalah kekurangan nutrisi pada tanah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman yang merata di pertanian organik.

Umumnya, rata-rata kelinci dapat menghasilkan 2 liter urin setiap hari. Urin tersebut dapat langsung menyuplai nitrogen pada tanaman, atau dicampur dengan kotoran kelinci untuk menjadi pupuk cair.

Di samping itu, kotoran kelinci juga dapat diolah secara terpisah, untuk menjadi salah satu bahan pembuatan kompos, dengan campuran lainnya.

Pemanfaatan urin kelinci yang mengandung nitrogen tinggi ini, sangat efektif untuk diaplikasikan pada setiap tahap pertumbuhan semangka, mentimun, selada, kubis, dan berbagai jenis sayuran daun.

Baca Juga:   Apa Itu Ayam Broiler, Apa Bisa Bertelur?

Pupuk urin kelinci juga cocok untuk mendukung pertumbuhan tanaman jagung di tahap awal.

2. Cara Memanfaatkan Urin Kelinci Sebagai Pupuk Tanaman

Untuk mengumpulkan urin kelinci, letakkan sebuah wadah atau baki miring di bawah kandang, lalu alirkan melalui pipa ke wadah penampung sementara. Setelah terkumpul cukup banyak, pindahkan urin kelinci ke dalam jeriken.

Selanjutnya, cara menggunakan urin kelinci untuk tanaman yaitu campurkan urin kelinci dengan air, dengan takaran 10 liter air untuk 0,5 liter urin.

Kemudian, lakukan penyemprotan pupuk dari satu tanaman ke tanaman lain secara merata.

Pastikan, air hujan tidak segera menyiram pupuk cair yang sudah terkena tanaman, sehingga dapat terserap lebih dulu.

3. Cara Memanfaatkan Urin Kelinci Sebagai Pestisida

Terdapat perbedaan reaksi antara penggunaan pestisida sintetis dan pestisida organik. Pestisida sintetis membunuh seluruh hama, bahkan yang berperan dalam proses penyerbukan.

Sementara itu, pestisida organik bekerja dengan mengusir hama dari tanaman.

Dalam konteks tersebut, urin kelinci bertindak sebagai pestisida organik, karena bisa mengusir hama dengan bau yang menyengat.

Sehingga, dapat disimpulkan sekali lagi, bahwa penggunaan urin kelinci dapat menjadi sangat menguntungkan bagi para petani organik.

Baca Juga:   Berapa Lama Gajah Hamil, Apa Benar 2 Tahun?

Karena, selain dapat berperan menjadi pupuk, urin kelinci juga akan mengusir hama, seperti kutu daun, tungau, leaf miner, dan serangga lain yang merugikan dalam proses produksi.

4. Manfaat Urin Kelinci

Berdasarkan pemaparan di atas, berikut ini sejumlah keuntungan dari pemanfaatan urin kelinci:

  1. dapat menyelesaikan permasalahan nutrisi tanaman, sekaligus pengendalian hama, dengan biaya yang relatif murah,
  2. urin kelinci mengandung nitrat tinggi, sehingga dapat memberikan suplai nitrogen yang cukup bagi tanaman,
  3. cenderung ramah lingkungan dan tidak beracun, serta
  4. membentuk aliran pendapatan lain dari ternak kelinci, baik sebagai pedaging maupun adopsi hewan peliharaan.

Di sisi lain, jika Anda bukan seorang petani dan tidak berniat untuk berkebun, membudidayakan kelinci tetap dapat menjadi pilihan yang menguntungkan secara ekonomi. Melalui manajemen dan pemasaran yang baik, Anda dapat membuat produk pupuk dan pestisida yang bermanfaat untuk mendukung para petani organik.

Dengan begitu, selain meraih keuntungan yang optimal, Anda juga dapat berkontribusi pada perkembangan agrikultur ramah lingkungan dan turut serta dalam menjaga keseimbangan alam.

Tertarik mencoba?

error: